Sabtu, 19 April 2014
TPG Triwulan II Tak Dapat Dibayarkan PDF Cetak Surel
Selasa, 14 Agustus 2012 02:21

VALIDASI DATA BELUM SELESAI

PADANG, HALUAN — Tunjangan profesi guru (TPG) triwulan kedua 2012, belum bisa dibayar­kan. Namun, untuk  tambahan penghasilan (Tamsil) bagi guru PNS yang belum sertifikasi, sudah bisa dibayarkan menjelang Lebaran nanti.

Hal itu terungkap  saat  rapat kerja Komisi IV DPRD. Kota Padang dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Padang dan Dinas Penge­lo­laan Keuangan dan Aset (DP­KA), Senin(13/8).

Menurut Kepala Disdik Kota Padang  Indang Dewata, dana TPG triwulan kedua belum bisa dicairkan, karena saat ini pihak­nya sedang menunggu validasi data, guru-guru bersertifikasi yang mengajar tatap muka 24 jam per pekan.

“Untuk TPG triwulan kedua 2012, akan dibayarkan setelah lebaran nanti. TPG yang diba­yarkan tersebut sesuai dengan aturan yaitu mengajar 24 jam tatap muka per pekan,” katanya.

Sementara itu, Tamsil bagi guru PNS yang belum sertifikasi, sudah bisa dicairkan. Angga­rannya, sudah ditransfer ke rekening bendahara sekolah, dan sudah bisa dibayarkan. Tamsil ini diberikan kepada 2.923 guru PNS,  yang belum bersertifikasi. Dengan aturan, satu guru men­dapat­kan Rp1,5 juta per enam bukan.

Sedangkan Sekretaris Disdik Kota Padang, Alfian mengata­kan, untuk triwulan I (Januari-Maret) 2012, sudah dicairkan anggaran senilai Rp44,6 miliar untuk 4.339 guru bersertifikasi. Sedangkan dana yang ditransfer dari pusat ke kas daerah, untuk dua triwulan Rp81,8 milliar. Saat ini, untuk anggaran 2012 ini, masih bersisa di kas daerah Rp37,1 miliar.

“Untuk 2012 ini, berdasarkan data, ada 4.345 guru berser­tifikasi yang menerima tunjangan, dengan dana Rp178,9 miliar dalam setahun. Sedangkan yang dialokasikan di APBD senilai Rp163,7 miliar. Perkiraan keku­ra­ngan Rp15,2 miliar,” katanya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Padang  Azwar Siry mengatakan,  dirinya menda­pat informasi adanya guru sertifi­kasi yang tidak memenuhi kewa­ji­ban mengajar 24 jam per pekan. Namun, sang guru tetap saja menerima TPG. Untuk itu, ia meminta Disdik dan DPKA untuk menelusuri hal ini.

Sisa TPG 2010 dan 2011

Sementara itu, untuk TPG pada 2010 yang belum dibayar­kan sebanyak satu bulan, akan dianggarkan pada APBN Peruba­han 2012. Sedangkan TPG pada 2011 yang belum dibayarkan seba­nyak dua bulan, akan diang­garkan pada APBN Perubahan 2013.

“Ini Berdasarkan informasi dari Kemendikbud, lewat kunju­ngan kerja Komisi IV DPRD Padang didampingi Disdik, beberapa waktu lalu,” katanya.

Namun dari Disdik menam­bahkan, bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi,  kekurangan TPG satu bulan pada 2010, sudah inklude pada APBD 2012. Tapi, semua itu harus melihat dulu berdasarkan kemampuan keuangan negara.

Besaran kekurangan pada 2010 dan 2011 ini, sudah diusul­kan ke Kemendikbud dengan Nomor : 900/4012/BT/PKPMP/2012 tertanggal 4 Juli 2012. “Kekurangan anggaran pada 2010 dan 2011 ini dise­babkan, selama pembayaran, terjadi perubahan gaji pokok guru yang bersang­kutan akibat kena­ikan pangkat,” ujarnya.

Untuk 2010, untuk tahap pertama, ada 1.355 guru yang menerima TPG dan tahap kedua sebanyak 1.353. Berkurangnya penerima ini disebabkan adanya pegawai meninggal dan pindah. Kebutuhan TPG 2010 sebesar Rp44,4 miliar, sedangkan yang masuk ke kas daerah yaitu Rp341,4 miliar. Masih kurang sebesar Rp3,7 miliar lagi.

“Karena kekurangan tersebut, hanya bisa dibayarkan untuk 11 bulan senilai Rp40,7 miliar. Sisa di kas daerah dari TPG 2010 senilai Rp1,05 miliar. Dan kami,  masih membutuhkan Rp2,6 miliar lagi untuk membayar sisa TPG 2010,” kata Kepala DPKA, Syahrul.

Sementara untuk TPG 2011, penerima sebanyak 2.639 pada tahap I dan 2.634 pada tahap II. Pengurangan ini disebabkan, adanya guru yang sudah mema­suki masa pensiun. Kebutuhan anggaran untuk pembayaran TPG 2011  yaitu Rp99,9 miliar.

Namun yang ditransfer dari pusat ke kas daerah senilai Rp90,2 miliar. Masih kekurangan Rp9,7 miliar. Sedangkan, jumlah anggaran yang dibayarkan untuk 10 bulan yaitu Rp83,4 miliar. Masih bersisa di kas daerah senilai Rp6,7 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Pa­dang  Muharlion mengatakan, hasil pertemuan tersebut akan menjadi dasar bagi pimpinan dewan, untuk menyurati pemko. Tentunya untuk menindaklanjuti kekurangan dana  untuk pemba­yaran sisa TPG 2010 selama satu bulan dan 2011 selama dua bulan. “Ini dilakukan, agar pemko menindaklanjutinya ke Kemen­dikbud,” tegasnya. (h/ade)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: