| Partai Xanana Kuasai DPR |
|
|
|
| Selasa, 10 Juli 2012 02:53 | |||
|
DILI, HALUAN — Partai perdana menteri Timor Leste, Xanana Gusmo berhasil meraih kursi mayoritas parlemen dalam pemilihan umum parlemen. Partainya, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT) diperkirakan akan memegang 31 dari 65 kursi parlemen. Mereka juga sepertinya akan membentuk koalisi partai untuk negosiasi pembentukan pemerintahan, Senin. Parlemen terpilih akan menentukan apakah mengizinkan PBB menarik keluar penjaga perdamaian dari Timor Leste pada akhir tahun, seperti direncanakan. Juru bicara Sekretariat Teknikal untuk Administrasi Pemilu, Saturnino Babo, mengungkapkan oposisi sayap kiri, Fretilin diperkirakan akan memperoleh 24 kursi.Partai Demokratik, koalisi CNRT, akan mendapatkan delapan kursi. Sedangkan partai Frente-Mudanca memiliki dua kuris. CNRT telah berkampanye dengan platform investasi jangka panjang dalam proyek-proyek infrastruktur utama, seperti jalan, listrik, dan air. Sementara, Fretilin, identik dengan perjuangan pro-kemerdekaan, berjanji untuk menghabiskan pendapatan minyak untuk mengangkat tingkat pendidikan dan perekonomian. Wakil Presiden Partai Demokratik, Lurdes Bessa mengatakan pembicaraan pembentukan koalisi dengan CNRT telah dimulai. Partainya akan mendukung Xanana Gusmao, yang diperkirakan akan mempertahankan posisi sebagai perdana menteri. Xanana Gusmo, bekas pimpinan tentara pemberontak pembebasan Timor Leste, telah menjabat sebagai presiden selama lima tahun, setelah kemerdekaan Timor Leste pada 2002. Kemudian menjabat sebagai perdana menteri pada 2007. Kantor PBB melihat pemilu parlemen Minggu sebagai tes terakhir yang akan memutuskan apakah akan mempertahankan 1.300 penjaga perdamaian, dan staf keamanan dalam enam bulan ke depan. Misi PBB untuk Timor Leste telah menempatkan 3.000 tentara, polisi dan pasukan sipil sejak 2006. Penjaga perdamaian memiliki mandat untuk memulihkan keamanan, setelah krisis politik 2006, di mana puluhan orang tewas dan puluhan ribu mengungsi. Pemilu presiden dilaksanakan Maret-April lalu telah berjalan dengan damai dan tidak ada kekerasan besar terkait pemilihan parlemen. Timor Leste telah menjadi salah satu negara paling miskin di dunia. “Risiko terbesar adalah kemiskinan,” kata Presiden Timor Leste, Tamar Matan Ruak, yang mendukung CNRT. Situasi Timor Leste di 2012 sedikit berbeda dengan ketika 2006 dengan aparat kepolisian nasional Timor Leste jauh lebih besar, dengan lembaga parlemen dan yudisial berjalan lebih baik. Akan tetapi secara ekonomi, meski perekonomian Timor Leste telah tumbuh 9,9 persen pada 2007-2010, tingkat pengangguran masih tinggi, lebih dari 20 persen. Sebagian besar pertumbuhan ekonomi Timor Leste telah didorong oleh pendapatan minyak dengan nilai investasi minyak bumi mencapai US$ 8 miliar pada September tahun lalu.(h/afp)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 103 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


