| 2.429 Unit AKDP dan AKAP Dikerahkan |
|
|
|
| Selasa, 24 Juli 2012 02:39 | |||
|
UNTUK LEBARAN PADANG, HALUAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mempersiapkan armada untuk angkutan lebaran 2012 mendatang, dengan mengerahkan 1.897 unit Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 532 unit Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Angkutan darat ini diperkuat 3 Kereta Api (KA). Seluruh kendaraan yang akan dioperasikan itu sudah lolos pengujian kendaraan (keur). Sama seperti tahun lalu, lebaran kali ini tidak ada toeslag atau kenaikan tarif. Penetapan tarif masih berlaku tarif batas atas dan tarif batas bawah AKDP dan AKAP kelas ekonomi. Tarif AKDP Kelas Ekonomi batas atas Rp147,64/km/penumpang batas bawah Rp113,57/km/penumpang. Sedangkan tarif AKAP Kelas Ekonomi batas atas Rp139/km/penumpang dan batas bawah Rp86/km/penumpang.Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika kepada Haluan Senin (23/7), di Padang membenarkan ketentuan tersebut. Dinas Perhubungan Sumbar sudah mempersiapkan angkutan umum untuk menyambut arus mudik dan arus balik penumpang pada lebaran kali ini, baik angkutan darat, laut maupun kereta api terhitung H-7 hingga H+7. “Menyambut lebaran tahun ini, kita siagakan 1.897 unit AKDP dan 532 unit AKAP, 3 kereta api masing-masing 1 KA reguler dan 2 KA wisata. Sedangkan tarif angkutan tidak ada kenaikan. Angkutan lebaran ini berlaku sejak H-7 hingga H+7 nanti,” ujar Mudrika. AKDP yang dioperasikan memiliki kapasitas angkut 1.927.352 penumpang dan AKAP 150.150 penumpang. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk melayani arus penumpang pada lebaran tahun ini. Sebab berdasarkan data lebaran tahun 2011 lalu, tingkat penggunaan angkutan umum (load factor) yang dipantau di terminal-terminal utama di Sumbar hanya 60 persen sampai 80 persen dari kapasitas yang tersedia. Sedangkan tarif angkutan berdasarkan tarif atas dan taris bawah, berpedoman pada Pergub Sumbar No.1 tahun 2009 untuk tarif AKDP Kelas Ekonomi dan Peraturan Menteri Perhubungan No.KM.1 tahun 2009 tentang tarif AKAP Kelas Ekonomi. Seluruh kendaraan yang dioperasikan sudah dilakukan pengujian kendaraan (Keur). Namun Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota tempat domisili kendaraan mesti melakukan pemeriksaan ulang (keur ulang) seluruh angkutan umum pada H-7 sampai H+7. Dan sejak waktu itu pula H-7 hingga H+7, Jembatan Timbang Oto (JTO) ditutup dan fungsinya dialihkan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan. Selama itu pula, kendaraan pengangkut bahan bangunan, batubara, CPO dan kendaraan truk bersumbu lebih dari 2, truk tempelan, truk gandengan dan kontainer dilarang lewat, kecuali kendaraan pengangkut BBM/BBG, ternak, bahan pokok dan barang antaran pos. Untuk kelancaran penyelenggaraan angkutan lebaran 2012 ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemantauan dan pengendalian angkutan lebaran. Kemudian membentuk Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2012. Kabupaten/kota juga hendaknya melakukan hal yang sama. “Kita juga akan digelar rapat koordinasi terpadu dengan seluruh instansi terkait meliputi Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Prasarana Jalan Tarkim Sumbar, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, DPD Organda, Adpel Teluk Bayur, PT Angkasa Pura II, PT Pelindo, PT KAI Divre II, PT ASDP dan para Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota,” terang Mudrika. Pasar Tumpah dan Jalan Macet Dinas Perhubungan Sumbar juga mencatat 13 titik pasar pumpah atau pusat keramaian di ruas jalan Padang–Padang Panjang–Bukittinggi- Payakumbuh, yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur tersebut, masing-masing Basko Mall, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Kawasan Lembah Anai, Bukit Berbunga, Objek Wisata Mifan, Rumah Makan Pak Datuk, Pasar Sayur Koto Baru, Pasar Padang Luar, Simpang Tanjung Alam, Pasar Baso dan Simpang Piladang. Begitu pula pada ruas jalan Padang – Solok – Kiliran Jao, kata Mudrika, terdapat 5 titik pasar tumpah dan pusat keramaian yang dapat menyebabkan kemacetan, yaitu Pasar Bandar Buat, Lubuk Paraku, Panorama I dan II serta Objek Wisata Water Boom Sawahlunto. Sedangkan ruas jalan Padang–Painan–Tapan terdapat 9 titik pasar tumpah dan pusat keramaian yang harus diwaspadai pengguna jalan, masing-masing Pasar Gaung, Pasar Tarusan, Pasar Surantih, Pasar Kambang, Pasar Lakitan, Pasar Sungai Tunu, Pasar Pungasan, Pasar Air Haji dan Pasar Indrapura. “Pengguna jalan diminta dapat mengantisipasinya, agar tak terjebak pasar tumpah dan pusat keramaian ini,” katanya. Selanjutnya, Mudrika juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati melintasi rel kereta api. Sebab beberapa perlintasan berpotensi menimbulkan kecelakaan terutama bagi pengendara sepeda motor pada saat hujan, diantaranya dekat Asia Biskuit (Padang), Lubuk Buaya (Padang) dan Pasar Usang (Kabupaten Padang Pariaman). Hal ini disebabkan karena perpotongan perlintasan kereta tidak tegak lurus. (h/vie)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 153 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


