Rabu, 27 Agustus 2014
Disiplin Dimulai dari Diri Sendiri PDF Cetak Surel
Jumat, 18 Februari 2011 00:18

ASMUDDIN, SH, MH

Kedisiplinan bagi Asmuddin, SH, MH, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Padang merupakan suatu hal yang sangat penting.

Tak jarang dalam menegakkan disiplin, sikap  Asmuddin yang tegas membuat orang yang belum begitu mengenalnya akan takut.

Hakim yang pernah menyi­dang­kan tersangka teroris bom Bali ini, bahkan sempat dijuluki  hakim  “killer”, karena suaranya yang keras dan lantang. Apalagi dalam menegakkan disiplin, lelaki yang memulai karirnya sebagai hakim pada 1989 ini memang tak pandang bulu. Dia tak segan-segan me­ngusir seorang jaksa dari ruang sidang, jika tidak mematuhi aturan tata tertib persidangan.

Namun di balik sikapnya yang tegas dan suaranya yang lantang,  suami dari Rahmilis, guru SMA 2 Padang ini ter­nyata sangat ramah dan bisa juga  bergurau. Lelaki kelahiran, 20 September 1958 ini, ternyata tak segarang, saat memimpin persidangan.

Dalam menegakkan disiplin, menurut ayah dari Mulia Fadilah ini, harus dimulai dari diri sendiri. Sementara untuk mene­rapkannya terhadap bawahan atau orang lain, perlu cara dan trik, karena tidak semua orang sama. “Ada orang perlu dikerasi dan ada yang hanya diberitahu secara biasa saja,” ujar mantan Ketua PN Bukittinggi ini.

Selain dikenal tegas dalam menegakkan kedisiplinan, H. Asmuddin, juga terkenal dalam ketegasannya dalam menyidangkan setiap kasus. Baginya, siapa yang salah pasti dihukum dan yang tidak akan dibebaskannya.  Siapa saja yang mencoba-coba minta bantuannya, dipastikan akan mendapat jawaban yang  mengecewakan. Jawabannya, dipastikan sama, “seluruhnya tergantung yang terungkap di persidangan. Jika memang ada pertimbangan meringankan, pasti akan diringankan”.

Begitulah, selalu hakim yang hobbi jalan pagi ini bersikap,  saat  menghadapi orang yang mencoba minta bantuannya, baik terhadap mereka yang kaya maupun yang miskin.  Sikap tegasnya itulah yang membuat hakim bom Bali ini tak begitu disukai mereka yang sekarang lebih dikenal dengan markus. (h/ynt)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: