Sabtu, 20 Desember 2014
Reses Anggota Dewan Perlu Dikritisi PDF Cetak Surel
Rabu, 02 Januari 2013 05:04

JAKARTA, HALUAN — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana pengurangan masa reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Karena masa reses merupakan masa untuk menyerap aspirasi, bukannya berleha atau bersantai-santai. Tidak hanya itu, masa reses merupakan bagian atau wadah untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat dan yang belum.

“Itu harus dikritisi, kata kuncinya adalah reses bukanlah masa bersantai atau berlibur bagi anggota DPR, tapi adalah masa untuk mereka mulai belajar mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakan, dan menyerap kembali apa yang jadi aspirasi masyarakat dan diperjuangkan di DPR,” ujar Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (1/1).

Mengurangi masa reses anggota dewan, kata Hidayat, tidak menjamin proses legislasi di DPR menjadi lebih efektif. Karena faktor lambannya proses legislasi tidak selalu disebabkan dari mekanisme di DPR.

“Tapi yang penting adalah agar terjadi maksimalisasi peran dari anggota DPR, maka bukan hanya masa reses yang dikurangi, tapi juga komitmen dari seluruh fraksi. Melalui para pimpinannya untuk betul-betul menghadirkan komitmen dan disiplin dari anggota fraksi untuk mengikuti segala kegiatan di DPR, baik itu rapat paripurna, rapat komisi, kunjungan kerja, harian dalam rapat di pansus,” kata Hidayat.

Menurutnya tingkat disiplin anggota dewan dan ketegasan sikap masing-masing fraksi partai di DPR, turut mendukung maksimalisasi proses legislasi di DPR. Bukan semata masa reses menjadi faktor utama lemahnya proses legislasi di DPR. Seluruh fraksi partai di DPR, lanjut dia, perlu memiliki komitmen jelas dalam membahas rancangan undang-undang.

“Jadi ada komitmen tadi. Dan kalau kemudian dibantu oleh pimpinan-pimpinan fraksi dan betul-betul kemudian menghadirkan sinergi besar, saya yakin apa yang dipikirkan untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan anggota-anggota DPR di tahun terakhir ini akan terealisasi,” kata Hidayat. (h/inl)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: