Kamis, 23 Oktober 2014
Lagi, Kereta Api Tabrak Angdes PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Agustus 2012 02:39

6 ORANG LUKA SERIUS

Lagi, terjadi kecelakaan kereta api (KA) di perlintasan tanpa plang kembali menelan korban. Akibatnya, lima orang penumpang angdes berikut seorang sopir mengalami luka serius. Mereka dirawat di RSUD Pariaman.

PARIAMAN, HALUAN — Sebuah angkutan pedesaan (angdes) Sicincin-Pariaman yang akan mengatarkan siswa SMK 2 Pariaman ditabrak kereta api yang melucur dari Padang menuju stasiun Pariaman di per­lintasan kereta api Kampung Baru sekitar 150 meter dari RSUD Pariaman. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/8) sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi yang berhasil dihim­pun di tempat kejadian perkara (TKP), tabrakan yang membuat warga sekitar terkejut menyebabkan 5 orang penumpang angdes dan seorang sopir mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Pariaman yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian.  Dari lima penumpang angdes  korban luka tersebut, 3 orang siswa SMK 2 Pariaman dan sepasang suami/istri muda yang sedang hamil 5 bulan.

Menurut salah seorang korban, Zainil (29), suami dari Icha (17) ibu muda yang lagi hamil 5 bulan merupakan warga Pasa Ampalu Nagari Sungai Sariak, berencana akan pergi ke Pasar Pariaman untuk belanja kebutuhan harian.

“Sebelum ke pasar angdes yang membawa penumpang anak sekolah biasanya diantar dulu ke lokasi sekolah,” bebernya.

Dia melihat dengan jelas kereta api yang meluncur dari arah Padang menuju stasiun Pariaman, namun upaya untuk menyelamatkan diri tidak dapat dilakukan. Saat terjadi tabrakan, angdes yang ditum­panginya, terlihat mogok di rel kereta api. “Kemungkinan, saat itu sopir sedang menukar andel gigi,” kata Zainil.

Hingga berita  ini diturunkan, 6 korban tabrakan kereta api tersebut terlihat masih dirawat di RSUD Pariaman. Kondisi korban di samping luka-luka juga ada yang patah tulang.

Sementara itu pantauan Ha­luan, di Kota Pariaman terdapat beberapa perintasan kereta api dan tidak dilengkapi plang perlintasan.

Sepekan sebelumnya,  juga terjadi  kecelakaan Kereta Api di depan Lapangan Udara Tabing, Kota Padang. Sebuah Mobil Mit­subishi Kuda Nomor Polisi BA 2260 JO ditabrak oleh kereta api wisata dari arah Pariaman, Rabu (22/8) pukul 10.30 WIB. Akibatnya enam orang yang merupakan satu ke­luarga harus dilarikan ke RSU M Djamil Padang.

Kejadian berawal dari kelalaian sopir yang menerobos pintu plang yang mulai diturunkan. Namun naas, saat ingin melintasi rel, ada angkutan kota yang menghalangi laju mobil dan mobil yang sedang berada di tengah rel juga tiba-tiba mesinnya mati sehingga kecelakaan tidak dapat dielakkan lagi.

Ridwan (40), penjaga pintu kereta api di depan Lanud Tabing me­nuturkan alarm untuk me­nurunkan plang pintu sudah dibu­nyikan dan pintu plang mulai turun. Namun, sang sopir tetap menerobos plang pintu. Saat berada di tengah rel, laju mobil dihalangi oleh sebuah angkot yang sedang ngetem tepat di depan mobil yang dikendarai oleh Rano Saputro (26). Di saat bersa­maan, mesin mobil tiba-tiba mati dan kecelakaan tidak dapat terelak­kan lagi. Salah satu korban, berna­ma Rika (26) mengalami patah tulang kaki dan luka robek di kepala.

Pada tanggal 4 Juni lalu, perlin­tasan kereta api merenggut dua nyawa  pasangan suami Alfinaldi (32) dan Meli (31) tertabrak kereta api di perlintasan Pasar Usang, Padang Pariaman, tidak jauh dari rumah makan Sederhana. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian. (h/ded)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: