Sabtu, 23 Agustus 2014
2013, Harga Sembako Impor Naik PDF Cetak Surel
Rabu, 26 Desember 2012 02:05

BATAM, HALUAN — Tahun 2013, harga sembilan bahan pokok (sembako) yang impor akan naik. Pasalnya, importir dijepit dengan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 59/2012.

“Jika tetap diberlakukan, semua barang impor akan naik. Karena tingginya biaya transportasi untuk mengimpor,” ujar Ketua Importir Batam, Linda Lau seraya memperkirakan kenaikan harga sembako ini bisa mencapai 100 persen.

Menurut Linda, semua barang dari luar negeri yang selama ini disuplay untuk Batam, akan dibawa dulu ke Jakarta, baru kemudian dikirim ke setiap daerah pemesan.

“Biayanya akan lebih besar, waktu untuk pengiri­mannya pun lebih lama. Biasanya barang yang bisa sampai sehari ke Batam, setelah peraturan ini diberlakukan, diperkirakan barang baru sampai seminggu,” kata Linda Lau, Sabtu (22/12) siang.

Selain membuat harga sembako melejit, peraturan ini dinilai membuat para importir gulung tikar. Saat ini, ratusan importir di Batam sudah membentuk tim untuk menolak penerapan peraturan baru  tersebut.

Linda Lau mengaku untuk penolakan ini sudah menemui Badan Pengusahaan (BP Batam) menyapaikan permasalahan tersebut.

“BP Batam akan menyampaikan keberatan kita ke Menperindag,” ujarnya.

Penasehat hukum tim importir, Sudirman menjelas­kan, sebagai wilayah FTZ yang diatur Undang-Undang, mestinya Permendag itu tidak bisa berlaku untuk wilayah Batam Bintan dan Karimun (BBK).

Sudiman mengaku kecewa dengan lambatnya BP Batam selaku pengelola kawasan untuk menolak peraturan itu. Seharusnya BP Batam dulu yang maju, kita mendukung. Karena mereka pengelola kawasan bisa mengetahui dampak dari diberlakukannya peraturan itu.

Adapun upaya lain yang dilakukan, katanya, akan melakukan perlawanan hukum. Agar untuk ke depan, peraturan baru ini tidak diterapkan di daerah yang sudah menyandang predikat FTZ.

‘’Kita akan terus berjuang sampai Peraturan ini tidak diterapkan di Batam,” ucapnya. (h/hk)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: