Rabu, 23 Juli 2014
Agam Menuju Daerah Penghasil Produk Unggulan PDF Cetak Surel
Selasa, 22 Februari 2011 00:56

AGAM, HALUAN—Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah bertekad menjadikan Agam sebagai penghasil produk unggul. Tidak saja di bidang pertanian, perkebunan, dan industri kerajinan, tetapi juga di bidang sumber daya manusia.

Tekad itu bukan sekadar pemanis kata, tetapi telah mulai diaplikasikan dalam bentuk kerja nyata. Ia bersama pihak terkait telah membagikan bibit tanaman, ikan, dan pembinaan terhadap warga, sejak dilantik sebagai Bupati Agam.

Aneka bibit tanaman mulai surian, durian, coklat, dan jenis lainnya telah dibagikan sebagai stimulan. Alasannya, pemerintah harus membangkitkan semangat warga untuk berbuat, demi pe­ningkatan kesejahteraan me­reka, dan untuk kemajuan da­erah.

Di Kecamatan Matur, bupati telah berupaya mengangkat labu dan produknya ke tingkat na­sional. Muri pun tetarik dengan kolak labu Matur, dan berkenan mencatatnya sebagai sebuah rekor, ketika kolak labu Matur tampil menggoda.

Itu sebuah motivasi yang mampu mengangkat pamor labu Matur dengan segenap produk olahannya. Itu juga sebuah promosi luar biasa, dengan harga murah dan jangkauannya na­sional,” ujar Indra di ruang kerjanya kemarin.

Dua produk Agam telah men­dapat penghargaan Muri. Pertama gulai itiak lado hijau Koto Gadang, dan yang kedua kolak labu Matur. Akan banyak lagi nagari atau kecamatan lain di Agam yang termotivasi untuk memperoleh penghargaan dari Muri.

Baso, Ampek Angkek, Ti­latang Kamang, Canduang, dan lainnya sudah mulai bertanya-tanya sambil mempersiapkan produk mereka yang akan dicalonkan sebagai penerima penghargaan Muri,” ujarnya pula.

Bahkan ada masukan dari beberapa anak nagari Lubuk Basung untuk menggelar mi­numan kelapa muda dalam bentuk kelapa utuh berjumlah 2011, serta pestival ikan bakar sepanjang jalan raya dalam kecamatan Lubuk Basung.

Festival 2011 minuman kelapa muda dan ikan bakar sepanjang jalan jalan raya, dinilai bupati sebagai ide bernas dan menarik. Lebih menarik lagi bila ikannya diambil dari lubuk larangan yang ada pada aliran bandar di pinggir jalan raya di Kecamatan Lubuk Basung.

Produk unggulan di sektor industri kerajinan berpeluang muncul dari Agam belahan timur. Di kawasan itu telah lama tumbuh dan berkembang aneka industri kerajinan. Ke depan tinggal lagi pihak terkait mem­benahi motif, mutu, dan pe­masaran.

Di sektor tanaman pangan dan hortikultura, kini program padi tanam sebatang, dan pe­manfaatan lahan pekrangan dengan tanaman buah-buahan sedang digalakan. Bahkan untuk kawasan ibu kabupaten Agam, Indra menginginkan tidak ada lagi lahan pekarangan yang tidak ditanami dengan tanaman buah-buahan dan aneka jenis sayuran. Ia menginginkan di pekarangan kantor, rumah penduduk, dan di pinggir jalan raya ditanami dengan aneka tanaman buah-buahan.

“Kami telah memulainya dengan menanamnya di pe­karangan kantor bupati,” ujarnya lagi.

Di bidang sumber daya manusia (SDM), mencetak manusia unggul dilakukan di sekolah dan kurusus ke­teram­pilan. Untuk itu diu­payakan pendidik yang ber­kualitas. Di sisi lain, anak didik dianjurkan memperoleh makanan bergizi, bersih dan halal. Hal itu bisa dipenuhi orangtua murid bila penghasian mereka mencukupi untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka.

Makanan bergizi tidak mesti mahal. Seorang ibu juga harus mengetahui apa itu makanan bergizi seimbang bagi anak-anaknya. Dalam konteks itu diharapkan pihak TP PKK di setiap tingkatan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada kaum ibu.

Khusus di aparatur, Indra berupaya memaksimalkan ke­mampuan para pegawai de­ngan membenahi penempatan mereka. Mutasi merupakan salah satu upaya untuk itu. Melalui mutasi diupayakan penempatan personil sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikain mereka lebih bisa berkiprah dalam pe­lak­sanaan tugas.

“Kami menginginkan seluruh pegawai, khusunya pejabat p­emegang eselon mampu berbuat maksimal.Dengan demikian Agam memiliki pejabat denga prestasi gemilang,”tuturnya.(h/msm)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy