Kamis, 24 Juli 2014
Pupuk Dijual di Atas HET PDF Cetak Surel
Senin, 08 Oktober 2012 01:48

TEMUAN KP3

PADANG, HALUAN—Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Padang,  me­nemukan distributor men­jual pupuk urea subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Corry Saidan, Koordinator KP3 yang juga Kepala Dinas  Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertanak Hutbun) Kota Padang menyebut, temuan  berawal dari inspeksi lapangan (sidak) yang dilakukan sepekan lalu.

“Kita temukan Distributor jual pupuk subsidi jenis urea di atas HET ke pemilik-pemilik kios di Padang,” katanya, Minggu (7/10). Dalam temuan tersebut, sejumlah pemilik kios pupuk mengaku membeli dengan harga Rp91.000/karung isi 50 kilogram ke Distributor.

Padahal, ucap Corry, secara aturan sudah jelas dan tegas kalau harga HET pupuk subsidi untuk kota Padang hanya Rp86.250/karung isi 50 kg. Kalkulasi HET ini, juga sudah termasuk biaya ongkos kirim dan pembongkaran ke kios-kios penjual.’

“Jadi, kalau ada yang menaikkan harga, jelas pelanggaran,” katanya.

Terkait sanksi, tambah Corry, jelas ada. “Yang pasti, sanksi tegas akan dikena­kan ke distributor, karena perbuatan menaikkan harga jual ke kios, memberatkan petani dalam pembelian pupuk bersubsidi,” tegasnya lagi.

Sidak dilakukan jajaran KP3 Kota Padang, berawal banyaknya keluhan petani terkait mahalnya harga pupuk urea subsidi di kios-kios penjual. Saat dicek ke lapangan, para pemilik kios justru mengaku membeli pupuk dari distributor dengan harga di atas HET.

Tak cuma itu, si pemilik kios juga ikut dikenai biaya tambahan lain, yakni upah pembongkaran pupuk ke distributor. Selain harga yang melampai HET, pembelian pun terkesan tak lagi pakai sistim tertutup (menurut acuan RDKK).

Parahnya, si distributor pun disebut kerap mempatok-patok saja alias tak disesuaikan dengan kebutuhan Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani di wilayah kios bersangkutan. (h/dla)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: