Sabtu, 20 Desember 2014
Siswa MTsN Kuranji Tewas di Sungai PDF Cetak Surel
Sabtu, 20 Oktober 2012 02:08

PADANG, HALUAN — Sehari penemuan mayat di Kelurahan Pampangan, Kota Padang kembali dikagetkan dengan penemuan mayat di Batang Kuranji, persisi di belakang SDN 20, Kampung Priuk, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Jumat (19/10) sekitar pukul 17.00 WIB

Mayat itu awalnya ditemukan para pekerja proyek pembangunan kanal Batang Kuranji, setelah jasad korban tersangkut di antara be­batuan sungai. Edi (35), salah seorang pekerja proyek mengata­kan, posisi mayat saat ditemukan tertelungkup, dan sebagian tubuh­nya berada di bawah air. Hanya tangan kanan, dan sebagian pung­gung yang muncul ke permukaan air.

“Saya baru saja turun ke sungai untuk melanjutkan pekerjaan karena air sungai sempat tinggi karena hujan. Namun, baru saja turun, saya dan beberapa pekerja yang lain langsung melihat tubuh manusia di sela bebatuan di tengah sungai,” katanya.

Edi dan beberapa pekerja lain yang awalnya menduga korban masih hidup, sehingga langsung terjun ke sungai dan mengangkat korban. Namun, setelah dibaring­kan dan diperiksa detak jantungnya ternyata korban telah tiada.

Kapolsek Pauh, Kompol Daeng Rahman mengatakan, korban diperkirakan berumur 13 tahun tersebut memakai ikat pinggang MTSN Kuranji, dan tidak satupun identitas dijumpai di saku celananya.

“Saat diidentifikasi, jenazah memakai celana  pramuka dan ikat pinggang MTSN Kuranji. Sedang­kan untuk identitas sendiri kita tidak menemukannya di lokasi maupun di saku celana korban,” kata Daeng.

Mengenai penyebab kematian korban, Daeng baru bisa menduga mayat tersebut merupakan korban yang hanyut di aliran Sungai Batang Kuranji. Karena di sekitar proyek pengerjaan dinding kanal sungai dari Batu busuk hingga Gunung Nago, banyak sekali anak-anak mandi di sungai.

“Saat ini kita men­duga, korban merupakan korban yang hanyut saat mandi di sungai. Karena mengingat di sepanjang siang hari, sekitar Keca­matan Pauh dilanda hujan yang cukup lebat yang membuat debit air sungai menjadi tinggi,” kata Kapolsek.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah langsung dibawa Ke RSUP M Djamil Padang untuk dilakukan divisum.

Siswa MTSN Kuranji

Sementara itu Wakil Kesis­waan MTSN Kuranji, Rinaldi membenarkan mayat yang ditemu­kan oleh warga itu merupakan siswa di MTSN Kuranji. Namun, ia hanya sering bertemu di sekolah, dan tidak tahu nama tersebut.

“Saya lihat foto korban dari handphone polisi yang meng­evakuasi. Jika memang itu korban­nya, maka memang benar itu siswa MTSN Kuranji. Namun, saya belum mengetahui nama korban karena hanya sering terlihat di sekolah saja,” kata Rinaldi saat dite­mui Haluan di Mapolsek Pauh.

Ia juga mengatakan korban merupakan siswa di antara kelas VII/8 atau VII/9 dan beralamat di Simpang Tuwi, Kuranji. Namun untuk memastikan lebih lanjut, ia akan memanggil wali kelas siswa terlebih dahulu dan memastikan betul dengan melihatnya di kamar jenazah M Djamil.

“Saya pastikan terlebih dahulu dengan mendatangi walikelas siswa ini dan melihat jenazah di M Djamil. Apalagi korban juga me­ma­kai ikat pinggang sekolah,” katanya.

Pejabat Pemberi Keterangan, RSUP Dr M Djamil, Rita Prima Putri mengatakan mayat yang ditemukan warga tersebut akan divisum terlebih dahulu guna memperlancar penyelidikan pihak kepolisian.  (h/ang)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy