Kamis, 23 May 2013
Puting Beliung Rusak Bangunan PDF Cetak Surel
Sabtu, 22 September 2012 02:52

PAYAKUMBUH DAN TANAH DATAR

Angin puting beliung landa Payakumbuh dan Tanah Datar. Puluhan rumah porak poranda. Tak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

BATUSANGKAR, HALUAN — Setelah  Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota diterjang angin puting beliung, Jumat (21/9) kemarin giliran Kota Payakumbuh dan  Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar yang diterpa angin berputar tersebut. Akibatnya, 24 bangunan rusak.

Di Kota Payakumbuh, terdapat tiga bangunan rusak dan belasan billboard yang berada di sepanjang Jalan Sudirman tepatnya dike­lurahan Nankodok serta puluhan pohon kayu, tum­bang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.45 WIB.

Di  Nagari Tigo Jangko, Lintau Buo, dampak puting beliung ini lebih parah lagi. Sebanyak 21 buah bangunan rumah warga termasuk satu buah bangunan Puskesmas  menjadi porak-poranda.

Data yang diperoleh dari Wali Jorong Gunung Saribu Tigo Jangko M Djamil tadi malam, 21  buah bangunan yang rusak diterjang angin puting beliung itu adalah bangunan rumah milik Lizar Pono, Eni,Wan Ucu, Ici Karim, Jhon, Thamrin, Dinung, Her­siar, Kombon, Sutan Maksum, Ririn, Ilin, Nila, Isap Indo, Siar, Rio Gindo, sebagian atapnya rontok diterjang angin.

Bangunaan rumah Tina, Sinu, Yun Pajok dan satu bangunan Puskesmas yang ada di Jorong Gunung Saribu juga menjadi korban angin puting beliung atap­nya terkelupas diterjang angin yang datang secara tiba-tiba itu.

Sementara itu, Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi kepada Haluan, mengatakan sejak pukul 13.00 WIB Jumat hujan turun cukup lebat di kawasan Kabupaten Tanah Datar yang disertai hem­busan angin yang cukup kencang.

“Musibah angin kencang yang lebih dikenal sebagai puting beliung itu melanda wilayah pemukiman warga Jorong Gunung Saribu Nagari Tigo Jangko Lintau Buo, menye­babkaan sejumlah rumah warga menjadi porak poranda. Kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” tutur Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi.

Untuk memberikan pertolongan bagi bangunan rumah yang menga­lami rusak akibat dihimpit pepo­honan yang tumbang, telah ditu­runkan sejumlah anggota relawan SAR BPBD Tanah Datar dengan menggunakan peralataan pemotong marerial  kayu.

“Sebagian besar atap rumah warga di Jorong Gunung Saribu diterbangkan angin hingga mencapai puluhan meter dari lokasi pemuki­man, sehingga sampai tadi malam warga menjadi kedinginan dan berselimutkan embun,” tutur Kasi Kesiapsiagaan BPBD Tanah Datar Syarifuddin dari lkokasi bencana tersebut kepada Haluan tadi malam.

Salah seorang warga setempat Yulitasmi kepada menuturkan, bencana angin puting beliung datang secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WIB yang disertai hujan ribut, sehingga sangat mencemaskan warga.

“Pohon kayu seakan berlaga satu sama lainnya disertai bunyi gemu­ruh. Setelah sepuluh menit berse­lang, kami mendapat kabar sejum­lah rumah warga ditimpa pohon kelapa dan pohon durian yang tumbang diterjang angin,” tutur Yulitasmi.

Begitu mendengar ada rumah warga yang mengalami musibah, masyarakat berbondong-bondong menghampiri lokasi kejadian.

Kota Payakumbuh

Angin puting beliung di Paya­kumbuh berkecepatan di atas 90 km/jam. Begitu kuatnya tiupan angin, ada warga yang beranggapan hari akan kiamat. Apalagi peristi­wa ini terjadi pada hari Jumat.

Angin kencang itu melewati 2 kecamatan, yakni Kecamatan Payakumbuh Timur dan Paya­kumbuh Utara. Di Payakumbuh Timur, angin melalui kelurahan Balai Batimah dan menuju ke Kelurahan Tiakar.

“Setelah itu, angin menuju ke arah Payakumbuh Utara.  Selan­jutnya angin menyembar Kelurahan Nankodok dan Payolinyam,” kata Herman (34) warga kelurahan Nankodok.

Camat Payakumbuh Utara, Syafrilwandi yang meninjau lang­sung tempat musibah angin putting beliung di Kelurahan Nankodok mengatakan, angin puting beliung memang sangat kencang dan berge­rak secara cepat.

“Alhamdulilah, akibat kejadian ini tidak menimbulkan korban yang begitu banyak, tetapi puluhan pohon tumbang. Angin yang terbilang sangat kencang itu, membuat warga jadi trauma,”ungkap Syafrilwandi.

Secara terpisah, Camat Paya­kumbuh Timur Yurida Fatwa mengungkapkan, di Kecamatan Payakumbuh Timur 1 rumah rusak berat akibat dihimpit pohon kelapa, 1 gudang penyimpan ayam rusak ringan akibat atapnya diterbangkan angin sejauh 100 meter dan 1 kandang sapi roboh serta puluhan pohon tumbang diterjang angin putting beliung tersebut. Sampai berita ini diturunkan, belum satupun bantuan yang datang. (h/emz/ddg)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy