| Tenda Ceper Ramai Dikunjungi |
|
|
|
| Kamis, 09 Agustus 2012 01:01 | |||
|
SELEPAS BERBUKA PADANG, HALUAN — Selama bulan Ramadan, kawasan wisata Pantai Padang selalu ramai dikunjungi. Terutama pondok ceper yang berjejeran di sepanjang pantai. Selepas berbuka, pondok itu kelihatan ramai, dan tampak motor di parkir di depan pondok ceper itu penuh.Para pemilik payung ceper tersebut sepertinya tidak memperdulikan surat edaran, yang diberikan Pemko Padang. Lebih disayangkan, selama bulan puasa ini geliat payung ceper ini semakin bertambah dan marak. Dari pantauan di lapangan, payung ceper tersebut dibuka sekitar pukul 19.00 WIB dan sampai dinihari. Tampaknya tidak ada keinginan dari para pemilik payung ceper, untuk menutup usahanya. “Saya melewati kawasan itu setelah berbuka, saya lihat banyak sekali motor yang parkir di depan tenda ceper tersebut,” kata Adi (30), warga Lubuk Buaya. Banyaknya peminat payung ceper di malam bulan Ramadan, seakan mengalahkan kunjungan hari biasa. Karena, pada hari biasa, tidak terlihat aktifitas seramai itu. “Bisa jadi pengunjung ini melakukan hubungan yang melanggar norma-norma agama di dalamnya,” jelasnya. Kasat Pol PP Kota Padang, Nasrul Sugana mengatakan, operasi yang sering dilakukan di kawasan tersebut, ternyata tidak membuat para pemilik payung ceper itu jera. Kedepan, Pol PP Kota Padang katanya tidak akan main-main menindak para pemilik payung ceper tersebut, kalau tidak secepatnya ditutup. “Kami akan memberikan peringatan sekali lagi bagi mereka, kalau masih tidak digubris, maka jangan salahkan kami akan mengambil tindakan tegas, seperti membongkar paksa,” ujar Sugana. Sosiolog UNP Azwar menyebut, adanya payung ceper tersebut karena faktor ekonomi kehidupan masyarakat saat ini. Hal itu bisa diatasi dengan kebijakan dari pemerintah, dengan menyediakan lahan untuk usaha yang baik bagi mereka, serta mensosialisasikan tentang bahaya maksiat kepada masyarakat. “Harusnya ada sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya maksiat, sehingga mereka tidak berani lagi membuka usaha tersebut,” jelasnya. (h/nas)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 262 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


