Sabtu, 20 September 2014
Gempa Kecil Menghantui Sumbar PDF Cetak Surel
Senin, 17 Desember 2012 02:22

Meski tidak menimbulkan kepanikan serta korban jiwa dan harta, namun gempa berskala kecil bukan untuk diremehkan. Tentu, kewas­pa­daan warga perlu terus ditingkatkan, sebab siapa tahu pasca gempa kecil akan ada gempa besar.

PADANG, HALUAN — Gem­pa berskala kecil masih terjadi di Sumbar pada penghujung tahun 2012 ini. Pada hari Sabtu (15/12) lalu, gempa berkekuatan 4,5 SR terjadi di 60 kilometer selatan Pagai Selatan Kabupa­ten Kepulauan Mentawai. Gem­pa yang terjadi sekitar pukul 02.16 WIB itu terjadi di kedala­man dangkal, 10 kilometer.

Sebelumnya, pada penghu­jung November 2012 lalu, dua gempa berskala kecil juga terjadi di Sumbar, yakni gempa 4 SR, Kamis (29/11/2012) pkl 20.31 WIB di 13 Kilometer Timur Laut Singkarak, lokasi 0.57 LS - 100.66 BT dengan kedalaman 67 kilometer, serta gempa 3,7 SR Jumat (30/11/2012) pkl 20.20 WIB di 88 KM Barat Daya Kota Padang yang berlokasi di 1.17 LS 99.60 BT dengan dedalaman 43 kilometer.

Koordinator Komunitas Pe­merhati Seismik Indonesia wilayah Sumatra, Ade Raha­dian, mengatakan, Sumatra Barat termasuk kawasan ra­wan gempa bumi, karena dise­bab­kan letak­nya di pantai barat Sumatra yang secara tektonik berada berdekatan dengan zona sub­duksi (subduction zone), yaitu zona pertemuan/perba­tasan antara 2 lempeng tekto­nik berupa penunjaman lempeng India-Australia ke bawah lem­peng Eurasia.

Pergerakan lempeng-lem­peng ini akan menyebabkan gempa yang tak jarang berke­kuatan besar. Selain itu, Pata­han Besar Sumatra (Sumatra great fault) yang masih aktif akan selalu pula mengancam kawasan itu apabi­la terjadi pergeseran di zona patahan tersebut.

Ditambah pula, aktivitas gunung berapi yang masih aktif, misalnya Marapi, Tandikat, dan Talang dapat menimbulkan getaran yang cukup kuat. Anta­ra zona subduksi, Sesar Sumat­ra, dan gunung-gunung berapi aktif ini saling berkaitan dan mempengaruhi. Oleh karena itu, Sumbar bukan hanya rawan terhadap bencana gempa, na­mun juga bencana lain yaitu letusan gunung berapi, tsunami, bahkan tanah longsor (akibat getaran gempa).

“Akibat posisinya yang dikepung oleh sumber-sumber gempa, maka Sumbar menjadi daerah yang sering terkena bencana ini. Beberapa gempa di Sumbar tidak terjadi sekali getaran saja, tapi dapat beru­lang-ulang seperti serangkaian gempa yang pernah menggun­cang Sumbar, dan gempa susu­lan itu akan mengguncang beberapa kali dalam rentang waktu yang dekat,” ujar Ade.

Menurutnya, di Sumbar sering terjadi gempa besar yang getarannya dapat pula dirasa­kan hingga ke propinsi tetangga seperti Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Jambi, bahkan hingga ke negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia (kawa­san Semenanjung) .

Sementara daerah-daerah yang termasuk ke dalam kawa­san pantai timur Sumatra, seperti Riau dan Sumatra Selatan, tidak berada di dekat pusat gempa sehingga relatif aman dari aktivitas gempa yang kuat. Daerah-daerah yang berada di pantai timur Sumatra hanya menerima getaran dari gelombang seismik yang bera­sal dari pusat gempa di pantai barat. (h/wan)