| Hong Kong Sita Kokain Senilai Rp919 M |
|
|
|
| Sabtu, 07 Juli 2012 02:25 | |||
|
Hong Kong, HALUAN — Kantor Bea Cukai Hong Kong berhasil mendapatkan sitaan narkoba terbesar sepanjang sejarah di wilayah tersebut, yakni mencapai 649 kg. Sitaan narkoba jenis kokain ini ditaksir bernilai sekitar US$ 98 juta atau sekitar Rp 919 miliar. Total 649 kg kokain ini ditemukan dalam sejumlah peti kemas yang dikirim dengan kapal dari wilayah Ekuador.Ketika hendak dibawa dengan truk ke sebuah wilayah industri terpencil di kawasan New Territories, Hong Kong, aparat setempat berhasil menghadangnya. Tiga pria lokal yang ada di dalam truk, beserta sang sopir berhasil dibekuk. “Ini adalah penyitaan kokain terbesar yang pernah terjadi di Hong Kong,” ujar Kepala Biro Investigasi Narkoba dan Bea Cukai, John Lee, seperti dilansir oleh Asia One, Jumat (6/7). Petugas menemukan ratusan kilogram kokain ini terbagi ke dalam 22 tas, yang di dalamnya terdapat total 541 bungkusan yang masing-masing berisi sekitar 1,2 kg kokain. Diyakini, sebagian besar paket kokain ini akan dikirimkan ke kawasan Asia Tenggara. Penyitaan narkoba ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh aparat Bea Cukai Hong Kong dalam seminggu ini. Pada Selasa (3/7) lalu, kokain seberat 2 kg berhasil disita dari seorang pria berusia 63 tahun yang baru saja tiba dari Brasil. Kokain ini disembunyikan di dalam celana dalam yang dimodifikasi khusus dan sepatu yang dikenakan pelaku. Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu ditangkap saat tiba dari Sao Paulo, Brasil. Menurut Departemen Bea dan Cukai Hong Kong dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/7), temuan narkoba tersebut diperkirakan bernilai sekitar 2,2 juta dolar Hong Kong. Pria itu muncul dalam persidangan yang digelar Kamis (5/7) untuk mendengarkan pembacaan dakwaan penyelundupan narkoba atas dirinya. Jika terbukti bersalah, tersangka terancam hukuman penjara maksimum seumur hidup dan denda 5 juta dolar Hong Kong. Pada September 2011 lalu, kokain sebanyak 567 kg berhasil disita oleh aparat Hong Kong. Delapan orang, beberapa dari Amerika Serikat, Kolombia, dan Meksiko berhasil dibekuk oleh petugas terkait kokain tersebut. Ekuador sendiri dikenal sebagai tempat transit para bandar narkoba yang akan menyalurkan barangnya ke wilayah lain. Ekuador kebetulan terletak di antara dua negara produsen kokain terbesar di dunia, yakni Peru dan Kolombia. (h/dtk)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 92 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


