| Ikan Tongkol Jadi Biang |
|
|
|
| Sabtu, 11 Agustus 2012 02:00 | |||
|
PAINAN, HALUAN — Jumlah pasien muntaber (muntah berak) di Pesisir Selatan (Pessel) menurun. Dari total 42 yang dirawat di Puskesmas dan RSUD, hingga Jumat (10/8) tersisa 3 pasien. Ketiganya adalah Amoni (37), Afrida (50) dan Ardodi (45). Sementara seorang korban tewas karena keracunan ikan tongkol.Meski demikian, Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit memerintahkan dinas terkait mengungkap penyebab mewabahnya penyakit muntaber ini. Tim Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan telah diturunkan menyelidiki penyebab mewabahnya muntaber. Menurutnya,dugaan sementara penyebab mewabahnya penyakit diare disebabkan pasien mengonsomsi makanan yang tidak sehat. Kebanyakan pasien diare ini berawal dari mengonsumsi makanan dan minuman yang mereka beli di pasar pabukoan. Kepala Puskesmas Tarusan Yessi Rivai menyebutkan, pasien diare yang dirawat di Puskesmas Tarusan sekarang hanya tinggal 4 orang, sebagian besar sudah dipulangkan dan rawat jalan. “Pihak Puskesmas telah memberikan pengobatan kepada pasien diare,dan bagi pasien yang kondisinya parah akan dirujuk ke RSUD M Zein Painan, namun jika kondisinya sudah membaik akan dipulangkan dan mendapatkan perawatan jalan,” ujarnya. Seperti beritakan Jumat (10/8) Pesisir Selatan (Pessel) semenjak Rabu (8/8) lalu ditetapkan sebagai KLB (kejadilan luar biasa) muntaber. Satu warga, Rabu tewas dan puluhan lainnya dirawat intensif di RSUD M Zein Painan dan Puskesmas di Koto XI Tarusan. Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni menyebutkan, warga tewas akibat munaber itu adalah Azizah (36) warga Kapuh, Tarusan. Pasien muntaber berasal dari Carocok Anau, Nanggalo, Kapuah Utara. Sedangkan pasien terbanyak dari Sungai Talang yakni 11 pasien. Dikatakannya, kasus muntaber diketahui sejak pertengahan Juli lalu yang diderita satu warga. Lalu 4 Agustus, kasus naik menjadi 8 orang. Dinkes Pessel menduga penyebabnya adalah air galon, makanan dari pasar tradisional dan batu es terbuat dari air mentah. Warga diimbau untuk waspada terhadap penyebaran muntaber. “Jangan mengkonsumsi air sungai, hindari MCK di sungai.Imbauan itu mengingat sungai di Tarusan menjadi tempat utama memenuhi berbagai keperluan sehari hari. Sementara petugas di semua nagari sudah dikrim surat agar siaga terhadap penyakit muntaber,” katanya. Meski pasien sudah banyak yang diperbolehkan pulang, Pessel belum mencabut status KLB muntaber. Keracunan Tongkol Sedangkan kasus muntaber di Pesisir Selatan yang juga merenggut korban jiwa, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri, tim kesehatan dari provinsi sudah turun ke lapangan membantu tim kesehatan kabupaten. Dugaan sementara, penyebab meninggalnya korban juga karena keracunan ikan tongkol. Sesudah menyantap makanan tersebut, mereka mencret-mencret tiada henti sehingga dilarikan ke rumah sakit. Sampel ikan sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab keracunan termasuk beberapa jenis makanan lain yang dikonsumsi korban malam itu. “Tetapi kita akan selidiki lebih lanjut dengan mengambil sampel ikan tongkol dan jenis makanan lain yang dimakan korban,” terang Rosnini. Karacunan Nanggalo Sementara itu, kasus kematian salah seorang warga akibat keracunan makanan saat buka puasa, Zulwarni (42), yang tinggal di Wisma Indah IV Siteba Padang, Selasa (7/8) malam, sudah diinvestigasi. Dugaan sementara disebabkan istamin atau racun yang ada dalam ikan yang dimakan korban. Usai memakan ikan, mereka sekeluarga mengalami mencret terus menerus. Tetapi tindak ada tindakan yang dilakukan sehingga akhirnya memakan korban jiwa. Kepala Balai POM Sumbar Drs Indra Ginting kepada wartawan usai melakukan razia makanan dan minuman yang diperdagangkan jelang Lebaran, Jumat (10/8) di Padang menjelaskan, sampel ikan yang dimakan korban sudah diperiksa. Hasil sementara penyebabnya adalah istamin, racun pada ikan itu sendiri. Ikan yang dimakan. Karena itu, semua masyarakat di Sumbar harus meningkatkan kewaspadaannya. Jangan asal membeli makanan untuk kebutuhan berbuka atau sahur. Makanan yang hendak dibeli harus dipilih dengan cermat. Bila membeli ikan, maka beli ikan yang segar, tidak pakai formalin dan tempat penjualan ikan yang sehat. (h/har/vie)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 362 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


JUMLAH PASIEN MUNTABER MENURUN