Senin, 20 May 2013
Yasser Arafat Diracun dengan Polonium-210 PDF Cetak Surel
Jumat, 06 Juli 2012 03:26

MOSAD DICURIGAI

GAZA, HALUAN — Misteri kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat pada November 2004 mulai menunjukkan titik terang setelah ditemukan adanya racun mematikan dalam pakaiannya, yakni racun Polonium-210.

Adalah stasiun TV Al Ja­zeera yang menginvestigasi kematian itu selama sembilan bulan. Mereka mengirim barang-barang pribadi milik Arafat ke Institut Fisika Radiasi di Uni­versitas Laussane, Swiss untuk diteliti. Hasilnya, di celana dalam, kafiyeh, dan pakaiannya, peneliti menemukan noda polo­nium-210 yang masih menem­pel.

Kesimpulan sementara, Polo­nium-210 adalah penyebab tewas­nya pemim­pin kharismatik Pa­lestina itu . Inilah zat radioktif berbahaya yang juga me­ne­waskan mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko.

Polonium juga biasa disebut ‘Ra­dium F’, ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie pada 1898 dan diberi nama sesuai tanah kela­hiran Marie Curie, yakni Polandia (bhs latin: Polonia). Elemen kimia ini diberi simbol Po dengan nomor atom 84.

Polonium-210 merupakan zat yang amat mematikan jauh lebih berbahaya dibandingkan dimethyl mercury yang biasa dipakai meracun orang. Setiap satu gram benda yang mengeluarkan po­lonium bisa membunuh 1,5 juta orang.

Polonium-210 adalah ma­terial radioaktif yang me­nge­luarkan partikel alfa. Kandungan ini biasanya digu­nakan untuk menghilangkan debu di pabrik tekstil, pelat fotografi, dan rekaman fonograf. Alfa partikel akan mengionisasi radiasi, na­mun bisa dihentikan secara mudah dengan selembar kertas atau lapisan kulit mati.

Dalam bentuk yang lebih nyata. Polonium-210 sebesar ujung pensil (0,5 mm3) jika tersebar bisa membunuh 500 orang. Di AS, akses publik terhadap benda yang mengandung polonium-210 dijaga sangat ketat dan diatur oleh pemerintah. Dibutuhkan izin khusus untuk menangani benda semacam itu.

Fakta menunjukkan saat Arafat meninggal 11 November 2004 pada usia 75 tahun di rumah sakit di Paris, dokter menemukan Arafat mengidap penyakit aneh yang sulit ter­identifikasi. Saat itu ia dicurigai menderita kanker, sirosis, atau bahkan HIV. Namun, penelitian di laboratorium menunjukkan dugaan penyakit itu salah. Kini terungkap sudah penyebab ke­matian tokoh besar Palestina dan dunia itu.

Tinggal sekarang mencari siapa pembunuhnya. Benarkan ia dibunuh oleh agen rahasia Israel, Mossad, seperti yang banyak dibicarakan saat ke­matiannya?  Justru itulah Pre­siden Palestina Mahmoud Abbas menye­rukan komunitas in­ter­nasional untuk menginvestigasi kematian almarhum pemimpim Palestina Yasser Arafat, me­nyusul adanya kemungkinan ia tewas diracun.

Nabil Abu Rudeinah, juru bicara Abbas, menyatakan tidak ada asalan untuk tidak menggali kembali kuburan Arafat. Otoritas Palestina akan menggunakan ahli dari Arab atau negara lainnya untuk menyelidiki hal itu. “Tidak ada hambatan politik maupun agama untuk menyelidiki kasus ini. Termasuk, meneliti sisa tubuh Arafat oleh otoritas ilmiah dan kedokteran yang bisa dipercaya,” ujar Rudeinah sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu.

Ketua negosiator Palestina Saeb Erekat juga menyerukan hal yang sama, meminta komunitas inter­nasional untuk menyelidiki ke­matian Arafat. Hal serupa juga pernah dilakukan terhadap pem­bunuhan Perdana Men­teri Libanon Rafik Hariri pada 2005. “Ini merupakan suatu keharusan. Untuk mengawalinya, kami akan mel­akukannya melalui Dewan Kea­manan PBB. Kami berharap semua pihak bekerja sama ka­rena kami tengah mencari ke­benaran.” (h/inh)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: