| Menristek Dianugerahi Gelar Adat |
|
|
|
| Senin, 09 Juli 2012 03:06 | |||
|
PAINAN, HALUAN — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof Dr Gusti Muhammad Hatta, MS dianugerahi gelar Sutan Sampono Batuah oleh suku Paneh Tanjuang, sedangkan Ny Violet Gusti Muhammad Hatta diberi gelar Puti Reno Ameh. Dengan demikian berarti keduanya sudah menjadi warga kehormatan Kecamatan Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan Gelar kehormatan tersebut di lewakan sejalan dengan peresmian Masjid Raya Ijtihad Air Haji, Sabtu kemarin. Gelar Sutan Sampono yang di berikan merupakan perekat silaturahmiMenristek datang ke Sumbar didampingi anggota Ko.misi VII DPR-RI Dr H M Azwir Dainy Tara, MBA, dan dinanti Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, unsur Muspida setempat, ratusan niniak mamak, bundo kanduang dan tokoh masyarakat Air Haji. Selain menandatangani prasasti peresmian, Menristek juga didaulat membuka selubung papan nama masjid. Gusti Muhammad Hatta usai penganugerahan gelar untuk dirinya mengaku sangat berterima kasih. Gelar itu adalah anugerah dan jalinan silaturahmi bagi diri dan keluarganya dengan suku Paneh Tanjung Air Haji maupun dengan masyarakat Pesisir Selatan dan Sumatera Barat umumnya. “Saya salut sekali dengan perjuangan yang dilakukan Pak Azwir. Perjuangan Pak Azwir untuk Sumatera Barat memang pantas diapresiasi,” sebut Gusti Muhammad Hatta. Ibarat gayung bersambut, katapun berjawab. Azwir Dainy Tara juga balik mengapresiasi perjuangan Gusti Muhammad Hatta. Perhatiannya untuk Sumatera Barat tidak akan terbalas. Salah satu di antaranya pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Payakumbuh bantuan dari LIPI dan saat ini menjadi RPH percontohan di Indonesia. Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit dalam sambutannya menyebutkan, penganugerahan gelar kehormatan kepada Menristek, merupakan yang pertama kali dilakukan oleh masyarakat Pesisir Selatan. “Tentunya kita mengharapkan perhatian Pak Menteri dimasa datang akan lebih besar untuk Pesisir Selatan, karena sudah menjadi bagian dari masyarakat Air Haji dan Pesisir Selatan umumnya,” katanya. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan bibit unggul dan hand tractor kepada masyarakat Air Haji yang diserahkan oleh Menristek Gusti Muhammad Hatta. Selamatkan Dalam perjalanan dari Air Haji menuju Kota Padang, iring-iringan mobil rombongan Menristek dan Azwir Dainya Tara menemukan korban tabrak lari, yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Korbannya remaja putri yang tidak diketahui identitasnya itu, ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan darah segar mengucur dari bagian kepalanya. Sementara sepeda motor matik yang dikendarainya mengalami rusak parah. Remaja putri itu diduga menjadi korban tabrak lari. Ambulan Altara Rescue yang berada di paling belakang rombongan, langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Kambang untuk mendapatkan pertolongan karena mengalami luka yang cukup serius. Koordinator Altara Rescue Ricap S Cecep disela-sela evakuasi menyebutkan, keadaan korban sangat parah. Apalagi kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Diduga akibat benturan dengan aspal. “Begitu ditemukan tergeletak langsung kita evakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Jika tidak ditangani segera, dikhawatirkan bisa berakibat fatal,” sebutnya. (h/one).
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 221 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


