Jumat, 22 Agustus 2014
Gara-Gara Miras, Teman Dibunuh PDF Cetak Surel
Senin, 23 Juli 2012 01:32

BATAM, HALUAN—Bados alias Arif (35), warga Batumerah RT 27 RW 08 Batuampar, Batam tewas me­nge­naskan sete­lah dikeroyok dela­pan  temannya, Sabtu (21/7) dini­hari.

Kejadian sekitar pukul 01.30 WIB tersebut berawal dari keter­singgungan salah seorang pelaku terhadap ulah korban. Pasalnya, korban membuang minuman keras  jenis anggur yang dibawa pelaku yang datang untuk mena­nyakan barang pesanan mereka yakni seekor anjing.

Tidak terima direndahkan seperti itu, pelaku yang jumlah awalnya dua orang itu langsung menghubungi temannya yang lain. Dalam keadaan tidak terkendali akibat pengaruh alkohol, pelaku bersama teman-temannya terse­but langsung mengeroyok korban.

Jalu, teman satu kos korban juga menjadi sasaran pelaku. Beruntung, saat pelaku menge­royok korban, Jalu berhasil melarikan diri mencari bantuan sehingga berhasil selamat. “Saat pelaku mengeroyok korban, saya melarikan diri mencari bantuan, setelah itu kembali lagi ke sini setelah kondisi aman. Dan kita temukan Bados dalam kondisi luka parah di dasar tebing,” tutur Jalu saat diperiksa penyidik.

Setelah dipukuli dan ditikam, Arif lalu dibuang ke tebing yang berada di sebelah tempat kosnya. Lantas, para pelaku langsung meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Keberadaan Arif di dasar tebing itu diketahui setelah suaranya untuk meminta tolong dan didengar warga sekitar.  Sejumlah warga kemudian meng­ang­kat tubuh Arif yang sudah berlumuran darah dari dasar tebing. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya dengan meng­gunakan mobil pick up milik warga untuk mendapat perto­longan. Namun, nyawa Arif tidak berhasil diselamatkan tim dokter.

“Kita dengarnya waktu bangun sahur sekitar pukul 02.30 WIB, penasaran dengan suara tersebut kita langsung mencari bersama warga lainnya. Alangkah terkejutnya ketika jumpai, suara tersebut adalah suara Bados,” tutur Yanto, salah seorang tetangga korban yang ikut mem­bantu mengangkat tubuh korban dari dasar tebing.

Jalu mengaku tidak menge­tahui pasti apakah korban meninggal dalam perjalanan atau di rumah sakit. “Saya tidak tahu apakah dia meninggal dalam perjalanan atau saat di rumah sakit,” kata Jalu.

Setelah nyawanya tidak terto­long lagi, jenazah Arif dibawa dari RSBK ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang untuk divi­sum. Berdasarkan hasil visum yang dilakukan Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Kepri, Arif meninggal akibat terkena tusukan benda tajam dan puku­lan benda tumpul di bagian kepala, dada dan kaki.

Dokter Novita dari Tim Dokkes Polda Kepri yang melakukan visum mengatakan, terdapat banyak luka akibat tusukan benda tajam dan pukulan benda tumpul di sekujur tubuh korban. “Kita belum tahu pasti berapa kali korban dibacok. Karena lukanya sudah dijahit. Namun yang jelas, korban menga­lami luka di bagian kepala. Kemungkinannya itu sampai pada tempurung kepala,” terang Novi.

Menurutnya, perlu atau tidak­nya dilakukan otopsi tergantung dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian serta persetujuan keluarga korban.

Sementara itu di RSBP, tidak seorang pun keluarga dan teman dekat korban yang datang mela­yat. Ciri-ciri korban berpe­rawakan tinggi, berambut gon­drong dan di dada terdapat tato bertuliskan ‘Bados’.

Pelaku Ditangkap

Sementara itu, Kapolsekta Batuampar Kompol Zaenal Abi­din mengatakan, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku dalam waktu dua jam, setelah mendapatkan laporan dari teman korban, Jalu. “Setelah mendapat­kan laporan kita langsung berge­rak menuju TKP. Di sana kita lihat tubuh korban sudah bersim­bah darah terkena tusukan pisau lipat di bagian dada sebelah kiri. Selain itu juga di bagian kepala terkena pukulan pipa besi,” tuturnya.

Menurut Zaenal, pihaknya membentuk dua tim untuk mela­cak dan menangkap para pelaku. Penyisiran dilakukan sejak pukul 06.30 hingga pukul 08.30 WIB. Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap di dua tempat berbeda.

“Pelaku yang kami amankan di ruli Mekar Wangi Oasis Jodoh atau tidak jauh dengan lokasi lokalisasi Bukit Senang di antaranya, Pujo Pamungkas, Adi Nugroho alias Ateng dan Suwanto alias Bejo. Sedangkan empat pelaku lagi yang diamankan di Perumahan Delta Villa Sekupang, yakni Wibowo alias Tukiman, Kadim alias Katim, Adi dan Samsul alias Blong. Sementara Mbok masih buron,” terangnya.

Zaenal mengatakan tubuh para pelaku penuh dengan tato, sama halnya dengan dua korban, Arif dan Jalu.

Ketujuh pelaku yang berhasil ditangkap hingga berita ini dibuat, masih menjalani peme­riksaan di Markas Polsek Batu­ampar. Atas perbuatannya, ketujuh tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Keluarga Belum Dijumpai

Hingga kemarin jasad Bados masih disemayamkan di RS BP, Sekupang. Agus salah seorang yang telah kenal lama dengan korban yang sejak mengetahu kematian rekannya itu terus menghubungi teman-teman yang mengenal korban. Namun hingga kini juga belum diketahui kam­pung asal kawannya itu.

“Memang kita tahu, dia asalnya Tulungagung. Namun kita tidak tahu jelasnya alamat sebenar keluarganya di sana,” tutur Agus kepada Haluan Kepri, Minggu (22/7).

Korban pernah punya istri di sana. Namun tidak berapa lama kemudian cerai. Dari yang diceri­takan korban semasa hidupnya, dia ada keluarga di Tulungagung. Namun ketika di minta bantuan teman-teman di sana, orang yang dikenal korban telah meninggal.

“Kita sudah lacak tempat keluarga korban, seperti yang dikatakan korban semasa hidup­nya. Memang lokasinya dijumpai, tetapi yang dikenal korban orangnya telah meninggal. Bah­kan pihak keluarga orang itu menga­takan kalau korban bukan keluar­ganya melainkan rekan kerja,” terang Agus.

Sementara itu, Jalu teman satu kos korban mengatakan, dia juga tidak mengetahui pasti alamat keluarga korban. Karena dirinya kenal sama korban belum lama, namun kita tetap berusaha untuk mencari informasi kebera­daanya keluarganya.

“Saya kenal sama almarhum juga belum lama, dan dia juga jarang bercerita tentang keluar­ganya. Akan tetapi kita tetap berupaya untuk melacak kebera­daan keluarganya,” tutur Ja­lu.(hk/cw-62/56)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: