Sabtu, 25 May 2013
Alexander Aan Lebaran di Lapas PDF Cetak Surel
Kamis, 16 Agustus 2012 02:45

MUARO, HALUAN — Masih ingat Alexander Aan? Tentu saja semua orang me­nge­nang­nya. Media cetak dan online di negeri ini beberapa waktu lalu, menja­dikan dirinya berita utama karena pengakuan terus te­rang­nya sebagai se­orang ateis.

Aleksander Aan telah divonis 2 tahun setengah karena kasus penghinaan agama oleh Penga­dilan Negeri Muaro beberapa waktu lalu. Vonis tersebut selan­jutnya telah membawa ia men­dekam dalam Lembaga Pemasya­rakatan Muaro Si­junjung.

Lebaran kali ini, adalah Lebaran per­tama yang ia jalani di dalam hotel prodeo itu. Tentu saja suasananya tak senyaman saat ia bias merayakan Lebaran bersama keluarganya.

Calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Dharmasraya ini, saat ditemui Haluan, Rabu (15/8) baru saja usai salat Zuhur berjamaah dengan penghuni Lapas Muaro Sijunjung lainnya.

“Di dalam penjara ini, saya melaksanakan puasa penuh. Dan saya merasa makin dekat dengan Tuhan. Selain itu, sehari-hari saya mengisi waktu saya dengan membaca dan merenung,” kata Aleksander Aan kepada Haluan, Rabu (15/8).

Ketika ditanyakan terkait dengan eksistensi Tuhan, ia paparkan, siapapun tidak akan tahu apa yang ada dalam diri seseorang.

“Tak akan ada yang tahu, siapa diri saya dan bagaimana setiap prinsip yang saya miliki. Sekalipun itu Anda tanyakan kepada ibu dan keluarga saya yang lain, jawaban mereka belum tentu mewakili saya. Jadi, Anda tidak akan pernah tahu, apakah saya ateis atau bukan,” katanya.

Menurutnya, penjara han­yalah bagian kisah hidupnya. Sekalipun terkurung, namun pikiran dan imajinasi akan tetap berbicara.“Sebagai calon PNS, saya tak berharap lagi,” katanya. (h/cw-eep)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: