Senin, 20 Oktober 2014
Pedagang Bunga Kebanjiran Rezeki PDF Cetak Surel
Senin, 16 Juli 2012 01:26

ZIARAH JELANG RAMADAN

PADANG, HALUAN—Menjelang memasuki awal Ramadhan sejumlah tempat pemakaman umum di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai ramai dikunjungi peziarah makam keluarganya. Tak ayal, momentum ini dimanfaatkan peda­gang bunga musiman untuk mengais rezeki.

“Pendapatan bisa lebih banyak dibanding hari biasa. Kalau hari biasa hanya Rp50 ribu tapi hari ini dan kemarin, lebih Rp300 ribu,” aku Jhoni, pedagang bunga ditemui di TPU Tunggul Hitam, Padang, kemarin.

Menurut dia, setiap tahun memasuki Ramadhan, atau hari terakhir, di tempat pemakaman umum (TPU) Tunggul Hitam ramai dikunjungi peziarah, bukan hanya dari kota Padang saja, orang di luar daerah pun berdatangan untuk memberi penghormatan kepada mediang ke­luar­ga dan kerabatnya. “Ini kesempatan, dan kami tidak ingin menyia-yiakan berapa pun harga ditawarkan rata-rata mereka beli,” tambahnya.

Ditempat lain, TPU Batu Loyo, beberapa pedagang bunga musiman pun merasakan dampak ekonomi yang dirasakan cukup membantu. Tak hanya itu, sejumlah anak-anak yang tinggal di sekitar TPU pun ikut mendapat rezki dengan membantu membersikan kubur hingga menjadi tukang parkir kendaraan.

“Kami hanya bantu-bantu saja, kan dikasih uang membersikan kuburan, lumayan buat jajan,” kata Erik salah satu anak-anak usai membersihkan kuburan di TPU Tunggul Hitam.

Bukan hanya pedagang bunga keciprat rezeki, pengemis pun keba­gian. Namun, sangat disayangkan sejumlah pengemis dan anak jalanan terkesan memaksakan meminta uang dengan berdalih belum makan dan alasan lainnya.

“Sudah diberi satu yang lain juga ikutan sambil mendesak-desak, membuat emosi saja, tadinya ikhlas mau dibagai, malah dirampas akhir­nya tidak kebagian semua,” tandas Suryani, yang berprofesi sebagai guru disalah satu SMP negeri di Kota Padang.

Harga kembang kuburan yang biasanya dijual per bungkus hanya Rp2.000, sekarang naik menjadi Rp3.000 hingga Rp5.000 perbungkus.

Namun tidak menjadi masalah buatnya karena momen ziarah pada hari menjelang ramadhan ini jauh lebih membahagiakan dibandingkan dengan materi.

Semua penjual bunga untuk ziarah kubur mengalami peningkatan penjua­lan, dagangan mereka laris terjual. Sampai banyak pembeli yang tidak menjumpai bunga yang dipajang di saung penjualan, karena di atas pukul 11.00 Wib dagangan bunga sudah habis. Pedagang bunga lainnya, Jubil mengaku, hingga siang sebanyak 105 bungkus kembang dagangannya habis terjual.

Sejumlah Pedagang lainnya juga ditemui hampir disepanjang jalan yang ada di kota Padang, misalnya saja di pasar Siteba dan pasar Alai. (h/cw-hel)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy