| Puskesmas Koto Berapak Jadi Percontohan |
|
|
|
| Senin, 09 Juli 2012 02:30 | |||
|
PENYELENGGARA PROGRAM KLINIK GIZI PAINAN, HALUAN — Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Koto Berapak, Kabupaten Pesisir Selatan, mendapat kepercayaan dari pemerintah provinsi menjadi Puskesmas percontohan penyelenggara program klinik gizi. Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni ketika dihubungi di Painan, Sabtu (7/7), mengatakan, Puskesmas itu juga dipercaya sebagai penyelenggara program percontohan pendeteksi penyakit kanker serviks (kanker mulut rahim).“Mudah-mudahan Puskesmas ini mampu mengemban kepercayaan itu sehingga sukses menjalankan dua program Pemprov Sumbar demi tercapainya Millenium Development Goals (MDG’s) 2015,“ katanya. Ia berharap dengan telah tersedianya Klinik Gizi di Puskemas Koto Barapak Bayang ini, ke depan pemantauan kondisi gizi masyarakat dapat dilakukan lebih baik lagi. Karena tujuan dua program tersebut diselenggarakan yakni dalam rangka pencapaian MDG’s 2015. Tujuan pemerintah membentuk klinik gizi tersebut merupakan upaya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai unit pelayanan kesehatan terdepan, Puskesmas bertanggung jawab tentang itu dengan mendekatkan dan memperluas pelayanan kepada masyarakat. “Upaya peningkatan kesehatan harus dilaksanakan secara merata, bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Begitu juga dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat, harus terjangkau dan tidak memberatkan,“ katanya. Menurut ia, upaya pengembangan klinik gizi di Puskesmas merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk melakukan perbaikan gizi di masyarakat yang diselenggarakan oleh Puskesmas. Pengembangan klinik gizi Puskesmas tersebut diselenggarakan dalam rangka mengoptimalkan pelayanan gizi, baik kualitas maupun kuantitas. Untuk program pendeteksi kanker mulut rahim, di Puskesmas tersebut akan ditugaskan sejumlah tanaga kesehatan yang terlatih tentang pendeteksian penyakit tersebut. Kata dia, kanker mulut rahim yakni keganasan yang terjadi pada leher rahim. Kanker itu disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim dimulai pada lapisan serviks. Kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular, namun ditakuti masyarakat. Penyakit itu dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Penyakit kanker mulut rahim telah ditemukan di kabupaten itu sehingga menjadi hal yang serius bagi pemerintah untuk dilakukan pencegahannya guna meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). (h/*)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 98 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


