Jumat, 01 Agustus 2014
Suriah Sambut 2013 dengan Dentuman Tank PDF Cetak Surel
Rabu, 02 Januari 2013 05:02

DAMASKUS, HALUAN — Warga Suriah  tidak terlihat antusias menjalankan tahun baru. Di negara yang sedang mengalami perang saudara tersebut, tahun baru diwarnai dengan dentuman tank-tank dan jet tempur yang terus menghantam di beberapa wilayah selatan Damaskus. Bukan suara dentuman kembang api yang meriah. ‘’Beritahu kami, bagaimana caranya menyambut tahun baru dengan situasi seperti ini,’’ ujar anggota kelompok oposisi, al-Shami Moaz  kepada Reuters, Selasa (1/1).

Keluarga yang tinggal di Ibu Kota Damaskus, lebih memilih berdiam diri dan merenung di rumah-rumah. Sebagian pemuda bersender di sofa menonton televsisi dan berharap adanya informasi mengenai kemajuan negerinya.

Seorang pemuda mengatakan, tidak satupun tampak wajah dan kendaraan di jalan-jalan utama ibu kota. Sebagian banyak pemilik restoran dan kafe-kafe menutup gerainya, lantaran tidak semangat. ‘’Ada musik tapi tidak seorangpun mau menari. Kami cuma duduk dan berharap orang datang lalu ter­senyum,’’ kata warga yang tak sebutkan namanya itu.

400 Orang  Tewas

Sementara itu Korban tewas akibat kekerasan yang terjadi di Suriah telah menembus 400 orang hingga Sabtu  waktu setempat. Korban itu termasuk 150 orang militer yang ditemukan tewas di Dir Baalba.

Seperti dilaporkan AlArabiya, Selasa, di Aleppo, sedikitnya 20 orang tewas akibat pecahnya bentrokan antara militer dan anggota Angkatan Pembebasan Suriah (FSA). Media Center Suriah melaporkan roket ditembakkan dari wilayah Mar-ea, Aleppo.

Tragedi kemanusiaan terjadi di Kota Khamsya di dekat Aleppo. Konflik yang terjadi membuat penerbangan ke kota itu dibatalkan. Otoritas Bandara Kairo menga­takan pihaknya menghentikan penerbangan ke Aleppo karena masalah keamanan.

Penghentian penerbangan itu merupakan yang pertama kali dilakukan. Penerbangan dihentikan karena kekerasan terjadi di dekat bandara. Kelompok oposisi menye­rang bandara untuk menghentikan pasokan dan serangan udara dari pemerintah.

Suriah Airlines merupakan satu-satunya armada yang masih ter­bang ke Damaskus. Penerbangan dilakukan sekali sehari. Selain menyerang bandara, kelompok oposisi juga menyerang jalanan dengan senjata api. (h/rol)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy