| Belanja Daerah Tembus Angka Setengah Triliun Rupiah |
|
|
|
| Rabu, 08 Agustus 2012 03:07 | |||
|
PERUBAHAN APBD SAWAHLUNTO DISAHKAN SAWAHLUNTO, HALUAN — Setelah pengesahan APBD Perubahan 2012 disetujui dewan, akhirnya APBD Kota Sawahlunto menembus angka setengah triliun rupiah. Kerja keras pemerintah dan aspirasi masyarakat menjadi landasan peningkatan belanja, yang disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Sawahlunto, di gedung dewan, Selasa (6/8). Pada sektor pendapatan, yang semula direncanakan Rp462 miliar, meningkat menjadi Rp 450,52 miliar. Atau terjadi penambahan pendapatan sebesar Rp24,52 miliar. Penambahan pendapatan tersebut, didapatkan dari dana pemerintah pusat.Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sawahlunto Ali Yusuf bersama pimpinan lainnya, Emeldi dan Ismed itu, tiga fraksi DPRD Kota Sawahlunto menyetujui perubahan APBD Sawahlunto 2012 dengan beberapa catatan ringan. “Peningkatan belanja ini, tidak terlepas dari kerja keras pemerintah dalam menggaet dana dari pemerintah pusat,” ujar Ali Yusuf didampingi Emeldi dan Ismed, dalam pertemuannya dengan wartawan, usai pelaksanaan paripurna. Sebagian besar penambahan belanja, lanjut Ali,dida sari aspirasi yang diajukan masyarakat secara langsung, maupun yang diusulkan masyarakat melalui pemerintahan terdepan, desa maupun kelurahan. Pada sisi belanja sendiri, terjadi peningkatan sebesar Rp52,91 miliar, yang membuat total belanja menjadi Rp504,31 miliar. Sebelumnya, dalam APBD awal yang disahkan pada akhir 2011 lalu, belanja APBD Sawahlunto berada di posisi Rp451,4 miliar. Menurut Ali Yusuf, terjadi defisit dalam APBD Sawahlunto sebesar Rp52 miliar. Meski demikian, penilaian atas APBD Sawahlunto terbilang daerah yang sehat. Sebab, perbandingan antara belanja pegawai dengan belanja publik yang masih berimbang. Belanja pegawai dalam APBD Sawahlunto tahun ini mencapai 54 persen, sedangkan 46 persen merupakan belanja publik. “Jika dibandingkan dengan daerah lain, APBD Sawahlunto terbilang sehat, sebab perbandingannya hampir berimbang. Daerah lain, bisa mencapai 70 persen berbanding 30 persen,” ujar Ali. Ketiga pimpinan dewan dalam pertemuannya dengan wartawan menyatakan, pemerintah harus mampu mempertahankan perimbangan belanja pegawai dengan belanja publik. Sehingga, pembangunan di Kota Sawahlunto tetap bisa dipacu. Dalam pertemuan yang dihadiri belasan wartawan itu, pimpinan dewan juga mengatakan, dalam perubahan APBD 2012 ini juga dialokasikan anggaran untuk pembangunan tiga kantor pemerintahan. Ketiga kantor pemerintahan itu yakni, kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, kantor Dinas Pekerjaan Umum, dan Kantor DPRD Kota Sawahlunto sendiri. Untuk kantor PU dan DPRD, direncanakan akan dibangun di kawasan Kandih. Sedangkan kantor DPKAD akan dibangun tepat di belakang balaikota saat ini. Sementara itu Fraksi Golkar DPRD Sawahlunto, dalam pendapat akhirnya menyatakan apresiasi positif terhadap upaya yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dalam menggaet dana dan program dari pemerintah pusat. Partai berlambang beringin tersebut mengharapkan, Dinas Pekerjaan Umum juga memperhatian kualitas pekerjaan dan penyelesaian atas proyek pembangunan. Sehingga, setiap jengkal pembangunan yang dilaksanakan dapat dinikmati masyarakat. Pendapat Fraksi Golkar yang dibacakan Darison tersebut, mengingatkan Dinas PU untuk mengevaluasi kembali manajemen proyek yang dilaksanakan. Sehingga tidak meninggalkan masalah proyek dari tahun ke tahun. Fraksi Golkar juga menyarankan penyelesaian tanah yang berkaitan dengan pembangunan dapat diselesaikan di tahun 2012, sehingga pembangunan yang direncanakan di tahun 2013 tidak mengalami kendala persoalan kepemilikan tanah. Tidak berbeda jauh dengan Fraksi Golkar, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) yang dibacakan Neldaswenti, juga mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dapat merencanakan pembangunan tiga kantor baru pemerintahan, yang menyedot dana Rp35 miliar dengan lebih matang. Fraksi dari partai berlambang Ka’bah itu juga mengingatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, sebagai instansi terbanyak mendapatkan alokasi anggaran, untuk lebih optimal dalam menyerap anggaran yang ada. Hal itu seiring dengan semakin sedikitnya waktu penyerapan anggaran untuk tahun 2012. Sebab, tahun 2012 hanya memiliki waktu efektif selama 4 bulan ke depan. Penyerapan anggaran tidak hanya harus tepat waktu, namun juga harus tepat sasaran. Terkait perkembangan pariwisata, Fraksi PPP juga mengingatkan Dinas Pariwisata, khususnya dari segi promosi, mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan mana yang menjadi tanggung jawab PT. Wahana Wisata Sawahlunto, sebagai perusahaan pengelola pariwisata Sawahlunto. “Dan yang tidak kalah pentingnya, kerja sama dengan pihak Dinas Perindagkop Naker, dalam memacu dan memotivasi pengerajin souvenir Sawahlunto, dalam menyediakan berbagai kerajinan untuk wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto,” tambah Neldaswenti. Sedangkan untuk pelayanan umum, khususnya rumah sakit, Fraksi PPP menyarankan untuk melaksanakan pelatihan pelayanan prima, dalam mengubah pandangan dan perilaku dalam memberikan pelayanan terbaik. Sementara itu, Fraksi Gabungan DPRD Sawahlunto mengharapkan penggunaan APBD yang disahkan memperhatikan efektivitas dan efesiensi anggaran, serta taat pada azaz standar akutansi pemerintah (SAP). Fraksi yang diisi 11 anggota dewan itu juga mengharapkan evaluasi terhadap kinerja aparatur pemerintah, serta upaya memperketat anggaran berbasis kinerja, yang bermuara kepada peningkatan produktivitas aparatur pemerintah sendiri. Terkait kesehatan, pendapatan fraksi yang dibacakan Masrisal tersebut, mengharapkan ketersediaan tenaga dokter spesialis untuk setiap spesialisasi yang ada. Tidak hanya di rumah sakit, namun juga sampai ke tingkat puskesmas yang menjadi ujung tombak terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. (h/dil)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 172 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


