| Ratusan Keluarga Miskin di Pasbar Tolak Raskin |
|
|
|
| Senin, 09 Juli 2012 03:07 | |||
|
PASBAR, HALUAN — Ratusan Kepala Keluarga (KK) miskin di Nagari Koto Baru dan Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mendukung komitmen wali nagarinya yang menolak beras untuk masyarakat miskin (raskin) hingga ada data yang akurat tentang penerima raskin. Mereka sangat kecewa atas ungkapan Kepala Bagian Perekonomian Setda Pasbar, yang mengancam raskin yang seharusnya diedarkan di dua nagari itu, bakal dipindahkan ke kecamatan lain.Ungkapan Wali Nagari Kapa dan Wali Nagari Koto Baru, saat rapat monitoring penyaluran raskin di wilayah kerjanya, merupakan salah satu bentuk kekecewaan atas data penerima raskin yang dipakai sekarang, dan justru bukan berarti menolak hak. “Makanya pejabat yang diangkat pemerintah itu harus pintar dan memang memihak pada rakyat. Bukan hanya menyelesaikan tugas apa adanya,” kata sejumlah masyarakat di Luhak Nan Duo, yang mengaku wajar mendapatkan raskin itu, diantaranya Pian (35), warga Lubuak Pudiang Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo kepada Haluan , di kediamannya, Minggu (8/7). Lain lagi dengan ungkapan Ismaini (47), warga Jorong Sariak, Nagari Koto Baru. Ia juga tidak masuk dalam daftar penerima raskin sekarang. Padahal ia punya empat orang anak. Suaminya sudah meninggal dunia. Untuk membiayai keluarganya, ia harus mencari upah setiap harinya. “Dengan penghasilan sebagai buruh, berapalah yang didapat setiap harinya. Kalau seandainya dapat raskin, tentu sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saya. Namun sayang, oleh pemerintah atau orang yang punya wewenang menentukan penerima raskin, orang seperti saya ini ternyata tidak masuk kategori penerima raskin itu,” katanya. Lebih jauh warga yang harap dengan bantuan raskin itu mengatakan, Bupati Pasbar selalu menyampaikan bahwa pihak kejorongan dan nagari pasti lebih tahu dengan keadaan warganya. Namun kenapa jawaban dari pejabat Pasbar yang membidangi penyaluran raskin itu seperti itu? “Kita yakin jawaban yang melukai hati rakyat kecil itu, tanpa sepengetahuan Bupati Pasbar. Mudah-mudahan akan ada solusinya nanti,” kata Pian dan Ismaini secara terpisah pada Haluan. Sementara, Wali Nagari Koto Baru, Firdaus Dt R Mangkuto dan Wali Nagari Kapa, Safril, kepada Haluan menyampaikan, sesuai dengan keluhan 14 kejorongan pada dua nagari itu, ratusan KK miskin tidak terdaftar untuk mendapatkan raskin. Padahal, kata kedua wali nagari itu, dari berbagai sudut pandang, warga tersebut sangat memungkinkan masuk dalam daftar penerima raskin. Namun kenapa mereka tidak masuk dalam daftar? Firdaus dan Safril berharap, hal-hal yang menyangkut dengan kehidupan dan hajat masyarakat miskin mohon lebih diperhatikan. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Kabag Perekonomian Setda Pasbar, Aljufri, ketika diminta tanggapannya menyampaikan, data penerima raskin sekarang sudah akurat. Sudah sesuai dengan ciri-ciri keluarga yang mendapatkan bantuan itu. Dan data itu tidak mungkin lagi diperbaiki. Kalau sendainya pihak kejorongan dan nagari menolak bantuan raskin itu, sebut Aljufri, raskin tersebut akan diberikan kepada masyarakat lain. (h/nep)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 226 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


DUKUNG KOMITMEN WALI NAGARI