Selasa, 23 Desember 2014
Peranan Posyandu Dioptimalkan PDF Cetak Surel
Senin, 24 September 2012 01:55

PADANG PANJANG, HALUAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, akan mengoptimalkan 92 Posyandu yang tersebar di 16 kelurahan dengan 376 kader sebagai tempat untuk mendeteksi awal penderita gizi buruk di daerah itu.

“Posyandu akan kami fungsikan untuk melakukan pemeriksaan berkala bagi seluruh masyarakat Padangpanjang, jika menemukan kasus penderita gizi buruk bisa melaporkan dan merujuk ke puskesmas atau rumah sakit,” kata kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Mawardi, di Padang Panjang, Sabtu.

Ia mengatakan, 376 kader posyandu yang tersebar di setiap kelurahan sudah mendapatkan lisensi dari Pemkot Padang Panjang. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir diperiksa kader-kader posyandu.

“Kami juga sudah menginstruksikan kepada 92 posyandu di daerah ini untuk memberikan pelayanan maksimal serta melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan, posyandu dapat dijadikan sebagai langkah preventif (pencegahan) dengan pemeriksaan rutin, dan deteksi awal untuk mengetahui seorang anak bawah lima tahun (balita) kekurangan gizi atau tidak.

Anak balita, kata dia, berada pada umur yang sangat rentan terhadap penyakit kekurangan gizi. Untuk itu, sangat diharapkan kepada para orang tua untuk memeriksakan anak balitanya secara rutin ke Posyandu.

Jika dalam pemeriksaan, ada anak mengalami gejala kekurangan gizi, maka bisa memberikan makanan tambahan dan lainnya.

Petugas posyandu, kata dia, akan memberikan penyuluhan gizi seimbang dan pemberian makanan tambahan untuk pemulihan gizi yang menurun, susu, telur dan kacang padi.

Ia menyebutkan, pada 2012 ini Dinkes belum menemukan kasus gizi buruk di daerah ini. Meski demikian, pihaknya akan tetap mewaspadai penyakit ini dengan menekankan pelayanan di posyandu, puskesmas, pustu dan rumah sakit.  (h/hms)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy