Minggu, 26 May 2013
Inflasi Sumbar Naik, NTP Turun PDF Cetak Surel
Rabu, 04 Juli 2012 02:22

PERIODE JUNI 2012

PADANG, HALUAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat, laju inflasi pada Juni 2012 sebesar 1,22 persen, karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

Sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat mengalami penurunan sebesar 0,53 persen dibanding bulan Mei 2012, yaitu dari 104,47 menjadi 103,91.  Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,05 persen. Sedangkan pada indeks harga yang dibayar petani menga­lami kenaikan sebesar 0,48 persen.

Beberapa kelompok penge­luaran yang menyebabkan inflasi antara lain kelompok bahan makanan 3,48 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan temba­kau 0,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,10 persen, kelompok sandang 1,32 persen, kelompok kesehatan 0,94 persen, dan kelompok tran­spor, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.  Sedang­kan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga menga­lami penurunan sebesar 0,18 persen.

Kepala BPS Sumbar, Muchsin Ayub di Padang mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Juni 2012 secara umum menunjukkan adanya peningkatan.  “Berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan tahun dasar 2007 (2007=100) di Kota Padang pada bulan Juni 2012 terjadi inflasi sebesar 1,22 persen , atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,71 pada bulan Mei 2012 menjadi 136,35 pada bulan Juni 2012,” kata Muchsin Ayub,Selasa (3/7).

Muchsin menambahkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Juni 2012 antara lain cabai merah, bawang putih, gula pasir, emas perhiasan, bawang merah, celana panjang jeans dan beberapa komoditas lainnya. “Sedangkan komo­di­tas yang mengalami penurunan harga adalah beras,” ucapnya.

Selanjutnya, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan Juni 2012 adalah ke­lom­pok bahan makanan 1,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen, ke­lompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen, kelompok sandang 0,08 persen dan kelompok kesehatan 0,03 persen. Se­dangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga meng­hambat inflasi sebesar 0,01 persen, dan kelompok tran­sportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak memberikan andil/sumbangan.

Sedangkan Laju inflasi tahun kalender Kota Padang (sampai dengan Juni 2012) tercatat sebesar 1,34 persen. “Laju inflasi “year on year” (Juni 2012 terhadap Juni 2011) tercatat sebesar 6,19 persen,” pungkasnya.  Semen­tara dari 66 kota In­dek­s Harga Konsumen (IHK) di Indonesia, seluruh kota menga­lami inflasi.  “Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,39 persen dan terendah di Bima 0,04 persen,” pungkas Much­sin.

NTP Menurun

“Berdasarkan hasil peman­tauan harga-harga di pede­saan di 11 kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Juni 2012, NTP Bulan ini menurun 0,53 persen,” kata Muchsin lagi.

Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perban­dingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indik­ator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menu­njukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemam­puan/daya beli petani.

NTP Sumatera Barat bu­lan Juni 2012 tercatat 103,91 atau turun sebesar 0,53 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 104,47 (Mei 2012),  kata Muchsin menambahkan.

Sedangkan NTP masing-masing subsektor bulan Juni 2012 tercatat sebesar 93,97 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTPP), 104,16 untuk Subsektor Hortikultura (NTPH), 127,84 untuk Sub­sektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), 99,54 untuk Subsektor Peternakan (NTPT), dan 110,73 untuk Subsektor Perikanan (NTN).

Sementara, dari 11 kabu­paten yang dilaporkan pada bulan Juni 2012, hanya satu NTP subsektor mengalami peningkatan, yaitu subsektor perikanan sebesar 0,16 pesen. “Sebaliknya subsektor tana­man pangan mengalami penu­runan sebesar 0,83 persen, dan subsektor hortikultura se­besar 0,04 persen. Begitu juga dengan subsektor perkebunan dan subsektor peternakan menga­lami penurunan ma­sing-masing sebesar 0,79 persen dan 0,55 persen,” jelasnya lagi.

Secara regional di Sumatera Barat pada bulan Juni 2012 terjadi inflasi di daerah pedesaan sebesar 0,63 persen yang disebabkan oleh enam kelompok. Antara lain kelompok bahan maka­nan(0,96%), kelompok maka­nan jadi (0,30%), kelompok perumahan (0,60%), kelom­pok sandang ( 0,19%), kelom­pok kesehatan (0,48%), dan kelompok pendidikan, rek­reasi, dan olah raga (0,24%). Sedangkan untuk kelompok transportasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan. (h/dla)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: