Rabu, 19 Juni 2013
Batang Jelamu Dinormalisasi PDF Cetak Surel
Rabu, 15 Agustus 2012 02:20

PAINAN, HALUAN — Batang Jelamu dinormalisasi untuk mengurangi dampak ke pemukiman bila hari hujan deras dan sungai meluap.

Normalisasi sungai yang hampir selsesai itu dilk­sanakan dengan menggunakan APBD Pessel.

Kepala Dinas PSDA Pes­sel Yusdi menyebutkan, panjang sungai yang dinormalisasi sekitar satu kilo meter di pingir Kampung JelamuIV Kot Hilir Kecamatan Batang ka­pas.

“Kondisi terakhir sungai dasar sungai dikeruk, kemu­dian pinggir sungai diting­gikan. Lebar sungai sekitar 50 meter. Dengan adanya normalisasi tersebut, kini pinggir sungai tidak lagi digerus arus sungai,” katanya.

Disebutkannya, pinggir sungai dibuat lebih tinggi dari biasanya. Sementara pada titik-titik rawan diamankan dengan membuat batu beron­jong, terutama dekat dengan perumahan masyarakat.

Selanjutnya, fungsi nor­malisasi adalah untuk menga­mankan jalan nasional yang selama ini sering menjadi sasaran tumbukan arus Ba­tang Jelamu.

“Kini, arus sungai tidak ter­lalu menantang jalan nasio­nal. Arus sungai sudah diali­ha­kan agak kekiri. Selan­jutnya, persis di pinggir jalan nasional di pasang batu beron­jong,” katanya lagi. Sementara itu, Rasul (45), waraga Jalamu menyebutkan, warga setempat merasa sangat terbantu de­ngan adanya proyek nor­malisasi.

“Biasanya bila hujan da­tang, warga di sini dihantui ketakuatan. Soalnya, air selalu mengikis pinggir sungai. Selain itu, bila air besar, warga selalu dihadapkan pada banjir,” katanya. Selanjutnya Bupati Pessel Nasrul Abit menye­butkan, di daerah itu, sejum­lah sungai sedang menda­patkan proyek normalisasi.

“Selain Batang Jelamu, maka di batang Lengayang juga sedang berjalan kegiatan normaslisasi, misalnya Muara batang Kambang, pengamanan tebing di Koto Baru dan pada titik titik lainnya,” katanya.

Oleh karena itu ia berha­rap, warga memberikan kemu­dahan kepada pelaksana untuk menyelesaikan proyek­nya. Misalnya dengan mem­berikan jalan tempat lewat material. “Jangan dibuat buat masalah sehingga terjadi persoalan,” katanya meng­ingatkan. (h/har)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: