Jumat, 24 May 2013
Cegah Inflasi Jelang Lebaran PDF Cetak Surel
Kamis, 09 Agustus 2012 00:53

TPID SUMBAR

PADANG,HALUAN — Saat ini, kondisi  inflasi Sumatera Barat berada dalam posisi aman. Untuk stok pangan juga berada dalam posisi aman. Walaupun ada beberapa daerah khususnya Padang yang baru saja terkena musibah.

“Diperkirakan bahwa infla­si untuk bulan Agustus bera­da dikisaran 0,5%-1,0%. Pada bulan Juli 2012 tingkat inflasi Sumatera Barat sebesar 0, 13%. Data Januari-Juli secara kumulatif, tingkat inflansi mencapai 1,47%. Data ini lebih rendah dibandingkan dengan Inflasi Nasional yang mencapai 2,5%,” kata Sekda Provinsi Sumbar Ali Asmar saat ber­langsungnya perte­muan Tim Pengelola Inflasi Daerah (TP ID) Sumbar, di Bank Indonesia Padang, Rabu (8/8).

Di bagian lain, Joko War­doyo, Pemimpin Kantor Bank Indonesia Padang menyam­paikan bahwa kondisi pereko­nomian Sumbar berada dalam kondisi bagus. Hal ini terlihat dari penurunan inflasi yang terjadi bulan Juni lalu, dim­ana tingkat Inflansi sebesar 1,22%. Untuk bulan Juli, tingkat Inflasi lebih rendah yakni 1,47%. Ia menghimbau kepada masyarakat jangan panic dengan kenaikan harga menje­lang lebaran. Pada saat leba­ran janganlah memborong ba­rang,  dengan memborong ba­rang, harga akan menjadi ting­gi, dengan harga yang tinggi akan memicu inflasi.

Untuk mengantisipasi ke­naikan harga menjelang Idul Fitri nanti, Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) Sumbar yang terdiri dari gabungan instansi yakni BI, Bulog, Kelautan, Disperindag, Keta­hanan Pa­ngan, Dishub, serta Biro Per­ekonomian. TPID Sumbar, menyampaikan bah­wa mereka telah melakukan investigasi ke beberapa pasar dan sentra produksi mengenai kondisi beberapa barang khu­sus­nya barang kebutuhan po­kok.

“Upaya ini kami lakukan agar masyarakat dapat m­­e­nge­tahui kondisi harga dan ke­tersediaan barang ke­bu­tuhan pokok, sehingga pe­merintah bisa melakukan lang­kah antisipatif sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kelangkaan,” jelas M. Setya­wan Santoso Peneliti Ekonomi Madya Kantor Bank Indonesia Padang.

Untuk pasokan stok barang kebutuhan pokok diperkirakan cukup untuk memenuhi kon­sumsi masyarakat hingga beberapa bulan kedepan. Stok beras yang ada di masyarakat maupun Bulog saat ini ter­dapat 95.434 ton ditambah dengan produksi beras sebesar 153.549 ton diperkirakan dapat memenuhi konsumsi masyarakat hingga 4 bulan kedepan. Konsumsi Sumatera Barat adalah sebesar 55.898 ton/bulan.

Sementara itu untuk meng­­ hadapi lebaran Bulog terus melakukan pengadaan beras untuk menambah stok beras. Beras yang ada digudang Bulog, yang siap untuk dio­perasikan sebanyak 25000 ton, dimana sebesar 4200 ton dialokasikan untuk raskin dan CBD. Untuk penyerapan beras lokal pada tahun 2011 lalu sebesar 1260 ton sedangkan hingga Agustus 2012 naik menjadi 5035 ton. “terdapat relevansi peningkatan pro­duksi dan penyerapan peng­adaan beras dari petani,” jelas perwakilan Bulog yang ter­gabung dalam TPID Sumbar.(h/cw-dra)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy