| 217 Tewas di Jalan Raya |
|
|
|
| Kamis, 16 Agustus 2012 02:40 | |||
|
KORBAN ARUS MUDIK BERJATUHAN JAKARTA, HALUAN-Arus mudik menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini sudah memakan korban. Jumlah korban tewas akibat kecelakaan di perjalanan mencapai lebih dari 200 jiwa.“Sejak H-10 hingga kemarin, sudah terjadi 100.265 kecelakaan di seluruh Indonesia dengan jumlah korban tewas mencapai 217 jiwa,” kata Kepala Biro Penerangan Umum Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Rabu (15/8).Polri membentuk 3000 pos pengamanan di seluruh jalur arus mudik. “Pos itu dikawal 80.000 lebih personil, terutama di pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandar udara dan sepanjang jalan jalur mudik,” kata dia lagi. Penyebab Utama Sementara itu Korlantas Polri dalam siaran pers mereka mengatakan penyebab tingginya kecelakaan adalah karena para pemudik banyak yang menggunakan jalur alternatif, bukan jalur utama dan sebagian besar kecelakaan terjadi pada pemudik motor. Namun ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Danang Parikesit, mengatakan ada tiga hal yang secara spesifik menjadi penyebab banyaknya kecelakaan yaitu meningkatnya jumlah pemudik terutama pemudik sepeda motor, kondisi angkutan sepeda motor yang tidak memadai dan kepatuhan pengemudi pada peraturan lalu lintas dan kurangnya fasilitas rest area. “Pemerintah memperkirakan pemudik sepeda motor hanya naik enam persen tahun ini tapi menurut kami kenaikan mencapai 10-15%,” kata Danang. “Akibatnya risiko kecelakaan bertambah namun tidak diantisipasi dengan penyediaan angkutan umum yang banyak sehingga masyarakat tetap naik sepeda motor untuk mudik.” MTI menilai penanganan mudik tahun ini sama dengan tahun kemarin, meski dalam beberapa hal seperti perbaikan infrastruktur jalan raya menunjukkan kemajuan. “Tahun ini masih business as usual, tidak ada terobosan penting baik dalam kebijakan mau pun program untuk menekan angka kecelakaan,” kata dia. Jumlah korban jiwa dalam arus mudik tahun lalu mencapai 800. “Kami berharap rekomendasi yang kami ajukan pada Polri bisa membantu menekan korban meninggal di bawah 500, tetapi jika polisi tidak bekerja keras untuk menekan angka korban maka sangat sulit untuk menekan angka korban kecelakaan,” kata Danang. Selain transportasi darat, transportasi laut pun masih harus mendapat perhatian terutama dermaga di Pelabuhan Merak. “Merak kita tidak bisa banyak berharap, tahun lalu Dirjen Perhubungan Darat janji tahun ini selesai tapi dari lima dermaga yang ada di penyeberangan Merak-Bakauheni yang fungsional hanya tiga, yang dua hanya separuh karena penyelesaian pelindung gelombang tidak tuntas tahun ini, akibatnya antrean panjang pasti terjadi,” ulasnya.(h/roldn)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 212 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


