Rabu, 22 May 2013
Rombongan Keluarga Ditabrak Kereka Api PDF Cetak Surel
Minggu, 08 Juli 2012 01:30

SATU TEWAS

PADANG, HALUAN — Lagi, peristiwa kecelakaan kereta api menelan korban jiwa. Kali ini, kecelakaan terjadi di Nagari Tobo, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (7/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah mobil Pick Up L 300 yang membawa rombongan keluarga dihantam kereta api hingga terseret sekitar 10 meter. Akibatnya, ayah dan satu orang anaknya meninggal, setelah dibawa ke rumah sakit.

Dari keterangan beberapa saksi yang sempat melihat kejadian itu, menyebutkan, kereta api dan mobil datang dari arah yang sama. Sebab kondisi jalan bersampingan dengan rel kereta api. Diduga terburu-buru, mobil Pick Up BA 8794 SC yang dikendarai oleh Rahmat langsung tancap gas dan mendahului kereta api tersebut.

Sesampai di Tobo, mobil terse­but membelok ke arah kiri (diper­lintasan kereta api, red). Namun kereta api yang juga melaju kencang langsung menabrak kepala mobil yang baru saja sampai di rel. Mobil tersebut tidak berhasil melintas, diduga karena mengalami mesin mati.

Salah seorang pemuka masyara­kat di Tobo, Zaini mengatakan, ada sekitar enam orang diatas mobil tersebut. Empat orang duduk di depan dan dua orang lagi duduk di belakang, mereka juga masih ada hubungan keluarga.

“Kabarnya mereka baru siap membeli gas dan hendak pulang ke rumah, sesampai di perlintasan itu mereka mencoba melintasi rel kereta api, belum sempat mobil mereka lewat kereta api langsung menabrak” kata Zaini.

Empat orang yang duduk di depan, mengalami kondisi parah, sementara dua orang yang duduk di belakang berhasil selamat, karena mereka berhasil melompat saat melihat kereta api mulai mendekat. Namun dua orang yang berhasil lolos ini belum diketahui identitasnya.

Zulkifli (32), Rahmat (21), Rehan (3), Oji (11) mereka duduk di bagian depan. Rehan dan Oji ternyata adalah anak dari Zulkifli. Keempat korban sempat dibawa ke Puskes­mas Tobo, Oji meninggal di Pus­kesmas, sementara Zulkifli, Rah­mad dan Rehan langsung dirujuk ke RSU M Djamil Padang, karena kondisi luka yang mereka alami cukup berat.

Ketiganya dirawat di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RS M Djamil, namun tidak berapa lama kemudian, Zulkifli menghembuskan nafas terakhir. Sementara Rahmat dan Rehan masih dalam kondisi kritis. Sambil menunggu pihak keluarga, jenazah Zulkifli dititipkan di tempat kamar mayat M Djamil.

Pejabat Pemberi Informasi M Djamil Padang, Gustavianof menye­butkan, kondisi keempat korban pada saat dibawa ke RS M Djamil cukup parah. Tim medis sudah berupaya memberikan pertolongan kepada ketiganya. Meski demikian nyawa Zulkifli tetap tidak tertolong.

Sementara itu, Asisten Mana­ger Keselamatan Kerja PT KAI Sumbar, Hamdani saat mengun­jungi korban kereta api ini di Rumah Sakit M Djamil mengata­kan, pihaknya dengan bekerja sama dengan Jasaraharja akan berusaha membayar seluruh biaya perobatan dan menanggung prosesi pemaka­man korban yang meninggal.

Tabrak Tiang Telepon

Sementara itu, sebuah Bus PO Bengkulu Citra Nauli jurusan Bengkulu-Medan menabrak tiang telepon dan jatuh ke pinggir laut di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Pa­dang, Sabtu (7/7) sekitar pukul 05.57 WIB.

Beruntung minibus yang berka­pasitas 15 penumpang selamat bersama sopir dan kneknya. Hanya saja mengalami luka ringan dan shock, sehingga dibawa ke puskes­mas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Hingga siang kemarin, upaya pemindahan bus tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Kemudian terlihat dibagian depan sisi kiri bus PO Bengkulu Citra Nauli ini tampak ringsek.

Selain itu, kaca depan bus dengan nomor poisi BD 7043 AN terlihat hancur. Badan bus tertahan batu besar di kawasan pantai yang berjarak sekitar empat meter dari ketinggian permukaan jalan raya.

Sementara itu, Kasat Lantas Pol­resta Padang Kompol Andiyatna me­lalui Kanit Laka Lantas AKP Elis­wantri mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penye­lidikan lebih lanjut untuk mengetahui peristiwa tersebut. (h/nas)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: