Kamis, 23 May 2013
Partai Xanana Kuasai DPR PDF Cetak Surel
Selasa, 10 Juli 2012 02:53

DILI, HALUAN — Partai perdana menteri Timor Leste, Xanana Gusmo berhasil me­raih kursi mayoritas parlemen dalam pemilihan umum parle­men. Partainya, Kongres Nasi­o­nal untuk Rekonstruksi Ti­mor (CNRT) diperkirakan akan memegang 31 dari 65 kur­­si parlemen. Mereka juga se­pertinya akan membentuk koa­lisi partai untuk negosiasi pem­bentukan pemerintahan, Senin.

Parlemen terpilih akan menentukan apakah mengi­zinkan PBB menarik keluar penjaga perdamaian dari Timor Leste pada akhir tahun, seperti direncanakan. Juru bicara Sekretariat Teknikal untuk Administrasi Pemilu, Saturnino Babo, mengungkap­kan oposisi sayap kiri, Fretilin diperkirakan akan mempe­roleh 24 kursi.

Partai Demokratik, koalisi CNRT, akan mendapatkan delapan kursi. Sedangkan partai Frente-Mudanca memi­liki dua kuris. CNRT telah berkampanye dengan platform investasi jangka panjang dalam proyek-proyek infra­struk­tur utama, seperti jalan, listrik, dan air. Sementara, Fretilin, identik dengan perju­angan pro-kemerdekaan, ber­jan­ji untuk menghabiskan pendapatan  minyak untuk mengangkat tingkat pendidi­kan dan perekonomian.

Wakil Presiden Partai Demokratik, Lurdes Bessa mengatakan pembicaraan pembentukan koalisi dengan CNRT telah dimulai. Partai­nya akan mendukung Xanana Gusmao, yang diperkirakan akan mempertahankan posisi sebagai perdana menteri. Xanana Gusmo, bekas pim­pinan tentara pemberontak pembebasan Timor Leste, telah menjabat sebagai pre­siden selama lima tahun, setelah kemerdekaan Timor Leste pada 2002. Kemudian menjabat sebagai perdana menteri pada 2007.

Kantor PBB melihat pe­mi­lu parlemen Minggu sebagai tes terakhir yang akan memu­tuskan apakah akan memper­tahankan 1.300 penjaga perda­maian, dan staf keamanan dalam enam bulan ke depan. Misi PBB untuk Timor Leste telah menempatkan 3.000 tentara, polisi dan pasukan sipil sejak 2006. Penjaga perdamaian memiliki mandat untuk me­mulihkan keamanan, setelah krisis politik 2006, di mana puluhan orang tewas dan puluhan ribu mengungsi.

Pemilu presiden dilaksa­nakan Maret-April lalu telah berjalan dengan damai dan tidak ada kekerasan besar terkait pemilihan parlemen. Timor Leste telah menjadi salah satu negara paling miskin di dunia. “Risiko terbesar adalah kemiskinan,” kata Presiden Timor Leste, Tamar Matan Ruak, yang mendukung CNRT.

Situasi Timor Leste di 2012 sedikit berbeda dengan ketika 2006 dengan aparat kepolisian nasional Timor Leste jauh lebih besar, dengan lembaga parlemen dan yudi­sial berjalan lebih baik. Akan tetapi secara ekonomi, meski perekonomian Timor Leste telah tumbuh 9,9 persen pada 2007-2010, tingkat pengang­guran masih tinggi, lebih dari 20 persen.

Sebagian besar pertumbu­han ekonomi Timor Leste telah didorong oleh pendapatan minyak dengan nilai  investasi minyak bumi mencapai US$ 8 miliar pada September tahun lalu.(h/afp)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: