Senin, 20 May 2013
Ratusan Keluarga Miskin di Pasbar Tolak Raskin PDF Cetak Surel
Senin, 09 Juli 2012 03:07

DUKUNG KOMITMEN WALI NAGARI

PASBAR, HALUAN — Ratusan Kepala Ke­luarga (KK) miskin di Nagari Koto Baru dan Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), men­dukung komitmen wali nagarinya yang menolak beras untuk masyarakat miskin (raskin) hingga ada data yang akurat tentang penerima raskin.

Mereka sangat kecewa atas ungkapan Kepala Bagian Perekonomian Setda Pasbar, yang mengancam raskin yang seharusnya diedarkan di dua nagari itu, bakal dipindahkan ke kecamatan lain.

Ungkapan Wali Nagari Kapa dan Wali Nagari Koto Baru, saat rapat monitoring penyaluran raskin di wilayah kerjanya, merupakan salah satu bentuk kekecewaan atas data penerima raskin yang dipakai sekarang, dan justru bukan berarti menolak hak.

“Makanya pejabat yang diangkat pemerintah itu harus pintar dan memang memihak pada rakyat. Bukan hanya menyelesaikan tugas apa adanya,” kata sejumlah ma­sya­rakat di Luhak Nan Duo, yang mengaku wajar men­dapatkan raskin itu, diantara­nya Pian (35), warga Lubuak Pudiang Nagari Kapa, Keca­matan Luhak Nan Duo   ke­pada Haluan , di kedia­mannya, Minggu (8/7).

Lain lagi dengan ungkapan Ismaini (47), warga Jorong Sariak, Nagari Koto Baru. Ia juga tidak masuk dalam daftar penerima raskin se­karang. Padahal ia punya empat orang anak. Suaminya sudah meninggal dunia. Untuk membiayai keluarganya, ia harus mencari upah setiap harinya.   “Dengan penghasilan sebagai buruh, berapalah yang didapat setiap harinya. Kalau seandainya dapat ras­kin, tentu sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saya. Namun sayang, oleh pemerintah atau orang yang punya wewenang menentukan penerima raskin, orang seperti saya ini ternyata tidak masuk kategori pene­rima raskin itu,” katanya.

Lebih jauh warga yang harap dengan bantuan raskin itu mengatakan, Bupati Pas­bar selalu menyampaikan bahwa pihak kejorongan dan na­gari pasti lebih tahu dengan ke­adaan warganya. Namun ke­napa jawaban dari pejabat Pasbar yang mem­bidangi penya­luran raskin itu seperti itu?

“Kita yakin jawaban yang melukai hati rakyat kecil itu, tanpa sepengetahuan Bupati Pasbar. Mudah-mudahan akan ada solusinya nanti,” kata  Pian dan Ismaini secara terpisah pada Haluan.

Sementara, Wali Nagari Koto Baru, Firdaus Dt R Mangkuto dan Wali Nagari Kapa, Safril, kepada Haluan menyampaikan, sesuai dengan keluhan 14 kejorongan pada dua nagari itu, ratusan KK miskin tidak terdaftar untuk mendapatkan raskin.

Padahal, kata kedua wali nagari itu, dari berbagai sudut pandang, warga tersebut sangat memungkinkan masuk dalam daftar penerima raskin. Namun kenapa mereka tidak masuk dalam daftar?

Firdaus dan Safril ber­harap, hal-hal yang menyang­kut dengan kehidupan dan hajat masyarakat miskin mohon lebih diperhatikan.

Sebagaimana yang dibe­ritakan sebelumnya, Kabag Perekonomian Setda Pasbar, Aljufri, ketika diminta tang­gapannya menyampaikan, data penerima raskin seka­rang sudah akurat. Sudah sesuai dengan ciri-ciri keluarga yang mendapatkan bantuan itu. Dan data itu tidak mung­kin lagi diperbaiki.

Kalau sendainya pihak kejorongan dan nagari me­nolak bantuan raskin itu, sebut Aljufri, raskin tersebut akan diberikan kepada masya­rakat lain. (h/nep)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: