| Cegah Inflasi Jelang Lebaran |
|
|
|
| Kamis, 09 Agustus 2012 00:53 | |||
|
TPID SUMBAR PADANG,HALUAN — Saat ini, kondisi inflasi Sumatera Barat berada dalam posisi aman. Untuk stok pangan juga berada dalam posisi aman. Walaupun ada beberapa daerah khususnya Padang yang baru saja terkena musibah.“Diperkirakan bahwa inflasi untuk bulan Agustus berada dikisaran 0,5%-1,0%. Pada bulan Juli 2012 tingkat inflasi Sumatera Barat sebesar 0, 13%. Data Januari-Juli secara kumulatif, tingkat inflansi mencapai 1,47%. Data ini lebih rendah dibandingkan dengan Inflasi Nasional yang mencapai 2,5%,” kata Sekda Provinsi Sumbar Ali Asmar saat berlangsungnya pertemuan Tim Pengelola Inflasi Daerah (TP ID) Sumbar, di Bank Indonesia Padang, Rabu (8/8). Di bagian lain, Joko Wardoyo, Pemimpin Kantor Bank Indonesia Padang menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Sumbar berada dalam kondisi bagus. Hal ini terlihat dari penurunan inflasi yang terjadi bulan Juni lalu, dimana tingkat Inflansi sebesar 1,22%. Untuk bulan Juli, tingkat Inflasi lebih rendah yakni 1,47%. Ia menghimbau kepada masyarakat jangan panic dengan kenaikan harga menjelang lebaran. Pada saat lebaran janganlah memborong barang, dengan memborong barang, harga akan menjadi tinggi, dengan harga yang tinggi akan memicu inflasi. Untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Idul Fitri nanti, Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) Sumbar yang terdiri dari gabungan instansi yakni BI, Bulog, Kelautan, Disperindag, Ketahanan Pangan, Dishub, serta Biro Perekonomian. TPID Sumbar, menyampaikan bahwa mereka telah melakukan investigasi ke beberapa pasar dan sentra produksi mengenai kondisi beberapa barang khususnya barang kebutuhan pokok. “Upaya ini kami lakukan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, sehingga pemerintah bisa melakukan langkah antisipatif sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kelangkaan,” jelas M. Setyawan Santoso Peneliti Ekonomi Madya Kantor Bank Indonesia Padang. Untuk pasokan stok barang kebutuhan pokok diperkirakan cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat hingga beberapa bulan kedepan. Stok beras yang ada di masyarakat maupun Bulog saat ini terdapat 95.434 ton ditambah dengan produksi beras sebesar 153.549 ton diperkirakan dapat memenuhi konsumsi masyarakat hingga 4 bulan kedepan. Konsumsi Sumatera Barat adalah sebesar 55.898 ton/bulan. Sementara itu untuk meng hadapi lebaran Bulog terus melakukan pengadaan beras untuk menambah stok beras. Beras yang ada digudang Bulog, yang siap untuk dioperasikan sebanyak 25000 ton, dimana sebesar 4200 ton dialokasikan untuk raskin dan CBD. Untuk penyerapan beras lokal pada tahun 2011 lalu sebesar 1260 ton sedangkan hingga Agustus 2012 naik menjadi 5035 ton. “terdapat relevansi peningkatan produksi dan penyerapan pengadaan beras dari petani,” jelas perwakilan Bulog yang tergabung dalam TPID Sumbar.(h/cw-dra)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 140 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


