Minggu, 21 Desember 2014
Pelabuhan Tiram Mulai Dikerjakan PDF Cetak Surel
Kamis, 09 Agustus 2012 01:15

PADANG, HALUAN — Pe­kerjaan pembangunan Pela­buhan Laut Internasional di Tiram, Kabupaten Padang  Paria­man dimulai tahun ini dengan alokasi dari pusat sebesar Rp28,5 miliar. Tendernya sudah selesai. Proyek ini dikerjakan perusahaan dari Jakarta. Peker­jaan akan diawali dengan pe­man­cangan lokasi dermaga. Sebanyak 250 tiang pancang dengan panjang 14 meter sudah didatangkan.

Saat bersamaan juga diker­jakan proyek pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) dengan alokasi dana tahap awal Rp33 miliar. Dana ini digunakan untuk pembuatan pagar di sekeliling lokasi BP2IP yang luasnya mencapai 35 hektar dan pema­datan atau penimbunan lokasi.

“Pembangunan pelabuhan laut Tiram dan BP2IP sudah dimulai tahun ini. Tidak ada kendala yang berarti ditemukan, termasuk soal lahan yang digu­nakan,” kata Sekdakab Padang Pariaman Mawardi Samah didampingi Kepala Dinas Per­hubungan Padang Pariaman Budi Utomo usai rapat dengan jajaran Pemprov Sumbar yang dipimpin Kepala Biro Peme­rintahan Syafrizal, Rabu (8/8), di Padang.

Untuk Pelabuhan Tiram dibutuhkan lahan seluas 10 hektar. Kapasitasnya dan daya tampung pelabuhan sama de­ngan Teluk Bayur. Soal pem­bebasan lahannya tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar. Karena pekerjaan besar ini sudah dirancang sejak 2006 silam. Keberadaan pelabuhan ini dimaksudkan sebagai antisipasi kepadatan Pelabuhan Teluk Bayur.

Sebab perluasan dermaga Teluk Bayur sangat sulit dila­kukan. Kepadatan pemukiman di sekitarnya serta terbatasnya lahan yang dimiliki menjadi kendala perluasan pelabuhan. Sehingga antrean panjang kapal untuk membongkar muatan sering tak terhindarkan. Hal ini selalu menjadi keluhan pada pengusaha.

“Pelabuhan Tiram merupakan pelabuhan internasional, sangat tepat sebagai pelabuhan masa depan. Bila selesai dibangun, maka arus lalu lintas barang di Teluk Bayur bisa digeser ke sini. Tiram mampu menampung kapal dengan bobot 60.000 ton,” kata Budi Utama.

Tahun depan direncanakan pekerjaan page water atau upaya untuk membendung air laut supaya jangan terlalu kencang sampai ke darat. Untuk peker­jaan ini dibutuhkan studi kela­yakannya dengan biaya yang lumayan besar mencapai Rp143 miliar. Disamping itu juga akan dibangun beberapa bangunan pendukung lainnya. Sehingga dana yang dibutuhkan mencapai Rp200 miliar.

Pembangunan Pelabuhan Tiram hingga tuntas mem­butuh­kan biaya sekitar Rp 450 miliar. Ditargetkan pada tahun 2014 pelabuhan ini sudah siap diope­rasikan. Berbarengan dengan itu, pembangunan BP2IP yang me­nelan biaya hingga Rp800 miliar juga selesai dikerjakan.

Untuk mendukung ope­ra­sional dermaga internasional ini, infrastruktur jalan juga harus diperbaiki dan ditingkatkan. Masing-masing pada ruas Ke­taping-Pasa Usang, Ketaping-Jambak dan Tiram-Pauh Kamba.

BP2IP ini, katanya, merupa­kan proyek pusat yang berhasil ditarik ke Sumbar. Gedungnya dibangun bersebelahan dengan Pelabuhan Tiram pada lahan seluas 35 hektar. Untuk tahap awal pembangunannya dilun­curkan dana sebesar Rp33 miliar. Pekerjaan sudah dimulai dengan membuat pagar di sekeliling lahan, pemadatan dan pe­nim­bunan lokasi.

“Kedua proyek besar ini sangat membanggakan kita. Kita ber­harap, kehadirannya dapat mem­perbaiki tingkat ekonomi dan pengetahuan masyarakt di bidang perikanan, dan menjadi ikon Sumbar dan Kabupaten Padang Pariaman,” kata Mawardi.

Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar Syafrizal menyebutkan, proyek besar ini akan menjadi ikon Sumbar di masa datang. Pelabuhan Tiram yang bertaraf internasional diharapkan dapat memperbaiki citra layanan pelabuhan laut di Sumbar. Lalu lintas ekspor untuk wilayah selatan tidak lagi harus ke Teluk Bayur.

Begitu pula keberadaan BP2IP.  Proyek pusat ini berhasil diperoleh Sumbar, padahal banyak provinsi  lain yang juga berminat memiliki gedung itu. Tetapi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ternyata menunjuk Sumbar sebagai lokasi pembangunannya.

Untuk kelancaran pem­bangu­nan­nya, mulai Sabtu (11/8) hingga Rabu (15/8), pihaknya akan turun ke lapangan sekali­gus meninjau lokasi pem­bangu­nan. Karena lahan BP2IP masih belum semuanya tuntas di­bebaskan. (h/vie)

Comments (4)Add Comment
0
Sumbang Saran
written by string, Oktober 17, 2014
Pembangunan yang sedang berjalan amat sangat bagus untuk prospek pembangunan masyarakat Padang Pariaman, tetapi amat disayangkan sekali, sepertinya pembangunan tersebut tidak di planing dengan bagus. Misalnya saja pembangunan BP2IP mengambil poros jalan utama Kataping-Tiram, namun pemda belum menuntaskannya sampai sekarang. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap arus transportasi masyarakat wilayah pesisir sampai ke Pasaman menuju BIM, sehingga menjadi kendala yang belum terpecahkan sampai saat ini. Begitu juga pembangunan Dermaga, seperti sebuah bengkalai yang sudah ditinggalkan oleh kontraktornya. Juga harus dipikirkan dampak sosial ekonominya bagi masyakat kawasan lingkungannya, sehingga bermanfaat untuk kepentingan semuanya..Bravo!!
0
...
written by string, Oktober 25, 2013
Wah hebat nih Bupati.... bisa narik proyek-proyek besar. Bahkan stadion Semen Padang FC juga dibangun didaerahnya. Kita tunggu kemampuan bupati untuk menarik investor yang mau bangun hotel berbintang 4 di daerah ini. Pasarnya besar kok....dan lokasi kan sangat dekat dengan Bandara
0
...
written by string, Desember 31, 2012
Mudah"an untuk kedepan'x padang pariaman semakin maju dan pelaut"x terkenal dimana-mana
smilies/cool.gifsmilies/cool.gifsmilies/cool.gifsmilies/cool.gif
0
pelabuhan baru
written by string, Agustus 09, 2012
wah makin berkembang aja nih sumbar...........bravoooooo untuk padang pariaman.

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: