Senin, 20 May 2013
Pengeroyok Amrizal Diperiksa Polisi PDF Cetak Surel
Minggu, 12 Agustus 2012 02:07

PADANG, HALUAN — Pasca­penge­royokan yang menimpa Amri­zal Rengganis, Ketua Forum Anak Nagari Pauh IX, Jumat (10/8) malam, Polsekta Kuranji saat ini telah mengamankan tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Ketiganya saat ini sudah dibawa ke Polsekta Kuranji untuk dimintai keterangan, dan apabila memang terbukti, ketiganya akan dimasukkan ke sel. Ketiga pelaku tersebut, yakni Ando (32), Bombom (25) dan Iwan (30).

“Kita sudah menginterogasi ketiga pelaku yang melakukan penggeroyokan tersebut, dua orang menggeroyok Amrizal dan satu orang menghajar Dori (25), kemena­kan Amrizal,” kata Kapolsekta Kuranji, AKP Masrial kepada Haluan, Sabtu (11/8).

Amrizal Rengganis sendiri mengatakan, akan melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum. Menurutnya, ketiga pelaku telah membabi buta menghajarnya di depan anak-anak dan istrinya saat sedang makan.

“Itu perbuatan yang sangat tidak manusiawi. Saya tidak terima, masa di depan anak-anak dan istri saya, saya dipukul beramai-ramai,” ujar Amrizal.

Penggeroyokan tersebut bermula gara-gara pembagian air tidak merata di kawasan Korong Gadang. Dua pemuda tersebut mengeroyok Ketua Anak Nagari Pauh IX Amrizal Rengganis karena dinilai tidak adil dalam membagi air.

Akibat kejadian itu, bibir Amrizal pecah, kepala memar dan hidung terluka. Hingga Sabtu (11/8) Amrizal masih dirawat di RSUD Rasidin Padang.

Kejadian tersebut berawal ketika ada pembagian air meng­gunakan mobil tangki PDAM Pa­dang. Merasa pasokan air di Korong Gadang sudah cukup, Amrizal membawa bantuan itu ke Simpang Akhirat, Kuranji sekitar pukul 16.30 WIB.

Di sinilah persoalannya, salah seorang pemuda Korong Gadang bernama Iwan tidak menerima keputusan tersebut. Dia tetap merasa pembagian tidak adil. Mendengar informasi itu, Ketua Pemuda Simpang Akhirat bernama Dori (25) mendatangi Iwan dan berniat menyelesaikan persoalan tersebut.

Kemudian keduanya terlihat cekcok dan Iwan sempat menge­luarkan goloknya, sementara Amri­zal yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berupaya melerai perce­kcokan dan mengambil golok dari tangan Iwan. “Kemudian saya menyuruh mereka pergi, dan saya anggap permasalahan itu telah selesai,” jelas Amrizal.

Sekitar pukul 18.25 WIB, dua orang pemuda diketahui bernama Bombom dan Ando (masih kerabat Iwan, red) mendatangi rumah  Amrizal. Tanpa banyak bicara, mereka memukul dan menghantam Amrizal. Merasa tidak mampu melawan, Amrizal melarikan diri ke kamarnya dan mengunci pintu­nya. Tak lama berselang, kedua pelaku pergi meninggalkan rumah Amrizal.

“Saya merasakan ada benda tumpul yang menghantam kepala saya saat itu, entah batu,” ung­kapnya. Mengetahui situasi sudah aman, Amrizal meninggalkan rumah dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuranji. Usai melapor, Amrizal divisum sekaligus berobat ke RSUD Dr Rasidin.

Masrial menyebutkan kedua pihak bersengkata masih memiliki hubungan kekeluargaan.

“Kita berharap permasalahan ini bisa diselesaikan secara keke­luargaan melibatkan ninik mamak,” harap Masrial. (h/nas)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: