Sabtu, 26 Juli 2014
Di Bukik Batanjua Sungai Janiah PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 07 Oktober 2012 01:17

PESONA IKAN SAKTI

Seonggok bukit ca­das berselimut daun-daun, tegak gagah di tengah jejeran lapis-lapis Bukit Barisan. Se­pintas, dari ke­jauahan tak ada yg isti­mewa . Na­mun, bila kita men­dekat dan me­­­­nikmati  lang­sung pesona se­tumpuk bukit ini, barulah terasa, ada nuasa ‘mis­teri’ dari cerita legenda yg di­milikinya, sert­a pesona alam yg di­ta­warkan saat kita tegak me­mandang dari puncak ca­das­nya, pa­s­ti­lah mem­buat se­tiap bibir ber­decak ka­gum dan setiap ma­ta ter­kesima ka­renanya. Orang-orang menamai se­tumpuk bukit ini ; Bukik Tan­jua atau Bukik Ba­tan­jua.

Tidak be­gitu sulit un­tuk sam­pai ke Bukik Ba­tanjua. Bu­­kit yang  yang ter­le­tak di Jo­rong Su­ngai Ja­niah, Na­­­gari Ta­bek Pan­­jang, Ke­ca­matan Ba­­so, ha­nya 14 Km dari pusat kota Bukit­tinggi. Bagi yang berken­da­ra­an pribadi mobil atau sepeda motor akan me­lewati kon­disi jalan yang cukup bagus. Di ruas jalan Bukit­tinggi me­nuju Pa­ya­kumbuh, mem­belok di Pasar Baso, 4 Km arah ke kiri menuju kaki Bukit Ba­risan. Bagi yang berken­daraan umum oplet jurusan Baso dari Bu­kit­tinggi, per­ja­lanan harus dilan­jutkan de­ngan ojek dari Pasar Baso menuju lokasi Bukik Ba­tanjua.

Bukik  Ba­tanjua men­jadi unik dan me­narik, bukan semata karena bentuknya yang ber­ting­kat-tingkat dan ter­jal, namun lebih karena di atas­nya ter­dapat hal unik, yaitu Air di dalam celah ba­tu, yang di­yakini ma­sya­rakat setempat sebagai air keramat. Dan yang paling fe­nomenal dan me­­legenda adalah, adanya kolam be­sar atau ‘tabek’ di halaman Mesjid megah yang ter­letak persis di kaki Bukik Batan­jua. Kolam yang tam­pak seperti kolam-ko­lam lain di banyak mesjid di Ranah Minang, namun di dalamnya terdapat Ikan Sakti ber­uku­ran besar da­lam jum­lah banyak. Inilah yg selalu jadi buah cerita dari sejak dulu, tentang Ikan sakti Sungai Janiah itu. Beringin besar yang menjuntai dan kera-kera liar yang ber­cengkerama di bibir kolam pun menambah semarak sua­sana.

Sementara, di atas bukit cadas yang berselimut per­pohonan itu, pada ketinggian 300 meter, terdapat Air Ke­ramat di Dalam Batu. Celah batu itu sendiri bisa ditemui kapan saja, terletak di balik gun­dukan batu-batu cadas yang bertingkat-tingkat, na­mun air di dalam batu tak selalu ada. Air Keramat di puncak Bukik Batanjua sejak zaman dulu diyakini ma­syarakat setempat sebagai obat untuk ragam penyakit. Air itu hanya boleh diambil memakai Gayung Tempurung Kelapa. Air itu juga diyakini bisa mem­prediksi jenis ke­lamin anak yang sedang dikandung - bila sewaktu mengambil air tam­pak gelang di bayangan air maka itu tanda anak pe­rempuan, bila tampak ba­yangan keris itu tanda anak laki-laki...(data ini dikutip dari Buku Sejarah Ikan Sakti Sungai Janiah yang ditulis H.A Yang Basa) .Sementara cerita lain tentang hal unik dari ikan-ikan sakti di kolam kaki Bukik batanjua, adalah; ikan-ikan sakti tersebut  kalau dipegang berbau sangat tengik/berbau bangkai, apa yang dimakan manusia itulah yang dimakan ikan tersebut, kalau ikan itu sakit diobat pakai mantra, obat yang diberi juga pakai “nasi kuning tawa dan ampek”, kalau ikan itu mati maka akan dikuburkan, siapa yang me­makannya akan men­dapat penyakit sampat akhir hidup­nya. Percaya atau tidak, semua terpulang pada ke­yakinan kita. Selagi semua cerita tak sampai merusak akidah dan keyakinan kita, tentulah semua legenda boleh dianggap sebagai cerita se­mata.

Di balik semua kisah unik itu, satu yang pasti dan tak terpungkiri adalah pesona keindahan yang ditawarkan saat kita melepas pandang dari puncak Bukik Batanjua itu. Sawah-sawah menghijau terbentang , gonjong-gonjong rumah gadang menjadi ilus­trasi khas Ranah Bundo. Selepas mata memandang, hanya hijau dan kuning petak-petak sawah berpagar Bukit Barisan. Singgalang dan  Ma­rapi juga jelas tampak gagah  selalu memagar nagari.

Sayang sedikit, dari ke­nyataan hari ini, tak ter­pungkiri, roman elok Bukik Batanjua dengan Pesona Ikan Saktinya, tampak belum terkemasi dan terpolesi de­ngan sepenuh hati.

Andaikan Pemda dan masyarakat se­tempat berge­rak lebih serius membungkus dan mengemas ranah indah dan unik ini, bukan tak mung­kin inilah salah satu destinasi paling menarik untuk dikun­jungi dalam ‘paket lengkap’ wisata alam, budaya dan legenda..!

 

ERISON J.KAM­BARI

Comments (2)Add Comment
0
...
written by string, Oktober 29, 2012
mantap...taragak pulkam
article nya mantap,mohon di tambahkan documentasi tentang bukit batanjua

salam
0
good
written by string, Oktober 29, 2012
taragak pulang kampung
good article..perlu di tambahkan documentasi bukit batanjua tersebut

Write comment

busy