Sabtu, 01 November 2014
Persiapan di Tahun Ajaran Baru PDF Cetak Surel
Selasa, 10 Juli 2012 02:24

TAHUN ajaran baru telah tiba, anak-anak yang sudah bersekolah tentu tak sabar menanti-nantikannya. Ya, anak akan bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Baik yang sudah ataupun yang baru akan bersekolah. Apabila tahun ajaran ini adalah tahun pertama sekolah bagi anak yang baru mau memulainya.

Persiapan masuk sekolah terlihat menakutkan dan membuat anak cemas. Peru­bahan yang terjadi saat pertama masuk sekolah cukup besar bagi anak. Di hari-hari pertama sekolah biasanya ada beberapa anak yang masih suka menangis karena berada di lingkungan barunya.

Ini dapat dimaklumi, kare­na anak yang biasanya berada di rumah hampir sepanjang hari bersama orang tuanya. Kali ini mereka harus berada di tempat baru bersama orang-orang yang baru dike­nalnya selama beberapa jam. Tentu pengalaman baru ini membuat anak tegang dan merasa tidak nya­man,”­terang­nya.

Untuk itu, sebagai orang tua sangat penting untuk mendukung anak melewati masa transisi ini. Sebaiknya perkenalkan terlebih dahulu konsep dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah jauh-jauh hari sebelum anak masuk sekolah untuk pertama kalinya.

Ada beberapa tips berikut yang dapat membantu Anda menyiapkan anak ber­se­mang­at masuk sekolah untuk pertama kalinya :

Sebaiknya orangtua sebelum memasukkan anak ke sekolah, kenalkan dahulu tentang lingkungan sekolah.

Seminggu sebelum sekolah, ajak lagi anak untuk membaca bersama aturan sekolah. Orangtua pun penting memastikan ulang bahwa sang anak tahu letak rumah dan sekolahnya. Karena itu, anak perlu paham benar rute dari rumah ke sekolah. Alang­kah baiknya mendaftar anak di sekolah yang letaknya tidak jauh dari rumah.

Kegiatan rutin harian anak pun mulai dipersiapkan sesuai jadwal sekolah. Artinya, mengatur jam tidur anak dan ia harus bangun beberapa jam menjelang masuk sekolah. Bicarakan bersama anak apa saja kira-kira yang akan dialaminya esok hari pada hari pertamanya disekolah. Ajak dia menyiapkan seragam yang sudah disetrika, se­patu,dan kaus kakinya.

–        Hari pertama masuk sekolah doronglah anak mela­kukan persiapan kebe­rang­katan sendiri. Upayakan pada hari pertama, anak diantar sendiri oleh orangtua. Penting menunjukkan sikap atau wajah gembiranya saat mele­pas anak masuk kelas, agar anak merasa mendapat doro­ngan semangat yang besar.  Selain itu Jangan merusak “mood”anak sejak bangun tidur, dengan memarahi atau membuat anak menangis.

Bersabarlah pada beberapa hari pertama, karena anak masih dalam masa transisi mengenal lingkungan barunya. Saat santai ajaklah anak untuk berbicara dengan Anda dari hati ke hati. Beri­kan semangat dan buat anak merasa lebih bangga dengan mengatakan bahwa dia seka­rang bukan anak kecil lagi, tapi sudah menjadi anak “besar”karena sudah masuk sekolah.

Terkadang bukan hanya anak yang cemas de­ngan kegiatan baru ini, tapi juga orang tua bisa khawatir berlebihan menjelang anak masuk sekolah. Jangan tun­jukkan perasaan cemas Anda pada anak, sebaiknya tun­jukkan rasa percaya diri karena perasaan anak bisa terbawa dari perasaan Anda.

Jika anak takut ditinggal, temani anak di dalam kelas, biasanya di hari pertama atau minggu perta­ma pihak sekolah mengijinkan orang tua masuk. Pelan-pelan Anda coba jaga jarak, dari duduk di samping, kemudian di belakang kelas, kemudian di luar kelas tapi pada posisi anak bisa melihat Anda. Sampai akhirnya anak Anda bisa menyesuaikan diri dan bisa di tinggal

–        Sebelum masuk sekolah. Yakinkan anak bah­wa Anda akan bersamanya lagi setelah waktu sekolah selesai. Anak akan merasa lebih mudah dengan “perpi­sahan sementara”ini dengan Anda karena percaya bahwa Anda akan datang menjem­putnya nanti.

Di minggu-minggu awal masuk sekolah bahkan bisa lebih, biasanya banyak anak yang menangis. Tangi­san mereka merupakan bentuk dari kecemasan yang belum hilang atau kurangnya rasa percaya diri pada anak. Atasi reaksi menangisnya segera, karena apabila tidak diatasi bisa jadi dapat menye­babkan anak tidak mau pergi ke sekolah sama sekali.

Sebaiknya anak dan Anda tiba lebih awal pada hari pertama masuk sekolah. Keterlambatan di hari perta­ma dan ketegangan karena terburu-buru bisa merusak suasana hati di hari pertama sekolahnya. Hal ini tentunya menumbuhkan pengalaman yang kurang menyenagkan buat si anak. Tentu Anda tidak mau hal itu terjadi pada si kecil bukan?

Setelah pulang seko­lah, bicarakan tentang kesan­nya pada hari pertama di sekolah. Jangan lupa, ajak anak Anda berdo’a agar dia berani.

Jika setelah melakukan beberapa cara di atas  tetap tidak bisa mengurangi kece­masan anak, tambah takut atau tidak mau sekolah, maka cobalah untuk berkomunikasi dengan gurunya atau psikolog untuk  membantu anda meme­cahkan masalah tersebut. Dan ingat, bersabarlah menghadapi anak Anda, karena anak anda butuh proses untuk bera­daptasi. (h/ktm)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: