| Jasa Penukaran Uang Kian Marak |
|
|
|
| Selasa, 14 Agustus 2012 02:11 | |||
|
PADANG, HALUAN —Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, jasa penukaran uang receh semakin ramai mamadati di sejumlah kawasan di Kota Padang. Hal ini terlihat di sepanjang jalan Proklamasi, Jalan Samudera, Jalan Jalan Terandam, Jalan Nipah dan masih banyak lagi lokasi strategis yang digunakan oleh para pelaku bisnis jasa penukaran uang receh ini. Pantauan Haluan, sepekan mendekati Idul Fitri kali ini, jumlah pelaku bisanis jasa penukaran uang receh tersebut mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan diawal Ramadan 1433 Hijriah lalu.Umumnya, mereka biasanya tinggal memasarkan saja dan mendapatkan 10 persen dari yang ditukarkan. Mereka memperoleh lima persen dan lima persen untuk yang punya modal. “Ya, lumayan keuntungan 5 persen dari yang ditukarkan. Rata-rata setiap hari 300 ribu sampai dengan 400 ribu rupiah,” ucap Lia, 43 salah seorang pelaku jasa penukaran uang receh dikawasan Jalan Nipah kepada Haluan, Senin (13/8). Dijelaskan wanita yang biasanya bekerja sebagai penjual rempah-rempah di Pasar Raya Padang ini, umumnya ketika sudah mendekati H-2, permintaan uang receh meningkat dibanding hari-hari biasanya. “Saya menjajakan sampai H-1, karena biasanya banyak yang membutuhkan uang receh untuk dibagikan kepada keluarganya saat lebaran tiba. Tetapi lebaran tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu,” jelasnya. Lain halnya yang dikatakan oleh Vino, 22, penyedia jasa penukaran uang pecahan lainnya yang mangkal di kawasan Jalan Samudera Padang. Dirinya sudah membuka layanan penukaran uang receh itu sejak awal Ramadan untuk memanfaatkan peluang bisnis. “Di minggu pertama dan kedua Ramadan memang belum terlalu ramai. Tetapi memasuki minggu ketiga dan ke empat Ramadan kali ini, jumlah orang yang menukarkan uang sudah semakin ramai, mulai pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000,” katanya. Pemuda asal Bukittinggi yang sehari-hari masih terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Swasta di Kota Padang ini mengaku modal awal yang digunakannya untuk jasa penukaran uang itu hanya dua juta rupiah, dan keuntungan sekitar lima persen dari modal. Uang-uang pecahan yang dijajakannya itu, kata dia, sudah dikemas dalam paket Rp100 ribu dan Rp200 ribu sehingga mereka yang ingin menukarkan uang bisa langsung memilih paket sesuai pecahan uang yang diinginkan. “Setiap paket uang pecahan itu dikenai ongkos jasa sebesar Rp5.000. Jadi, misalnya ada orang yang ingin menukar uang pecahan sebesar Rp100 ribu, mereka harus membayar dengan uang sebesar Rp105.000,” katanya. Ditanya antisipasi uang palsu yang dibayarkan konsumen, Vino mengaku tidak khawatir karena bisa membedakan uang palsu dengan asli dengan cara melihat ciri-ciri fisik dan memegangnya secara langsung. (h/hel)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 113 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


