| JK Layak Jadi Mediator |
|
|
|
| Kamis, 09 Agustus 2012 01:05 | |||
|
PENINDASAN MUSLIM DI MYANMAR JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR Almuzzammil Yusuf mengusulkan agar mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dan Mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid menjadi mediator penyelesaian konflik di Myanmar. “Kami mengusulkan dua tokoh utama yang akan menjadi mediator penyelesaian konflik di Myanmar, yaitu Pak Jusuf Kalla dan Pak Hidayat Nurwahid,” kata Anggota Komisi I itu kepada Harian Vokal, Rabu (8/8).Alasannya menurut Muzzammil, kedua tokoh ini dikenal baik oleh masyarakat dan para pemimpin ASEAN sebagai seorang Muslim moderat. Selain itu keduanya piawai dalam bernegosiasi dan menjadi mediator dalam berbagai persoalan konflik dan Internasional. “Pak Jusuf Kalla selaku mantan wakil presiden, kami usulkan mewakili pemerintah Indonesia dalam bernegosiasi dengan Pemerintah Myanmar. Sedangkan Pak Hidayat dapat melobi parlemen Myanmar, ASEAN dan OKI agar bekerjasama membantu menyelesaikan konflik di Myanmar,” jelasnya. Keduanya, sambung Muzzammil, layak ditetapkan sebagai delegasi resmi Indonesia yang dikirim ke Myanmar mewakili Pemerintah dan Parlemen. “Keduanya juga memiliki kapasitas untuk mengumpulkan bantuan sosial bagi para korban dari negara-negara ASEAN dan OKI,” imbuhnya. Penyelesaian konflik Myanmar ini, katanya, perlu terobosan kebijakan dari Pemerintah Indonesia sebagai pelopor ASEAN. Untuk itu, usulan agar ada delegasi resmi Indonesia untuk menyelesaikan konflik di Myanmar merupakan kebijakan tepat yang sebaiknya diambil oleh Pemerintah sesegera mungkin. “Kita harus hentikan konflik di Myanmar ini supaya jangan meluas menjadi konflik SARA lintas negara. Ini bahaya jika tidak segera diselesaikan akan mengancam keamanan kawasan,” harapnya. Dia juga mendesak Pemerintah Indonesia mengefektifkan peran ASEAN dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan di ASEAN. Apalagi pada tahun 2015, menurutnya, masyarakat ASEAN harus terbentuk. “Ini kesempatan bagi Presiden SBY dan kepala negara anggota ASEAN untuk menunjukkan kepada masyarakat ASEAN bahwa ASEAN bukan sekedar forum seremonial dan elitis semata, yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. (h/sam)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 100 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


