Kamis, 23 May 2013
Harga Gambir Turun, Terendah Sepanjang Sejarah PDF Cetak Surel
Senin, 28 Februari 2011 01:58

PAINAN, HALUAN — Petani gambir di Pesisir Selatan (Pessel) menjerit lagi. Soalnya harga gambir di daerah ini turun ke level terendah sepanjang sejarah fluktuasi harga gambir. Harga satu kilogram gambir, kini dibeli tauke hanya Rp9000 saja dari harga sebelumnya Rp22 ribu per kg.

Menurut keterangan Eman (35), petani gambir Sutera, Minggu (27/2), selama ia menjadi petani gambir, harga yang berlaku saat ini merupakan harga terbu­ruk yang ia temui. Bahkan Eman mengaku enggan menjual gamb­ir­nya.

“Namun karena terdesak untuk biaya memenuhi kebutuhan keluar­ga, saya terpaksa jual gambir de­ngan harga rendah ini,” kata Eman

Ia menceritakan, meski tidak tahu persis penyebabnya, yang jelas sepekan terakhir didae­rahnya pedagang hanya berani membeli seharga Rp9000 per kilogram. Anjloknya harga jual ini dike­luhkan sebagian petani lainnya.

Menurutnya harga yang berla­ku pekan ini merupakan harga terendah sejak lima tahun ter­akhir. “Sejak lima tahun terakhir memang sering terjadi penurunan harga, Pada rentang waktu 2007-2009 harga gambir relatif me­ngun­tungkan, bahkan pernah mencapai Rp29 ribu. Kemudian pada akhir 2010 turun menjadi Rp22 ribu” kata Eman.

“Lantas awal 2011 turun lagi menjadi Rp14 ribu. Sempat membaik menjadi Rp17 ribu, kini turun lagi menjadi Rp9000. Entah benar atau tidak, khabarnya ada pedagang terbeli getah tercampur tanah sehingga mereka untuk sementara ini pedagang tidak berani membeli dengan harga tinggi. Namun kepastian informasi ini belum jelas kebe­narannya,” tuturnya.

Sejumlah petani gambir lain­nya sangat menyayangkan kalau ternyata informasi itu benar. Selama ini petani gambir sudah berupaya meningkatkan mutu gambir agar harga bisa bertahan.

“Sangat disayangkan kalau masih ada oknum petani yang bertindak seperti itu padahal kita terus meningkatkan mutu untuk menjaga kepercayaan pedagang sehingga getah gambir dapat dijual sesuai harga pasar,” keluh Yuliar, petani gambir di Tarusan.

“ Dari pengalaman kami sejak dulu kalau ada ditemukan keja­dian seperti ini maka semua petani gambir menerima dam­paknya padahal yang bertindak curang seperti itu hanya beberapa orang saja, kami berharap harga gambir segera membaik,” ke­nangnya.

Salah seorang pedagang pe­ngum­pul gambir yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pembelian harga gambir kepada petani selain tergantung dari harga pasar yang berlaku, juga sangat ditentukan oleh baik atau buruk­nya kualitas gambir.” Karena gam­bir merupakan salah satu komoditi eksport maka harga sangat ter­gantung kepada per­mintaan pasar dunia dan perse­diaan yang ada. Selain itu harga juga ditentukan kualitas gambir petani,” katanya.

Pedagang ini tidak menampik ditemukannya getah gambir yang bercampur tersebut sehingga memicu anjloknya harga namun menurutnya getah gambir yang dibawa pedagang pengumpul ke gudang akan disortir lagi sehingga ketahuan apakah gambir itu murni atau tercampur.

“Pedagang juga akan menga­lami kerugian kalau saat sortir di gudang ditemukan gambir yang tercampur. Kasus ini dulu sering terjadi namun belakangan ini sudah jarang,” jelasnya. (h/har)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy