Minggu, 19 May 2013
Pemerintah Pantas Dikritik Keras PDF Cetak Surel
Selasa, 24 Juli 2012 02:21

HARGA KEBUTUHAN RAKYAT MELAMBUNG

JAKARTA, HALUAN—Memasuki  hari ketiga  bulan Ramadan, harga-harga pangan naik pesat sehingga para produsen dan pedagang menggelar aksi mogok. Pemerintah pun mendapat kritik keras. Terutama karena masalah ini selalu terulang.

“Kenaikan harga menjelang lebaran kan, sudah biasa. Pemerintah seharusnya sudah menyediakan bahan-bahan seperti kedelai, daging, ayam, telor dan lainnya sebelum banyaknya permintaan,” ujar pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (23/7).

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi menjelang puasa dan lebaran sudah merupakan tradisi di Indonesia. Langkah-langkah untuk menekan harga, seperti operasi pasar atau inspeksi mendadak pun tampaknya tidak berdampak signifikan.

Lihat saja pedagang daging ayam di Kota Bandung, Jawa Barat, yang pekan lalu melakukan aksi mogok. Ini karena harga daging ayam di pasar-pasar di Kota Bandung yang terus merambat naik mencapai Rp31.000 -Rp33.000 per kg, dari sebelumnya Rp24.000-26.000 per kg.

Demikian juga produsen tempe dan tahu yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Mereka berencana melakukan aksi mogok produksi tempe dan tahu mulai Rabu (25/7) hingga Jumat (27/7), hingga diperkirakan tidak ada pasokan di seluruh pasar Jabodetabek, Bandung, dan Banten.

Aksi mereka ini merespon harga kedelai yang sudah membubung tinggi. Saat ini, harga kedelai mencapai Rp8.000 per kg. Padahal, pada kuartal pertama, harga kedelai masih di kisaran Rp5.500 per kg. Kenaikan mulai terjadi pada Mei dimana kedelai merangkak ke level Rp 6.000. (h/inh)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: