Sabtu, 25 May 2013
Mesin Perang Dikerahkan ke Selat Hormuz PDF Cetak Surel
Rabu, 04 Juli 2012 02:06

AS-IRAN MEMANAS

WASHINGTON, HALUAN— Seiring dengan dijatuhkannya sanksi embargo atas minyak Iran, kawasan Selat Hormuz pun kembali menjadi pusat perhatian.

Amerika Serikat (AS) di­ka­­bar­kan telah meningkatkan armada militer dalam jumlah yang signifikan untuk men­cegah pem­blokadean jalur minyak dan gas bagi negara-negara Barat oleh Iran.

Menurut salah seorang pejabat senior AS pening­katan kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia, adalah sebuah rencana lama yang ditujukan untuk meya­kinkan Israel bahwa AS serius dalam mengatasi program nuklir Iran.

“Ketika Presiden Barack Obama mengatakan, bahwa semua opsi tersedia jika negosiasi mengalami kegaga­lan, maka tindakan ini di­mung­kinkan,” ujar salah seorang pejabat senior AS, seperti yang dilansir The New York Times, Selasa, (3/7).

Atas dasar pertimbangan tersebut maka sejumlah arma­da militer AS kabarnya me­numpuk di Teluk Persia. Peningkatan yang paling men­co­­lok terlihat dari jumlah kapal Angkatan Laut yang berpatroli dikawasan itu.

Sebuah sumber menye­butkan, AS meningkatkan dua kali lipat kapal penyapu ranjaunya dikawasan itu. Patroli ini dilakukan untuk bersiap menghadapi ancaman Iran terkait dengan penu­tupan Selat Hormuz. Pejabat militer AS menyebut hal ini murni sebagai langkah de­fensif. “Pesan untuk Iran, jangan pernah berpikir untuk menutup Selat Hormuz, kami akan melenyapkan tambang kalian. Jangan pernah berpikir untuk mengirimkan kapal kalian untuk menganggu kapal-kapal karena kami akan menenggelamkan mereka,” ujar salah seorang pejabat AS.

Tidak hanya menam­bah­kan jumlah kapal penyapu ranjaunya di kawasan Teluk Persia. Na­mun, Negeri Paman Sam juga dikabarkan menambah jum­lah jet tempurnya yang ber­operasi di kawasan itu.

Sejumlah pesawat tempur jenis F-22 dan F-15C konon telah ditempatkan di dua pangkalan AS yang berada di Teluk Persia. Kedua pesawat ini memiliki kemampuan untuk menjangkau sasaran-sasaran yang lebih luas di Iran.

Melihat hal ini Senator Massachusetts dari Partai Demokrat John Kerry menga­takan, langkah ini dapat diartikan sebagai sebuah sinyal halus bagi Iran. Namun, di sisi lain menjadi urusan yang rumit bagi Israel. Kerry yang menjabat Ketua Hu­bungan Luar Negeri AS menga­takan, AS harus dapat men­jaga keseimbangan dalam menjalin hubungan baik de­ngan Iran maupun Israel. “Ada banyak harapan untuk mengelola hubungan ini. Iran perlu tahu bahwa AS serius. Namun AS masih harus me­ning­­galkan ruang bagi ter­ciptanya resolusi damai. Penting untuk tidak meng­ambil langkah yang dapat mengirimkan pesan yang salah disini,” tegas Kerry.

Sementara itu, salah se­orang pejabat Pentangon menambahkan, peningkatan armada AS di kawasa Teluk Persia tidak hanya semata-mata dilihat sebagai upaya untuk mengatasi potensi ancaman nuklir Iran. “Ini bukan hanya ambisi nuklir Iran melainkan juga ber­kaitan dengan ambisi hege­moni Iran di kawasan regio­nal. Ini juga sekaligus menun­jukkan bahwa penempatan kekuatan militer AS adalah bukti nyata komitmen kami kepada mitra dan sekutu kami meski kebijakan baru AS kini fokus di Asia namun, kami tetap waspada di Timur Tengah,” ujar pejabat Pen­tangon.  (h/okz)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy