Kamis, 30 Oktober 2014
BPBD Siaga 24 Jam PDF Cetak Surel
Senin, 29 Oktober 2012 02:29

AGAM,HALUAN —Saat musim hujan sekarang, Badan Penanggu­langan Bencana Dae­rah (BPBD) Agam siaga 24 jam.

“Sejumlah personil disiapkan berjaga-jaga di kantor BPBD dan siap meluncur ke lokasi bencana memberikan bantuan kapanpun ada informasi kejadian bencana. Selain itu sejumlah alat berat juga disiagakan.

SKPD kita ibaratnya kepala ronda. Saya sendiri baru pulang dari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah yang mengalami longsor kecil,” kata Kepala BPBD Agam Bam­bang Warsito, Minggu (28/10).

Namun sejauh ini, walaupun dalam pekan terakhir hujan selalu turun di wilayah Agam, belum ada terjadi bencana seperti longsor dan banjir ber­skala besar.

Yang terjadi cuma longsoran kecil di berbagai tempat seperti di Palembayan, Palupuh dan Koto Tuo dan se­mua­nya telah ditangani secara baik.

Di nagari Pasia Laweh pada Jumat dan Sabtu lalu memang terjadi longsoran kecil dan di Jorong Lurah Dalam, sungai Babaliak Mudiak meluap. Air sempat menggenangi pemukiman setinggi lutut, namun menurut salah seorang warga setempat J Dt Basa tidak ada korban dalam kejadian itu.

Kepala BPBD Agam meminta kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana longsor, dan banjir supaya meningkatkan kewaspadaan di musim hujan. Jika melihat ada tanda-tanda seperti adanya tebing yang retak yang berpotensi menimbulkan longsor supaya segera mela­porkannya.

Warga Ronda

Camat Tanjung Raya mengim­bau kepada masyarakat agar melakukan ronda malam, saat curah hujan tinggi untuk me­ngantisipasi bencana alam.

“Petugas ronda malam ini akan memberitahukan ancaman longsor atau banjir ke warga yang tertidur,” kata Camat Tanjung Raya Satria.

Sedangkan untuk siang hari, masyarakat telah siap siaga dan apabila ada ancaman longsor, mereka langsung mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Ini yang dilakukan masyara­kat Jorong Padan Nagari Tanjung Sani saat curah hujan tinggi, Selasa (23/10), sehingga 30 kepala keluarga harus mengungsi ke daerah yang lebih aman. “Saat ini mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun kita meminta agar masyarakat lebih meningkatkan kewas­padaan,” tambahnya.

Kepala Badan Penanggu­langan Bencana Daerah Kabu­paten Agam Bambang Warsito mengatakan, daerah dengan luas 2.232,30 meter persegi yang memiliki 16 kecamatan itu rawan bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus, tsunami dan lainnya.

Dengan kondisi ini, pemkab setempat mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana dan bagaimana menyiapkan diri untuk meng­hadapi kalau sewaktu-waktu bencana terjadi. “Kita telah melakukan simulasi di daerah rawan bencana ini dengan meli­batkan LSM, PMI, Tagana, masyarakat dan siswa,” katanya.

Saat ini, katanya, Agam sudah memiliki beberapa kelom­pok penanggulangan bencana serta standar operasional prosedur (SOP) yang dijadikan sebagai patokan apabila terjadi bencana alam. (h/ks/*)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: