| Lagi, Kereta Api Tabrak Angdes |
|
|
|
| Kamis, 30 Agustus 2012 02:39 | |||
|
Lagi, terjadi kecelakaan kereta api (KA) di perlintasan tanpa plang kembali menelan korban. Akibatnya, lima orang penumpang angdes berikut seorang sopir mengalami luka serius. Mereka dirawat di RSUD Pariaman. PARIAMAN, HALUAN — Sebuah angkutan pedesaan (angdes) Sicincin-Pariaman yang akan mengatarkan siswa SMK 2 Pariaman ditabrak kereta api yang melucur dari Padang menuju stasiun Pariaman di perlintasan kereta api Kampung Baru sekitar 150 meter dari RSUD Pariaman. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/8) sekitar pukul 07.30 WIB.Informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), tabrakan yang membuat warga sekitar terkejut menyebabkan 5 orang penumpang angdes dan seorang sopir mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Pariaman yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian. Dari lima penumpang angdes korban luka tersebut, 3 orang siswa SMK 2 Pariaman dan sepasang suami/istri muda yang sedang hamil 5 bulan. Menurut salah seorang korban, Zainil (29), suami dari Icha (17) ibu muda yang lagi hamil 5 bulan merupakan warga Pasa Ampalu Nagari Sungai Sariak, berencana akan pergi ke Pasar Pariaman untuk belanja kebutuhan harian. “Sebelum ke pasar angdes yang membawa penumpang anak sekolah biasanya diantar dulu ke lokasi sekolah,” bebernya. Dia melihat dengan jelas kereta api yang meluncur dari arah Padang menuju stasiun Pariaman, namun upaya untuk menyelamatkan diri tidak dapat dilakukan. Saat terjadi tabrakan, angdes yang ditumpanginya, terlihat mogok di rel kereta api. “Kemungkinan, saat itu sopir sedang menukar andel gigi,” kata Zainil. Hingga berita ini diturunkan, 6 korban tabrakan kereta api tersebut terlihat masih dirawat di RSUD Pariaman. Kondisi korban di samping luka-luka juga ada yang patah tulang. Sementara itu pantauan Haluan, di Kota Pariaman terdapat beberapa perintasan kereta api dan tidak dilengkapi plang perlintasan. Sepekan sebelumnya, juga terjadi kecelakaan Kereta Api di depan Lapangan Udara Tabing, Kota Padang. Sebuah Mobil Mitsubishi Kuda Nomor Polisi BA 2260 JO ditabrak oleh kereta api wisata dari arah Pariaman, Rabu (22/8) pukul 10.30 WIB. Akibatnya enam orang yang merupakan satu keluarga harus dilarikan ke RSU M Djamil Padang. Kejadian berawal dari kelalaian sopir yang menerobos pintu plang yang mulai diturunkan. Namun naas, saat ingin melintasi rel, ada angkutan kota yang menghalangi laju mobil dan mobil yang sedang berada di tengah rel juga tiba-tiba mesinnya mati sehingga kecelakaan tidak dapat dielakkan lagi. Ridwan (40), penjaga pintu kereta api di depan Lanud Tabing menuturkan alarm untuk menurunkan plang pintu sudah dibunyikan dan pintu plang mulai turun. Namun, sang sopir tetap menerobos plang pintu. Saat berada di tengah rel, laju mobil dihalangi oleh sebuah angkot yang sedang ngetem tepat di depan mobil yang dikendarai oleh Rano Saputro (26). Di saat bersamaan, mesin mobil tiba-tiba mati dan kecelakaan tidak dapat terelakkan lagi. Salah satu korban, bernama Rika (26) mengalami patah tulang kaki dan luka robek di kepala. Pada tanggal 4 Juni lalu, perlintasan kereta api merenggut dua nyawa pasangan suami Alfinaldi (32) dan Meli (31) tertabrak kereta api di perlintasan Pasar Usang, Padang Pariaman, tidak jauh dari rumah makan Sederhana. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian. (h/ded)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 587 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


6 ORANG LUKA SERIUS