Kamis, 23 May 2013
Istri Korban Minta Pelaku Segera Ditangkap PDF Cetak Surel
Sabtu, 21 Juli 2012 02:10

PEMBUNUHAN DI SP PLAZA

SAGULUNG, HALUAN — Indri (23), istri korban pem­bunuhan Muhammad Syafril (26) di blok I nomor 10 SP Plaza, Batam mendatangi Mapolsek Sagulung kemarin.

Ditemani orang tuanya, kakak ipar serta kerabat dekat, istri korban meminta pihak kepolisian agar segera menangkap dan mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Hingga saat ini polisi belum juga berhasil menangkap pelaku pembunuhan berencana yang didalangi Kasat Satria (26) bersama seorang teman­nya bernama Eko. Padahal, Polisi sudah mengantongi identitas kedua pelaku dan mengetahui ciri-ciri pelaku dengan jelas.

“Masa sudah selama dua kali 24 jam, pelaku pem­bunuhan berencana ini belum juga berhasil di tangkap. Padahal, Polisi sudah menge­tahui identitas, ciri-ciri fisik pelaku bahkan nomor ponsel­nya,” ujar Indri sedih, saat memberikan keterangan se­bagai saksi korban dan hasil visum dan rontgen kepada penyidik.

Dengan di dampingi oleh anggota DPRD Kota Batam, Nurita Aslinda, pihak keluarga berharap agar jangan sampai kasus itu berlarut-larut. Karena, kalau kelamaan bisa jadi pelaku pembunuhan keji tersebut kabur keluar daerah.

Sedangkan kakak kandung korban, Muhammadd Andi yang di dampingi orang tua serta kerabat dekat korban mengatakan, berdasarkan hasil visum dan hasil rontgen dari rumah sakit terlihat peristiwa yang terjadi jelas pembunuhan keji dan beren­cana. Korban mengalami luka yang mematikan di bagian kepala, dan punggung kanan yang tembus ke jantung.

“Di sini jelas wa adik saya ditikam dari belakang oleh KS dan temannya. Lantaran, hasil visum tampak, tikaman yang mematikan itu di bagian punggung kanan yang tembus ke jantung. Kemudian dilan­jutkan dengan penusukan dari depan dan lainnya, hingga enam tusukan. Karena, keha­bisan darah, akhirnya adik saya mengembuskan nafas terakhir di RSUD,” ungkap Andy yang juga ketua PAC partai PKNU di Kecamatan Batuaji ini dengan tegas.

Ditambahkannya lagi, berdasarkan hasil visum ter­sebut, tampaknya pelaku memang sudah berniat untuk menghabisi korban. Ia ditusuk pada tempat-tempat sentral yang mematikan. Padahal, korban juga merupakan teman pelaku yang sudah lama kenal.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung, AKP Eddy Buce mengatakan, pihaknya be­rusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap, dan me­nan­g­kap pelaku kasus pem­bunuhan berencana itu. Hing­ga saat ini tim kerja polisi sedang bekerja melacak ke­beradaan pelaku. Dengan dibantu tim buser dari Polres Barelang, mudah-mudahan pelaku segera di tangkap.

“Saat ini cuma menunggu waktu saja untuk penang­kapan kedua pelaku, karena, ciri-ciri fisik, wajah dan tempat tinggal pelaku sudah diketahui. Berdasarkan hasil pemantauan nomor telepon yang digunakan pelaku, ke­beradaan tersangaka sudah terdeteksi yaitu, KS sedang berada di sekitar Batumerah,” terang Eddy.

Informasi di lapangan dan pihak keluarga, kejadian ini berawal dari masalah pena­gihan uang hasil penjualan handphone korban kepada tersangka. Korban sudah sering menagih piutangnya kepada pelaku, tapi pelaku selalu berjanji yang tidak ada kepastian.

Awalnya, pelaku yang saat ini masih dalam persem­bunyiannya, menjualkan se­buah telepon selular milik korban. Namun hasil pen­jualan itu dipergunakan dulu h pelaku.Karena korban mem­butuhkan uang, maka ia menagih uangnya kepada pelaku. Bukan uang yang didapat korban, namun terjadi adu mulut. Akhirnya berujung kepada perkelahian antara korban dan pelaku. Sebelum­nya, ada dua orang rekan korban dan pelaku tidak mampu memisahkan per­kelahian tersebut.

Diduga karena pelaku panik belum bisa meng­ganti­kan uang milik korban, ia langsung mengeluarkan se­bilah pisau dan menikam korban berkali-kali.

“Dengan enam tusukan, korban langsung tumbang dan terkapar bersimbah darah. Saksi mata yang melihat kejadian itu, tidak berani untuk menolong,” ujar penyidik di Polsek Sagulung.

Mengetahui kejadian ini, istri dan keluarga korban langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Na­mun karena darah korban keluar terlalu banyak, akhir­nya nyawanya tidak dapat dise­lamatkan ketika dibawa ke Ru­mah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) Embung Fatima.(hk/cw41)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: