Kamis, 23 May 2013
2.429 Unit AKDP dan AKAP Dikerahkan PDF Cetak Surel
Selasa, 24 Juli 2012 02:39

UNTUK LEBARAN

PADANG, HALUAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mempersiapkan armada untuk angkutan lebaran 2012 mendatang, dengan mengerahkan 1.897 unit Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 532 unit Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Angkutan darat ini diperkuat 3 Kereta Api (KA). Seluruh kendaraan yang akan dioperasikan itu sudah lolos pengujian kendaraan (keur).

Sama seperti tahun lalu, lebaran kali ini tidak ada toeslag atau kenaikan tarif. Penetapan tarif masih berlaku tarif batas atas dan tarif batas bawah AKDP dan AKAP kelas ekonomi. Tarif AKDP Kelas Ekonomi batas atas Rp147,64/km/penumpang batas bawah Rp113,57/km/penumpang. Sedangkan tarif AKAP Kelas Ekonomi batas atas Rp139/km/penumpang dan batas bawah Rp86/km/penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika kepada Haluan Senin (23/7), di Padang mem­benarkan ketentuan tersebut. Dinas Perhubungan Sumbar sudah mem­persiapkan angkutan umum untuk menyambut arus mudik dan arus balik penumpang pada lebaran kali ini, baik angkutan darat, laut maupun kereta api terhitung H-7 hingga H+7.

“Menyambut lebaran tahun ini, kita siagakan 1.897 unit AKDP dan 532 unit AKAP, 3 kereta api masing-masing 1 KA reguler dan 2 KA wisata. Sedangkan tarif angkutan tidak ada kenaikan. Angkutan lebaran ini berlaku sejak H-7 hingga H+7 nanti,” ujar Mudrika.

AKDP yang dioperasikan me­mili­ki kapasitas angkut 1.927.352 penumpang dan AKAP 150.150 penumpang. Jumlah ini diper­kirakan cukup untuk melayani arus penumpang pada lebaran tahun ini. Sebab berdasarkan data lebaran tahun 2011 lalu, tingkat penggunaan angkutan umum (load factor) yang dipantau di terminal-terminal utama di Sumbar hanya 60 persen sampai 80 persen dari kapasitas yang tersedia.

Sedangkan tarif angkutan berda­sarkan tarif atas dan taris bawah, berpedoman pada Pergub Sumbar No.1 tahun 2009 untuk tarif AKDP Kelas Ekonomi dan Peraturan Menteri Perhubungan No.KM.1 tahun 2009 tentang tarif AKAP Kelas Ekonomi.

Seluruh kendaraan yang dio­pera­sikan sudah dilakukan pengu­jian kendaraan (Keur). Namun Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota tempat domisili kendaraan mesti melakukan pemeriksaan ulang (keur ulang) seluruh angkutan umum pada H-7 sampai H+7.

Dan sejak waktu itu pula H-7 hingga H+7, Jembatan Timbang Oto (JTO) ditutup dan fungsinya dialihkan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan. Selama itu pula, kendaraan pengangkut bahan bangunan, batubara, CPO dan kendaraan truk bersumbu lebih dari 2, truk tempelan, truk gandengan dan kontainer dilarang lewat, kecuali kendaraan pengangkut BBM/BBG, ternak, bahan pokok dan barang antaran pos.

Untuk kelancaran penyeleng­garaan angkutan lebaran 2012 ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemantauan dan pengendalian angkutan lebaran. Kemudian membentuk Tim Koordi­nasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2012. Kabupaten/kota juga hendaknya melakukan hal yang sama.

“Kita juga akan digelar rapat koordinasi terpadu dengan seluruh instansi terkait meliputi Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Prasarana Jalan Tarkim Sumbar, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, DPD Organda, Adpel Teluk Bayur, PT Angkasa Pura II, PT Pelindo, PT KAI Divre II, PT ASDP dan para Kepala Dinas Perhubungan Kabupa­ten/Kota,” terang Mudrika.

Pasar Tumpah dan Jalan Macet

Dinas Perhubungan Sumbar juga mencatat  13 titik pasar pumpah atau pusat keramaian di ruas jalan Padang–Padang Pan­jang–Bukit­tinggi- Payakumbuh, yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur tersebut, masing-masing Basko Mall, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Kawasan Lembah Anai, Bukit Berbunga, Objek Wisata Mifan, Rumah Makan Pak Datuk, Pasar Sayur Koto Baru, Pasar Padang Luar, Simpang Tanjung Alam, Pasar Baso dan Simpang Piladang.

Begitu pula pada ruas jalan Padang – Solok – Kiliran Jao, kata Mudrika, terdapat 5 titik pasar tumpah dan pusat keramaian yang dapat menyebabkan kemacetan, yaitu Pasar Bandar Buat, Lubuk Paraku, Panorama I dan II serta Objek Wisata Water Boom Sawah­lunto.

Sedangkan ruas jalan Padang–Painan–Tapan terdapat 9 titik pasar tumpah dan pusat keramaian yang harus diwaspadai pengguna jalan, masing-masing Pasar Gaung, Pasar Tarusan, Pasar Surantih, Pasar Kambang, Pasar Lakitan, Pasar Sungai Tunu, Pasar Punga­san, Pasar Air Haji dan Pasar Indrapura.

“Pengguna jalan diminta dapat mengantisipasinya, agar tak terje­bak pasar tumpah dan pusat keramaian ini,” katanya.

Selanjutnya, Mudrika juga me­ngingatkan pengguna jalan agar berhati-hati melintasi rel kereta api. Sebab beberapa perlintasan berpo­tensi menimbulkan kecelakaan terutama bagi pengendara sepeda mo­tor pada saat hujan, diantaranya de­kat Asia Biskuit (Padang), Lubuk Bua­ya (Padang) dan  Pasar Usang (Ka­bupaten Padang Pariaman). Hal ini disebabkan karena perpotongan per­l­intasan kereta tidak tegak lurus. (h/vie)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy