Kamis, 20 Juni 2013
Menristek Dianugerahi Gelar Adat PDF Cetak Surel
Senin, 09 Juli 2012 03:06

PAINAN, HALUAN — Men­teri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof Dr Gusti Muhammad Hatta, MS dianu­gerahi gelar Sutan Sampono Batuah oleh suku Paneh Tanjuang, sedangkan Ny Vio­let Gusti Muhammad Hatta diberi gelar Puti Reno Ameh. Dengan demikian berarti keduanya sudah menjadi warga kehormatan Kecamatan Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan

Gelar kehormatan tersebut di lewakan sejalan dengan peresmian Masjid Raya Ijti­had Air Haji, Sabtu kemarin. Gelar Sutan Sampono yang di berikan merupakan perekat silaturahmi

Menristek datang ke Sum­bar didampingi anggota Ko­.misi VII DPR-RI Dr H M Azwir Dainy  Tara, MBA, dan dinanti Bupati Pesisir Se­latan Nasrul Abit, unsur Muspida setempat, ratusan niniak mamak, bundo kan­duang dan tokoh masyarakat Air Haji. Selain menan­da­tangani prasasti peresmian, Menristek  juga didaulat membuka selubung papan nama masjid.

Gusti Muhammad Hatta usai penganugerahan gelar untuk dirinya mengaku sangat berterima kasih. Gelar itu adalah anugerah dan jalinan silaturahmi bagi diri dan keluarganya dengan suku Paneh Tanjung Air Haji mau­pun dengan masyarakat Pe­sisir Selatan dan Sumatera Barat umumnya.

“Saya salut sekali dengan perjuangan yang dilakukan Pak Azwir. Perjuangan Pak Azwir untuk Sumatera Barat me­mang pantas diapresiasi,” se­but Gusti Muhammad Hatta.

Ibarat gayung bersambut, katapun berjawab. Azwir Dainy Tara juga balik menga­presiasi perjuangan Gusti Muhammad Hatta. Per­hatian­nya untuk  Sumatera Barat tidak akan terbalas. Salah satu di antaranya pem­bangu­nan Rumah Potong Hewan (RPH) di Payakumbuh ban­tuan dari LIPI dan saat ini menjadi RPH percontohan di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit dalam sambutannya menye­butkan, penganugerahan gelar kehormatan kepada Men­ristek, merupakan yang per­tama kali dilakukan oleh masyarakat Pesisir Selatan.

“Tentunya kita meng­ha­rap­kan perhatian Pak Menteri dimasa datang akan lebih besar untuk Pesisir Selatan, karena sudah menjadi bagian dari masyarakat Air Haji dan Pesisir Selatan umumnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan ban­tuan bibit unggul dan hand tractor kepada masyarakat Air Haji yang diserahkan oleh Menristek Gusti Muhammad Hatta.

Selamatkan

Dalam perjalanan dari Air Haji menuju Kota Padang, iring-iringan mobil rombongan Menristek dan Azwir Dainya Tara menemukan korban tabrak lari, yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan.

Korbannya  remaja putri yang tidak diketahui iden­titasnya itu, ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan darah segar mengucur dari bagian kepalanya. Semen­tara sepeda motor matik yang dikendarainya mengalami rusak parah. Remaja putri itu diduga menjadi korban tabrak lari.

Ambulan Altara Rescue yang berada di paling bela­kang rombongan, langsung mengevakuasi korban ke Pus­kes­mas Kambang untuk men­dapatkan pertolongan karena mengalami luka yang cukup serius.

Koordinator Altara Rescue Ricap S Cecep disela-sela evakuasi menyebutkan, ke­adaan korban sangat parah. Apalagi kepalanya menge­luarkan darah yang cukup banyak. Diduga akibat ben­turan dengan aspal.

“Begitu ditemukan ter­geletak langsung kita evakuasi un­tuk mendapatkan per­to­longan. Jika tidak ditangani segera, dikha­watirkan bisa berakibat fatal,” sebutnya. (h/one).

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: