| Menunggu Makan Tangan KEPALA DINAS PRASJAL/TARKIM |
|
|
|
| Selasa, 22 Februari 2011 02:17 | |||
|
Kepala Dinas Prasjal dan Tarkim yang baru, Suprapto baru saja dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat menggantikan pejabat yang sebelumnya Dody Ruswandi. Seperti biasa tentu banyak harapan digantungkan kepada pejabat yang baru untuk melanjutkan apa yang sudah diusahakan oleh pejabat sebelumnya. Gubernur juga sudah meminta agar Suprapto bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya, termasuk memerhatikan penataan ruang yang berkualitas dan permukiman yang serasi, seimbang, dan layak huni bagi masyarakat daerah ini.Rasanya untuk menjalankan tugas di daerah ini bagi Suprapto bukanlah hal yang sulit dan asing. Karena yang bersangkutan sebelumnya pernah bertugas di daerah ini selama 10 tahun.Sebelum berkarir di pusat, Suprapto pernah menjabat Kepala RBO (Regional Bettermen Office) Padang (1993-1996), dan Kepala Subdin Pembangunan Dinas Binamarga Sumbar (1996-2003). Pertengahan 2003, ia mendapat tugas sebagai Kasubdit Lampung-Bengkulu Ditjen Binamarga hingga 2005. Dari 2005-2007, menjabat Kepala Balai Peralatan Wilayah IV Semarang. Dengan track record yang seperti itu, Suprapto sudah mengantungi banyak pengalaman sebagai modalnya untuk melanjutkan kepemimpinan Dody. Dari catatan kita, kerja keras yang mesti dilakukan Suprapto bersama jajarannya dalam waktu mendatang adalah perbaikan jalan nasional yang rusak di provinsi Sumatera Barat harus menjadi perioritas perhatian pemerintah sehingga distribusi barang jasa ke Sumatera Barat berjalan lancar. Betul bahwa itu adalah jalan negara yang menjadi tanggung jawab APBN dalam hal pembiayaan, tetapi sebagai user rasanya tidak patut pula Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat membiarkan saja ruas jalan negara yang membentang di daerah ini (termasuk dalam Kota Padang) merana begitu saja tanpa ada upaya untuk mendesak pemerintah pusat memperbaikinya.Kondisi jalan nasional yang menghubungkan sejumlah kota di Sumatera Barat pasca gempa 2009 dan 2010 banyak yang ditemukan rusak parah. Begitu juga jalan-jalan provinsi.Kita berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang rusak ini dan kepada Dinas Perhubungan serta Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat agar saling berkoordinasi, sehingga daya tahan badan jalan bisa lebih lama.Ruas jalan nasional yang menghubungkan sejumlah kota di Sumatera Barat rusak berat disebabkan karena kondisi jalannya sudah tua, ditambah tonase truk yang melebihi dan banjor serta longsor, karena jalan lintas berada di kaki bukit barisan. Ruas jalan nasional yang mengalami rusak berat di Sumatera Barat antara lain terdapat antara Muara Kalaban, Kota Sawahlunto dengan Kiliran Jao, Kabupaten Dharmasraya dan seterusnya dari Dharmasraya ke perbatasan Muara Bungo, Provinsi Jambi. Disamping itu antara antara Pangkalan, Kabupaten 50 Kota dengan perbatasan Provinsi Riau dan menghubungkan Kota Padang dengan Muko-Muko Provinsi Bengkulu serta Rao, Kabupaten Pasaman dengan perbatasan Mandailing Natal, Provinsi Sumatera UtaraDari catatan kita, sekitar 85 persen infrastruktur di Sumatera Barat rusak akibat gempa dengan kekuatan 7,6 SR dua tahun lalu itu. Untuk membangun kembali bangunan pemerintah yang rusak tersebut dibutuhkan dana yang cukup besar. Untuk itu peranan seorang Kepala Dinas Prasasrana Jalan dan Tarkim menjadi sangat penting. Selain merancang kembali infrastruktur (jalan, jembatan dan bangunan) yang sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat juga yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana menggaet dana dari pusat yang lebih besar lagi. Kepiawaian dan kemampuan loby perlu ditunjukkan oleh Kepala Dinas maupun oleh Kepala Bappeda Sumatera Barat untuk bernegosiasi dan berargumentasi dengan pengambil keputusan anggaran di Jakarta. Selama ini Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat dikenal sebagai pejabat yang memiliki kemampuan lobi yang baik. Simak saja dari zaman Sabri Zakaria, Ismet, Hedyanto WH Husaini dan Dody Ruswandi. Mereka adalah pejabat yang memiliki kemampuan loby yang baik. Bahkan Hedyanto setelah menjadi Kepala Dinas Prasjal diminta oleh Gubernur Gamawan Fauzi memimpin Bappeda Sumatera Barat sebagai perencana sekaligus melanjutkan loby-loby nya ke pusat untuk kepentingan pembangunan Sumatera Barat.Demikianlah, ketika kini Kepala Dinas Prasjal/Tarkim dilanjutkan oleh Suprapto yang notabene dulu pernah bekerja bersama-sama pejabat yang kita sebut tadi tentu ia memiliki pengalaman pula menimba ilmu dari pendahulunya. Kita tunggu makan tangan Kepala Dinas yang baru itu.***
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 506 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


