Sabtu, 25 May 2013
Jadikan Anak Istimewa PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 05 Agustus 2012 02:17

Orangtua perlu menjadikan anaknya istimewa, agar dia bahagia.

Untuk itu orangtua perlu trik khusus untuk mem­beri­tahu anaknya bahwa ia tetap dan akan terus menjadi anak yang sangat istimewa, terlepas dari usianya yang tidak bayi lagi.

Pertama, orangtua harus mengenali keunikannya dan bantu temukan jati dirinya. Orangtua tidak akan me­ngerti  ‘isi’ balita sekarang bila tidak dimulai dengan melihat dan memperhatikan dia. Ke­nali anak di usianya yang sekarang, keterampilan apa saja yang dia kuasai, apa yang menjadi minatnya, misalnya alam, robot, aktivitas fisik, ‘baca’ buku, menggambar dan pahami cara berpikirnya saat ia menghadapi masalah.

Pemahaman orangtua ter­ha­dap balita sangat memban­tunya untuk mengenali keuni­kan dan jati dirinya. Dengan memahami anak, orangtua bisa  membantunya  berkem­bang sesuai dengan keunikan yang ia miliki. Bantu anak dengan menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku cerita sampai ensiklopedi mini, rak buku dengan aneka warna untuk  meletakkan buku-bukunya sesuai jenis, berikan pembatas buku dengan gam­bar binatang kesukaannya.

Cara ini membuat balita merasa bahwa Anda mema­hami apa yang ia suka. Anak  akan merasa istimewa atau spesial dengan perlakuan ini.

Selain itu, orangtua perlu memberikan pujian yang tulus dan jujur. Berikan pujian  untuk kemajuan perkem­bangannya, selain membuat­nya sebagai anak yang spesial.  Bicaralah dengan anak ten­tang hal-hal yang ia sukai. Berbicara pada anak sama halnya dengan berbicara dengan teman atau sahabat Anda. Seharusnya Anda men­jadi orang yang  bisa  mem­buat anak-anak merasa dihar­gai. Caranya, bicarakan hal-hal yang menarik, penting dan dia sukai. Lihat yang ada disekeliling Anda, jadikan topik pembicaraan. Misalnya, mengapa semut jalannya berbaris.  Bila si kecil  suka, ia akan mendengarkan dengan antusias serta merespon Anda.  Kalau dia tidak suka, segera cari topik lain.

Berikan telinga Anda un­tuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa saja yang ingin dibicarakan anak kepada Anda, sekalipun lugu dan membosankan. Orangtua juga harus memahami pilihan anak.

Hanya orangtua yang mengerti anak dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Memahami pilihan anak seperti kegiatan, kesukaan dan hobinya, merupakan ben­tuk  menghormati anak dan memperlakukannya  sebagai individu yang spesial.  Begitu­lah yang akan dirasakan balita juga. Meski tidak selamanya Anda harus setuju dengan kegiatan atau hobinya. Karena ia masih harus belajar ten­tang mana yang benar dan salah.

Memberikan waktu khusus untuk anak juga penting. Anak  butuh perhatian tidak hanya  lewat telepon atau video call. Ia butuh  fisik Anda yang  nyata di hadapannya. Kalau Anda bisa membuat rencana kerja,  harusnya Anda juga bisa  membuat peren­canaan waktu  untuk balita. Gunakan waktu Anda untuk ‘kencan’ dengan anak, misalnya pergi menonton pertunjukan, bermain ke bandara untuk melihat pesa­wat terbang atau beren­ang dan bermain air di wahana air. Selain menambah keeratan juga dapat merang­sang pertumbuhan fisiknya saat Anda mengajaknya berge­rak.  Bila Anda punya dua anak, bermainlah one on one atau satu pasang-satu pasang. Teknik one on one memu­dahkan Anda untuk mengata­kan atau menunjukkan keisti­mewaan balita bagi Anda.

Tak kalah penting orang­tua perlu merayakan proses keberhasilannya. Rayakan prestasinya bukan dengan sebuah pesta yang meriah,  tapi dengan ungkapan “hebat” atau “pintar”, pelukan, ciuman atau memberikan buku yang sudah ia idam-idamkan. Tidak terbayang apa yang akan dirasakan oleh buah hati Anda bila Anda menghargai kerja kerasnya. Perayaan ini tidak hanya berlaku untuk prestasi besar. Prestasi kecil seperti mau memberi salam kepada tamu Anda atau mendapat komentar yang positif dari guru di sekolahnya juga patut dirayakan.

Katakan bahwa dia ada­lah anak yang istimewa. Perlakukan balita layaknya putri atau putra raja untuk sesekali, boleh saja.  Perla­kuan seperti ini menambah keyakinan si kecil bahwa ia diperlakukan istimewa oleh orangtuanya. Pola pikir si kecil masih sangat sederhana. Panggilan ‘my sweety’ atau ‘jagoanku’  bisa membuat anak merasa istimewa. Ditambah lagi dengan ungkapan “Bunda sayang sekali dengan jagoan bunda. Kamu adalah orang yang paling berarti untuk bunda.”  Anak akan merasa istimewa atau spesial ketika ungkapan yang tulus keluar dari mulut dan sikap orang­tuanya.  (h/dla/ayahbunda)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: