Minggu, 26 May 2013
Menkominfo: Tak Perlu Panik Isu Kiamat Internet 9 Juli PDF Cetak Surel
Senin, 09 Juli 2012 03:12

Jakarta, Haluan — Men­kominfo Tifatul Sembiring mengimbau pengguna internet di Indonesia tidak perlu panik dengan isu kiamat internet, hari ini, Senin 9 Juli 2012. Namun masyarakat tetap diminta waspada dan menge­cek perala­tan komputer dan jaringan internet yang digunakan.

“Saya katakan itu adalah isu dalam artian tidak benar akan terjadi kemacetan masif jaringan internet di Indonesia, besok 9 Juli 2012 (hari ini-red),” ujar Tifatul dalam siaran persnya, Minggu (8/7).

Tifatul membenarkan, me­mang sekitar 4 tahun lalu pernah terjadi serangan masif virus Trojan di Estonia. Kejadian ini sampai melibatkan FBI Amerika Serikat guna menyelidiki kejadian tersebut, hingga diciptakannya anti virus baru.

“FBI pernah merilis 25 negara yang berisiko tinggi terjangkit Trojan, namun Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut. Kebanyakan berjangkit di negara-negara Eropa dan Amerika,” jelas Tifatul.

Tifatul menambahkan, bahwa di Indonesia sendiri pernah dilaku­kan riset oleh peneliti virus, dan tidak ditemukannya perkembangan virus Trojan tersebut.

“Tidak usah panik, namun harus tetap waspada, scan dan bersihkan komputer masing-masing, jangan sembarang membuka kiriman link dari orang-orang tidak dikenal,” ujar Tifatul mengingatkan.

Sejumlah pengguna internet tengah gelisah menunggu kedata­ngan 9 Juli 2012. Pasalnya, pada tanggal tersebut jaringan internet di beberapa negara di dunia dika­bar­kan akan mati. Fenomena ini disebut-sebut sebagai ‘kiamat internet’.

Kehebohan ini bermula dari serangan malware yang disebut DNSCharger, sebuah program jahat yang mampu memanipulasi Domain Name System (DNS) di komputer yang telah menjangkitinya. Baha­yanya lagi pada November 2011 silam virus ini diketahui telah menjangkit ratusan ribu komputer di seluruh dunia.

Nah, untuk memberantas virus tersebut, FBI berencana untuk mematikan sejumlah server yang digunakan untuk memanipulasi DNS palsu di komputer korban. Sebelumnya aksi sapu bersih ini akan dilaksanakan pada 8 Maret 2012, namun demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan, eksekusi diundur hingga 9 Juli 2012.

Alhasil, kehebohan akan koneksi internet lumpuh pun kembali jadi perbincangan kalangan netter. Pada salah satu forum online Tanah Air ternyata cukup banyak postingan yang ikut meramaikan isu tersebut.

Kiamat internet yang disebut-sebut disebabkan oleh DNScharger, yaitu program jahat yang dapat memanipulasi DNS (Domain Name System) di komputer yang sudah dijangkiti. Bahaya malware ini sendiri sudah menjadi perbincangan hangat semenjak bulan November tahun 2011 yang lalu.

Adapun hubungan kiamat inter­net dengan keberadaan malware DNSCharger terkait dengan rencana FBI untuk mematikan sejumlah server yang digunakan untuk mema­nipulasi DNS palsu di korban. Aksi untuk membersihkan malware dengan cara mematikan seluruh server internet yang sudah terjang­kiti ini rencananya akan dilak­sanakan pada 8 Maret 2012. Untuk meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan, maka rencana mema­tikan server tersebut diundur hingga 9 Juli 2012.

Dengan beredarnya isu pember­sihan malware oleh FBI dengan cara mematikan banyak server internet, membuat isu bahwa akan terjadi kiamat internet 9 Juli 2012 juga turut mengemuka. Melalui beberapa forum internet dan juga situs jejaring sosial informasi inipun kian menge­muka. Tetapi sepertinya isu kiamat internet ini tidak akan terjadi, sebab seperti diketahui sejauh ini pembuat malware DNSchanger sudah ditang­kal, dan semenjak itu keberadaan program jahat itupun sudah kian menyusut secara drastis. (h/naz/dari berbagai sumber)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy