Kamis, 24 Juli 2014
Penambang Galian C Diperingatkan PDF Cetak Surel
Senin, 08 Oktober 2012 01:36

Pasbar, Haluan — Guna menertibkan masyarakat yang melakukan penambangan ilegal, Pemkab Pasaman Ba­rat (Pasbar), memasang plang larangan aktivitas tambang galian c seperti batu, pasir,dan kerikil di sekitar jembatan dan perumahan warga.

“Tujuan pemasangan itu di­maksudkan agar lingkungan tam­bang tetap terjaga dan ter­pelihara,”kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pas­bar, Faizir Djohan, Jumat (5/10).

Menurut Faizir, untuk se­­men­­tara pihaknya telah me­ma­sang plang peringatan lara­ngan menambang batu, pasir, dan kerikil di sekitar jembatan dan perumahan warga.

“Plang itu dipasang seba­gai larangan agar penamba­ngan galian c di areal tertentu tidak ditambang,”ujar Faizir.

Dia menjelaskan,  pelang­garan terhadap larangan penambangan di area yang sudah ada ketentuannya bisa dikenakan pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, serta Pasal 50 Ayat (3) Huruf g UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan atau denda Rp10 miliar.

Disebutkan, telah dikeluar­kan sekitar 30 izin tambang bagi warga yang telah menga­jukan izin tambang ke Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Pasbar. Semua izin itu dikeluarkan sesuai dengan tahapan dan prosedur yang ada, termasuk telah ditinjau langsung ke lapangan dengan pihak instansi lainnya. “Bagi yang tidak punya izin tam­bang, akan ditertibkan dan akan segera ditutup,”katanya.

Untuk itu, kepada masya­rakat jika mengetahui ada tambang ilegal diharapkan segera melaporkan ke dinas terkait sehingga bisa disikapi dengan cepat. Karena kalau dibiarkan akan berdampak ter­hadap kerusakan lingku­ngan bahkan bisa memicu longsor. Apalagi ada penam­bang ilegal yang tidak mem­perhatikan lingkungan sekitar. Seperti dekat bangunan, jem­batan dan perumahan  lainnya.

“Kalau kita temukan para penambang galian C  tanpa izin akan  ditindak sesuai aturan hukum,” tegas Faizir.

Dijelaskan, saat ini pi­haknya terus melakukan penertiban terhadap para penambang liar dan yang berada di sekitar lokasi perumahan, bangunan dan sarana prasarana lainnya. Lokasi yang dilarang untuk diambil potensi tambang galian c itu, seperti di sekitar lokasi jembatan, bangunan, perumahan serta di areal hutan atau tanah lindung.

Kalau ada penambang yang masih ngotot melakukan aktivitas penambangan di lokasi terlarang itu, bisa memicu jembatan ambruk, air sungai menjadi keruh, serta akan terjadi pencemaran lingkungan. “Untuk itulah kita pasang plang larangan itu di tempat-tempat yang kita anggap dilarang menam­bang,”ungkap Faizir. (h/nir)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy