| Inflasi Sumbar Naik, NTP Turun |
|
|
|
| Rabu, 04 Juli 2012 02:22 | |||
|
PERIODE JUNI 2012 PADANG, HALUAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat, laju inflasi pada Juni 2012 sebesar 1,22 persen, karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat mengalami penurunan sebesar 0,53 persen dibanding bulan Mei 2012, yaitu dari 104,47 menjadi 103,91. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,05 persen. Sedangkan pada indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen.Beberapa kelompok pengeluaran yang menyebabkan inflasi antara lain kelompok bahan makanan 3,48 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,10 persen, kelompok sandang 1,32 persen, kelompok kesehatan 0,94 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami penurunan sebesar 0,18 persen. Kepala BPS Sumbar, Muchsin Ayub di Padang mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Juni 2012 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. “Berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan tahun dasar 2007 (2007=100) di Kota Padang pada bulan Juni 2012 terjadi inflasi sebesar 1,22 persen , atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,71 pada bulan Mei 2012 menjadi 136,35 pada bulan Juni 2012,” kata Muchsin Ayub,Selasa (3/7). Muchsin menambahkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Juni 2012 antara lain cabai merah, bawang putih, gula pasir, emas perhiasan, bawang merah, celana panjang jeans dan beberapa komoditas lainnya. “Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras,” ucapnya. Selanjutnya, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan Juni 2012 adalah kelompok bahan makanan 1,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen, kelompok sandang 0,08 persen dan kelompok kesehatan 0,03 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga menghambat inflasi sebesar 0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak memberikan andil/sumbangan. Sedangkan Laju inflasi tahun kalender Kota Padang (sampai dengan Juni 2012) tercatat sebesar 1,34 persen. “Laju inflasi “year on year” (Juni 2012 terhadap Juni 2011) tercatat sebesar 6,19 persen,” pungkasnya. Sementara dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia, seluruh kota mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,39 persen dan terendah di Bima 0,04 persen,” pungkas Muchsin. NTP Menurun “Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di pedesaan di 11 kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Juni 2012, NTP Bulan ini menurun 0,53 persen,” kata Muchsin lagi. Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. NTP Sumatera Barat bulan Juni 2012 tercatat 103,91 atau turun sebesar 0,53 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 104,47 (Mei 2012), kata Muchsin menambahkan. Sedangkan NTP masing-masing subsektor bulan Juni 2012 tercatat sebesar 93,97 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTPP), 104,16 untuk Subsektor Hortikultura (NTPH), 127,84 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), 99,54 untuk Subsektor Peternakan (NTPT), dan 110,73 untuk Subsektor Perikanan (NTN). Sementara, dari 11 kabupaten yang dilaporkan pada bulan Juni 2012, hanya satu NTP subsektor mengalami peningkatan, yaitu subsektor perikanan sebesar 0,16 pesen. “Sebaliknya subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,83 persen, dan subsektor hortikultura sebesar 0,04 persen. Begitu juga dengan subsektor perkebunan dan subsektor peternakan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,79 persen dan 0,55 persen,” jelasnya lagi. Secara regional di Sumatera Barat pada bulan Juni 2012 terjadi inflasi di daerah pedesaan sebesar 0,63 persen yang disebabkan oleh enam kelompok. Antara lain kelompok bahan makanan(0,96%), kelompok makanan jadi (0,30%), kelompok perumahan (0,60%), kelompok sandang ( 0,19%), kelompok kesehatan (0,48%), dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga (0,24%). Sedangkan untuk kelompok transportasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan. (h/dla)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 209 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


