Jumat, 24 May 2013
Hong Kong Sita Kokain Senilai Rp919 M PDF Cetak Surel
Sabtu, 07 Juli 2012 02:25

Hong Kong, HALUAN — Kantor Bea Cukai Hong Kong berhasil men­dapatkan sitaan narkoba terbesar sepanjang sejarah di wilayah tersebut, yakni mencapai 649 kg. Sitaan narkoba jenis kokain ini ditak­sir bernilai sekitar US$ 98 juta atau sekitar Rp 919 miliar.

Total 649 kg kokain ini ditemukan dalam sejumlah peti kemas yang dikirim dengan kapal dari wilayah Ekuador.

Ketika hendak di­bawa dengan truk ke sebuah wila­yah industri terpencil di kawasan New Territories, Hong Kong, aparat setempat berhasil menghadangnya. Tiga pria lokal yang ada di dalam truk, beserta sang sopir ber­hasil dibekuk.

“Ini adalah penyitaan kokain terbesar yang pernah terjadi di Hong Kong,” ujar Kepala Biro Investigasi Nar­koba dan Bea Cukai, John Lee, seperti dilansir oleh Asia One, Jumat (6/7).

Petugas menemukan ratu­san kilogram kokain ini ter­bagi ke dalam 22 tas, yang di dalamnya terdapat total 541 bungkusan yang masing-masing berisi sekitar 1,2 kg kokain. Diyakini, sebagian besar paket kokain ini akan dikirimkan ke kawasan Asia Tenggara.

Penyitaan narkoba ini merupakan yang kedua kali­nya dilakukan oleh aparat Bea Cukai Hong Kong dalam seminggu ini.

Pada Selasa (3/7) lalu, kokain seberat 2 kg berhasil disita dari seorang pria ber­usia 63 tahun yang baru saja tiba dari Brasil. Kokain ini disembunyikan di dalam celana dalam yang dimo­difikasi khusus dan sepatu yang dikenakan pelaku.

Pria yang tidak dise­butkan identitasnya itu ditangkap saat tiba dari Sao Paulo, Brasil.  Menurut Departemen Bea dan Cukai Hong Kong dalam state­mennya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/7), temuan narkoba tersebut diperkirakan bernilai sekitar 2,2 juta dolar Hong Kong.

Pria itu muncul dalam persidangan yang digelar Kamis (5/7) untuk men­de­ngarkan pembacaan dak­waan penyelundupan nar­koba atas dirinya. Jika terbukti bersalah, tersangka terancam hukuman penjara maksimum seumur hidup dan denda 5 juta dolar Hong Kong.

Pada September 2011 lalu, kokain sebanyak 567 kg berhasil disita oleh aparat Hong Kong. Delapan orang, beberapa dari Ame­rika Se­rikat, Kolombia, dan Meksiko berhasil dibekuk oleh petugas terkait kokain tersebut.

Ekuador sendiri dikenal sebagai tempat transit para bandar narkoba yang akan menyalurkan barang­nya ke wilayah lain. Eku­ador ke­betulan terletak di antara dua negara produsen kokain ter­besar di dunia, yakni Peru dan Kolombia. (h/dtk)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: