Kamis, 23 Oktober 2014
Pembangunan Vihara Diprotes PDF Cetak Surel
Rabu, 11 Juli 2012 01:41

TANJUNG PINANG, HALUAN— Front Pembela Islam (FPI) Kepulauan Riau pimpinan Hazarullah Aswad memprotes pembangunan  Vihara Eka Dharma di Jalan Soekarno-Hatta, Tanjungpinang, Kepri, Senin (9/7).

Dalam aksinya, puluhan massa FPI, yang mengenakan baju dan seragam putih mendatangi Vihara Eka Dharma.

Dalam orasinya, Hazarullah Azwad mengatakan sangat tidak setuju dengan pembangunan vihara di jalan protokol tersebut. Sedangkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diperoleh, dikatakannya merupakan manipulasi yang dilakukan panitia pembangunan vihara, yang disertai pemberian uang pada warga sekitar agar mendapat persetujuan. “Kami minta vihara ini dihentikan pembangunannya,” katanya.

Disebutkannya, berdasarkan inves­tigasi dan survei izin vihara yang dilakukan, tanda tangan rekomendasi pembangunan rumah ibadah dari warga itu dinilainya sarat dengan manipulasi, demikian juga rekomendasi dari FKUB Tanjungpinang.

“Saat permintaan tandatangan tetangga lingkungan, kalau ada orang yang tidak setuju tidak didatangi. Begitulah, modus mereka dan ini manipulatif betul-betul. Kami tahu, masyarakat yang didatangi itu dibe­rikan uang,” kata Hazarullah Aswad lagi.

Selain itu, massa FPI juga menya­takan di kalau era Kapolres AKBP Arif Sulistianto dulu, pelaksanaan pembangunan vihara itu sempat ditutup, karena sudah banyak berdiri vihara di Tanjungpinang.

Ironisnya, di depan bangunan Vihara, secara jelas terpampang IMB yang dikeluarkan Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan nomor 1183 tahun 2011, milik Alex dengan jenis bangunan Pembangunan Vihara Eka Dharma, berupa bangunan satu unit bangunan empat lantai di Jalan Soekarno-Hatta. Sementara Alex selaku pemilik vihara, terlihat tidak berada di tempat.(hk/cw53)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: