| Penumpang di BIM Masih “Wajar” |
|
|
|
| Kamis, 16 Agustus 2012 02:55 | |||
|
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika kepada Haluan Rabu (15/8) di Padang menjelaskan, Pemprov Sumbar sudah memasang rambu, marka, pagar pengaman jalan, lampu penerangan dan trafic light di sejumlah titik pada ruas jalan nasional dan jalan provinsi. Fasilitas keselamatan di jalan ini diharapkan dapat menjadi petunjuk dan pedoman bagi pemakai jalan. Jasa Raharja juga memasang sejumlah rambu peringatan pada daerah rawan kecelakaan sebanyak 100 unit. Dinas perhubungan kabupaten/kota juga siaga dengan fasilitas lalu lintas di wilayah kerjanya masing-masing. “Kita harapkan pemudik yang pulang kampung dapat memperhatikan fasilitas keselamatan pengguna jalan yang sudah kami pasang untuk menghindari tingkat kecelakaan. Jasa Raharja juga sudah memasang rambu peringatan daerah rawan kecelakaan,” terang Mudrika. Untuk angkutan darat, dikerahkan 1.927 unit kendaraan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan kapasitas angkut 1.857.352 penumpang dan 532 unit kendaraan untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan kapasitas angkut 150.150 penumpang. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk melayani angkutan Lebaran tahun ini. Karena berdasarkan data Lebaran tahun lalu, tingkat penggunaan angkutan umum yang terpantau pada terminal-terminal utama di Sumbar hanya 60 persen sampai 80 persen dari kapasitas yang tersedia. Meski demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kebutuhan, sudah dicadangkan angkutan pariwisata, angkutan sewa, bus kota dan bus instansi sebanyak 335 unit dengan kapasitas sekitar 30.000 orang. BIM Masih Sepi Sementara itu, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih tampak biasa-biasa saja dan belum terlihat arus penumpang yang menumpuk.Bahkan sejak H-7 Lebaran arus penumpang di BIM tidak terdapat peningkatan arus penumpang yang pergi maupun yang datang. Hal ini diperkirakan belum diberlakukan cuti bersama PNS danpihak swasta. Kepala Bidang Monitoring PT Angkassa Pura II, Joko Sudarmono menuturkan sampai sekarang Arus penumpang yang mudik masih stabil dan tidak ada lonjakan. Bahkan H-7 Lebaran terjadi penurunan penumpang sebanyak 20 persen dari hari biasa. “Di hari biasa, penumpang yang datang maupun pergi bisa mencapai 2.700-an orang perhari. Sejak tiga hari belakangan (H-7), penumpang menurun sekitar 20 persen atau hanya berjumlah 2.500-an orang perhari,” kata Joko kepada Haluan, Rabu (15/8). Dijelaskannya, fenomena penurunan aktivitas penumpang ini baru terjadi pada tahun ini. Karena seperti biasanya H-7 menjelang Lebaran, lonjakan penumpang sudah mulai terasa. Di H-7 kita telah mendirikan Posko Lebaran Basamo untuk memonitoring para pemudik dan menjadi tempat pusat informasi mengenai aktivitas bandara jelang Lebaran. Dalam posko basamo tersebut, Bandara Internasional Minangkabau mempersiapkan personil-personil untuk memonitoring situasi dan kondisi bandara jelang Lebaran dengan melibatkan personil TNI AU, Polres, Dishub dan petugas bandara. “Biasanya H-7 bandara sudah ramai. Akan tetapi tahun sekarang sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Sampai sekarang (15/8) belum tampak peningkatan arus penumpang,” kata Joko. Akan tetapi, mengenai calo tiket yang biasanya beredar di BIM menjelang Lebaran, Joko tidak membantah keberadaan mereka. Banyak modus yang dilakukan para calo untuk mengelabui petugas dan merayu calon penumpang. “Calo ini sangat susah diberantas. Karena mereka sangat licin dan selalu menggunakan modus yang beragam sehingga membuat petugas BIM jadi kewalahan dan kebingungan atas ulah mereka. Namun, biasanya permainan harga tersebut banyak dilakukan oleh agent travel,” tuturnya. Dalam hal persiapan untuk melayani para penumpang, pihak BIM dan PT Angkasa Pura II telah siap menghadapi lonjakan penumpang. “Seluruh sektor pelayanan dan keamanan telah dipersiapkan sedini mungkin. Jadi para penumpang tidak perlu khawatir atas pelayanan dan keamanan di BIM,” katanya. Sementara itu, Joko memprediksikan tanggal 16-17 Agustus 2012, akan terjadi lonjakan penumpang karena telah diberlakukannya cuti bersama secara serentak oleh pihak swasta dan pemerintah. “Di saat libur bersama diberlakukan, mungkin peningkatan jumlah penumpang akan terjadi secara tajam,” tutupnya. Angkutan Laut Dijelaskan Mudrika, untuk Lebaran 2012 ini, tidak ada pelayanan kapal dari Pelni untuk rute Tanjung Priok-Teluk Bayur. Berdasar pengalaman tahun sebelumnya, minat pemudik menggunakan kapal laut hanya 100 orang dari kapasitas 1.000 orang penumpang, sehingga dianggap tidak efisien. Untuk transportasi Padang-Mentawai, tersedia kapal KMP Ambu-Ambu milik PT ASDP dengan kapasitas angkut 300 orang, KM Sumber Rezeki kapasitas 175 orang, KM Bahtera Jaya I kapasitas 120 orang dan KM Mitra Samudera juga kapasitas 120 orang. “Kita juga menyediakan kapal cadangan jika terjadi lonjakan penumpang dengan mensiagakan KM Muci (Navigasi) kapasitas 150 orang dan Kapal Basarnas kapasitas 70 orang,” katanya. Untuk keselamatan diperjalanan dan pedoman serta petunjuk bagi pengguna jalan, sudah dipasang rambu jalan 324 buah, deliniator 546 buah, pagar pengaman jalan 2.968 meter, marka jalan 2.400 m2, cermin tikungan 11 buah, lampu penerangan jalan solar cell 30 unit, trafic light 1 unit dan warning light 6 unit. Dukungan Sarana Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Rosnini Savitri secara terpisah juga menyatakan siap hadapi Lebaran. Sebanyak 65 unit puskesmas rawatan di jalur utama, 21 rumah sakit pemerintah ditambah dukungan rumah sakit swasta di seluruh kabupaten/kota disiagakan selama 24 jam mulai H-7 hingga H+7. (h/vie/ang)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 781 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


HARI INI PUNCAK ARUS PULANG KAMPUNG