Jumat, 28 November 2014
BPNB Padang Inventarisasi Rumah Gadang dan Randang PDF Cetak Surel
Kamis, 29 November 2012 03:06

PADANG, HALUAN — Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Padang yang memiliki wilayah kerja Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan melakukan kegiatan inventarisasi Rumah Gadang dan Randang di Sumbar.

Ketua Inventarisasi Rumah Gadang Ha­sa­nadi dan Ketua Inventarisasi Kuliner Ran­dang Hariadi di Padang Rabu (28/11) kemarin mengatakan,  BPNB Padang se­suai dengan visi terwujudnya nilai-nilai se­jarah dan budaya yang lestari serta ber­kembang menuju masyarakat yang be­r­adab, ber­kewajiban melakukan kegitan-ke­giatan pelestarian kekayaan budaya yang ada di daerah seperti rumah gadang dan randang.

Inventarisasi perlindungan karya budaya rumah gadang dilakukan diNagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar kemudian menjadi fokus lokasi pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Kegiatan ini bertujuan mengin­ventarisasi warisan karya budaya takbenda  yang ada terkait dengan keberadaan rumah gadang, melin­dungi, merawat, memelihara aset budaya rumah gadang agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam. Selain itu,  mempermudah akses data dan informasi terkait warisan budaya takbenda rumah gadang, dan menyebarluaskan  informasi kepada masyarakat tentang  warisan budaya takbenda rumah gadang.

Sedangkan manfaat dari kegia­tan ini adalah tersebarluasnya informasi tentang keberadaan Warisan Budaya Takbenda rumah gadang yang ada di Provinsi Suma­tera Barat, khususnya di Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Sela­tan Kabupaten Tanah Datar, me­ning­katknya wawasan dan apresiasi masyarakat Sumatera Barat khu­sus­nya terhadap kebera­daan Wa­risan Budaya Takbenda rumah Gadang, sehingga menum­buhkan kesadaran pentingnya upaya pe­nguatan jati diri bangsa berbasis nilai-nilai kearifan budaya lokal.

Aspek-aspek yang dinventarisasi adalah kondisi kekinian fisik rumah gadang, aktivitas penghuni rumah gadang, arsitektur dan ragam hias rumah gadang dan nilai sosial bu­daya karya budaya rumah gadang.

Kegiatan penyusunan program dilakukan di Kantor Balai Peles­tarian Nilai Budaya (BPNB) Pa­dang, yang menghadirkan konsultan ahli kegiatan, yakni Dr. Eko Alvares dan Musradahrizal Katik Jo Mang­kuto serta beberapa orang narasum­ber yaitu, Ir. H. Sudirman Is, MT, P.hd (Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Bung Hatta Padang), Joni Wongso, ST, MT (Dosen Juru­san Arsitektur Universitas Bung Hatta Padang), Pramono, S.S, M.Si (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas), Dra. Zuriati, M.Hum (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas), Dr. Hasanudin, M.Si (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto (Budayawan dan Seniman Tradisi Sumatera Barat).

Kegiatan koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan dan meng­koordinasikan pelaksanaan kegiatan inventarisasi perlindungan karya budaya rumah gadang dengan Pe­me­rin­tah Daerah Provinsi Suma­te­ra Barat, Pemerintah Daerah Ka­bupaten Tanah Datar serta beberapa lembaga/ instansi terkait lainnya.

Pelaksanaan kegiatan berupa pengumpulan data melalui metode  yang secara operasional dituangkan dalam instrumen pelaksanaan kegiatan inventarisasi perlindungan karya budaya, seperti dokumentasi, wawancara dan FGD (Focus Group Discussion).  Kegiatan FGD bertu­juan untuk menjaring data dan fakta secara mendalam terkait dengan keberadaan karya budaya Rumah Gadang. Kegiatan ini telah dilakukan di Singkarak - Sumpur Hotel, Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbud­parpora) Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan FGD diikuti oleh sekitar 25 orang peserta.

Selain itu, BPNB Padang juga melakukan inventarisasi kuliner randang untuk menghimpun data sementara berkaitan dengan kuliner randang. Kegiatan pendataan ini difokuskan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Dalam kegiatan ini tim inven­tarisasi berkoordinasi dengan ketua PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tim juga mengunjungi sentra industri rendang kokoci di Koto Kaciak Padang Japang. (h/met)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: