| BRI Bangkinang Diusik Surat Kaleng |
|
|
|
| Selasa, 28 Agustus 2012 01:29 | |||
|
PEKANBARU, HALUAN — Kantor Cabang BRI Bangkinang diterpa ‘surat kaleng’. Isinya melaporkan tindakan oknum Asisten Bisnis Mikro (ABM) berinisal RM yang diduga melakukan penyunatan dana alias ‘uang takut’. RM diduga memungut dana dari semua Kepala Unit BRI di wilayah kerja Cabang Bangkinang yang nilainya mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Akibat perbuatan RM tersebut semua kepala unit resah.Namun ironisnya Pimpinan Cabang BRI Bangkinang Lili Tarli yang dikonfirmasi Haluan Riau beberapa waktu lalu tak mau banyak komentar, termasuk kepala unit juga bungkam alias ketakutan ketika dikonfirmasi seputar kebenaran isi surat kaleng tersebut. Termasuk salah satu Kepala Unit BRI Tapung Adiman yang coba dihubungi, Minggu (26/8) juga memilih bungkam Sementara Pinca BRI Bangkinang Lili Tarli mengaku, tidak tahu-menahu soal surat itu dan siapa yang membuatnya. Dia juga terkesan takut memberi komentar saat ditanyakan apakah dirinya juga pernah dilaporkan atau menerima surat tersebut. “Bukan saya pak yang membuat, saya tidak mengetahui soal itu, nanti biar Humas saja yang menjelaskannya,” ujarnya sembari menutup telepon. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Haluan Riau, kasus kutipan tak resmi alias uang takut yang belakangan dianggap sebagai dana pembinaan BRI Unit On The Spor dilakukan RM selaku ABM per bulannya rata-rata setiap Kepala Unit BRI dikenakan Rp1.500.000-Rp11 Juta. Dana tersebut dilakukan dengan cara ditransfer ke rekening yang bersangkutan dan tunai. Untuk menghilangkan jejak atau asal usul dana tersebut ada yang distor atas nama yang bersangkutan ke rekening putrinya. Dalam laporan surat itu juga disebutkan para kepala unit yang menyetor di antaranya, 8 September 2010 dari Masril mantan Kepala Unit BRI Tapung Rp2 Juta, 30 Mei 2011 Kepala BRI Unit Kuok Rp1.500.000, 27 September 2011 Kepala Unit BRI Tapung Rp2.350.000, 28 Nopember 2011 ke rekening Suci R Pratiwi (Anak RM) dari Kepala Unit BRI Air Tiris Rp 11.450.000 dan 26 Maret 2012 BRI Unit Bangkinang Kota ke rekening RM Rp 1.600.000. Bahkan kutipan ‘uang takut’ itu pun dikenakan juga terhadap Notaris yang menjadi mitra kerja dalam pengesahan akad pinjaman Yuli Rahayu, yang total penyetorannya terakhir 25 April 2012 Rp 14.915.000. Menurut keterangan sumber Haluan Riau yang enggan disebutkan namanya, kalau uang takut itu tidak diloloskan maka ABM RM akan memberikan penilaian dan rekomendasi ke atasannya atas kinerja para kepala-kepala unit. Sedangkan kalau notaris tidak loyal maka kontrak kerja sama akan diputus dan dicari notaris lain yang bisa diajak kerja sama. Membantah Atas tudingan tersebut Asisten Bisnis Mikro(ABM) Rustian Marta menjawab Haluan Riau di Pekanbaru beberapa waktu lalu membantah keras tudingan yang dinilainya adalah fitnah terhadap dirinya yang sengaja dilakukan orang-orang tidak senang atas karirnya. Dia meyakini laporan itu berasal dari orang dalam yang tidak suka atas caranya bekerja. “Saya tidak melakukan itu. Itu fitnah dan kalau saya memang bersalah dari dulu saya sudah ditindak, ”ujarnya sembari mengatakan bahwa surat kaleng seperti itu bukan yang pertama kali. Menanggapi soal uang takut yang disetor para kepala unit ke rekening pribadinya dan putrinya, Rustian Marta berkali-kali membantah bahwa hal itu tidak benar. Alasannya semua slip setoran jelas atas namanya ke rekening putrinya Suci R Pratiwi. “Itu uang dari hasil kebun sawit saya pak untuk keperluan anak saya,” kilahnya.(hr/war)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 207 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


