| Sijunjung 62 Tahun Fokuslah Membangun |
|
|
|
| Jumat, 18 Februari 2011 02:24 | |||
|
Hari ini, Kabupaten Sijunjung (d/h Sawahlunto/Sijunjung) genap berusia 62 tahun. Sebuah usia yang tidak bisa dikatakan muda lagi. Perjalanan panjang yang hampir sepanjang sejarah kemerdekaan telah menjadikan Kabupaten Sijunjung menjadi sebuah daerah otonomi yang bertumbuh pesat. Kabupaten yang dibentuk pada 28 Februari 1949 kemudian diubah namanya menjadi Kabupaten Sijunjung melalui Peraturan Pemerintah No 25 tahun 2008. Ini mengingat Sawahlunto sudah lama menjadi Kota yang otonom. Pada 2004 hampir separuh wilayah bagian selatan Kabupaten ini dimekarkan menjadi Kabupaten baru yakni Kabupaten Dharmasraya.Geografisnya yang cukup banyak dataran dan sebagian besar berada di dataran rendah membuat potensi hutan dan pertaniannya sangat besar. Belum lagi Sijunjung juga terkenal dengan deposit mineralnya dari batu bara, biji besi sampai emas dan Migas. Saat ini Sijunjung tidak lagi sebagai wilayah Kabupaten nomor tiga besar di Sumatera Barat tetapi menjadi nomor dua kecil. Dengan demikian geliat pertumbuhannya diperkirakan bisa menjadi lebih cepat. Ia tidak lagi daerah yang tambun dan lamban karena luasnya wilayah. Dalam usia yang sudah mememasuki tahun ke-63, Kabupaten Sijunjung memang sudah harus menunjukkan kepada rakyat setempat arti dari sebuah kemajuan pembangunan di segala bidang. Jika pada lima tahun sebelumnya pembangunan Sijunjung di arahkan kepada penataan kembali sistem dan pola pembangunan di segala bidang kehidupan, maka pada lima tahun ke depan Sijunjung mestinya sudah dapat memperlihatkan terjadinya pemantapan dari hasil penataan sebelumnya. Ditilik dari RPJMD periode kedua (2011-2016) maka Sijunjung sudah harus menekankan peningkatan kemajuannya dalam penguatan perekonomian daerah yang berbasis potensi riil daerah. Artinya apa-apa yang ada dalam bumi Sijunjung hendaknya benar-benar bisa memacu laju pertumbuhan ekonomi dareah ini. Secara sadar, Sijunjung tidak boleh lagi melihat dengan penuh kebanggaan bahwa selama ini ada perkebunan yang luas di wilayah selatan. Karena wilayah itu seluruhnya sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Dharmasraya.Oleh karena itu dengan pitensi yang ada sekarang, Sijunjung mesti melihat dan menatap masa depannya dengan penuh percaya diri dan membangun banyak inovasi bagi kemaslahatan masyarakatnya. Memang, dari segi kemandirian kita yakin belum akan tercapai. Artinya pertumbuhan Sijunjung masih memerlukan perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi, para perantau, investor dan perbankan. Karena itu pemerintah Kabupaten Sijunjung sangat tergantung kepada bagaimana birokrasi yang bekerja di bawah pimpinan Bupati yang sekarang memainkan peranannya. Yakni memainkan peran untuk berkomunikasi dengan baik mengajak sebanyak mungkin investasi ke Sijunjung.Mengajak investasi ke satu daerah tentu merupakan tujuan semua daerah. Tetapi jelas itu tidaklah gampang. Investor tak gampang diyakinkan apalagi dengan cara-cara selama ini yang hanya sekedar menghimbau-menghimbau saja. Pemberian insentif dan kemudahan lain bagi investor sangat perlu. Dan Pemkab Sijunjung juga mesti memiliki display yang mudah dipahami, komplit, terukur dan valid untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi para investor. Investor sangat memerlukan kejelasan visi dan misi satu daerah agar tidak terlanjur berinvestasi kemudian justru jadi berbenturan dengan visi misi daerah tersebut. Hingga saat ini agaknya Sijunjung masih akan lebih baik fokus kepada pengembangan pertanian berbasiskan potensi lokal dan komoditi unggulan. Program stategisnya semisal pengembangan dan optimalisasi tanaman karet, peningkatan produktivitas sapi potong, pengembangan perikanan, khususnya pengembangan BBI dan peningkatan sistem pertanian yang terintegrasi (farming Integration ) antara perkebunan jagung, kakao dengan pakan ternak dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. Jadi jika Sijunjung lebih fokus ke sektor ini tentu hasilnya akan dapat dirasakan lebih cepat oleh rakyat. Karena itu tidak perlu harus ikut-ikut mengembangkan pariwisata yang sebenarnya masih butuh waktu lama bagi Sijunjung untuk mendapatkan competitive advantege dibanding daerah lain yang lebih pas untuk pengembangan pariwisata. Begitu juga pengembangan kawasan urban rasanya masih akan lama untuk bisa ditangkap manfaatnya oleh rakyat. Karenanya pada usianya yang sudah 62 tahun ini Sijunjung mesti memfokuskan pengembangannya pada potensi besar yang dimiliknya yakni pertanian dan pertambangan. Dirgahayu Sijunjung.***
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 420 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


